Parenting

Saat Anak Terlalu Lengket dengan Benda Kesayangan

“Mami, besok kalau ke rumah eyang jangan lupa bawa gulingku ya?”

Pernah mendengar permintaan ini dari anak? Ya, saat liburan ke luar kota, banyak hal yang harus dipersiapkan. Termasuk persiapan untuk si kecil, seperti pakaian, peralatan mandi, camilan-camilan khusus bahkan benda kesayangan anak.

Beberapa anak memang sangat lengket dengan benda kesayangannya. Sampai-sampai tidak bisa tidur jika tidak ditemani benda-benda tersebut. Misalnya selimut bayi, guling, bantal dan benda-benda lainnya. Bagi Anda yang memiliki anak terlalu lengket dengan benda kesayangan pasti sudah hafal sekali, drama apa saja yang terjadi jika benda-benda ini jauh dari anak.

Mulai dari merengek di malam hari minta pulang saat berada di luar kota, tidak bisa tidur hingga menangis menjadi senjata andalan anak-anak ini. Nah, apakah kondisi ini wajar? Apa saja sih pemicu anak lengket dengan benda-benda kesayangannya?

Apakah Wajar Seorang Anak Lengket dengan Benda Kesayangan?

Anak-anak yang terlalu lengket dengan benda tertentu memang bisa dibilang wajar dan banyak sekali yang mengalaminya. Meskipun penelitian yang dilakukan pada tahun 1940an menganggap kondisi ini sebagai kebiasaan buruk, namun hal ini dibantah oleh seorang dokter anak dan psikoanalis Donald Winnicott (1953). Menurut Winnicott, kelekatan pada benda kesayangan justru membuat rasa aman dan nyaman bagi anak.

Benda-benda kesayangan anak ini, menurut Winnicott disebut sebagai “objek transisional”. Winnicott bahkan menekankan bahwa penggunaan objek transisional ini sangat wajar dan merupakan bagian dari perkembangan yang normal pada anak.  

Disebut objek transisional karena keberadaannya seakan-akan untuk menjembatani antara lingkungan baru dan sosok kesayangan anak, yaitu orang tua. Benda kesayangan atau objek transisional ini akan mengurangi kecemasan pada anak saat terpisah sementara waktu dengan sosok kesayangan mereka. Misalnya saat anak dilatih untuk tidur sendiri di kamar terpisah dari orang tua. Dengan adanya benda kesayangan ini, anak diharapkan akan lebih tenang.

Sampai Umur Berapa Biasanya Anak Lengket dengan Benda Kesayangan?

Anak-anak akan lengket dengan benda kesayangan, biasanya hingga anak berumur 2 tahun. Namun jika hingga umur 4-5 tahun anak masih belum bisa lepas dari benda kesayangannya, maka bukan hal yang harus terlalu dipermasalahkan.

Kapan Harus Mulai Membatasi Anak dengan Benda Kesayangannya?

Walaupun keberadaan benda kesayangan memang tidak terlalu perlu dikhawatirkan, namun Parents perlu waspada jika kondisi ini mempengaruhi kehidupan sosial anak. Misalnya anak jadi tidak mau bermain dengan teman dan lebih memilih bermain bersama benda kesayangannya. Kalau sudah seperti ini, sebaiknya mulailah membuat peraturan dan batasan yang tegas. Beberapa batasan yang bisa Parents lakukan adalah

👶 Batasi Waktu Kebersamaan dengan Benda Kesayangan

Sebaiknya beri anak batasan bermain bersama dengan benda kesayangan. Misalnya, anak hanya boleh bersama dengan benda kesayangan saat waktu tidur, dan tidak boleh dibawa saat anak sedang bermain bersama dengan teman. Jangan lupa untuk memberi alasan yang logis.

Parents bisa mengatakan pada anak bahwa, boneka atau selimutnya akan kotor jika dibawa main keluar. Parents juga bisa memberi anak alasan bahwa benda kesayangan anak bisa tertinggal di rumah teman jika selalu di bawa ke sana kemari.

👶 Minta Anak Meletakkan Benda Kesayangan di Tempat yang Aman

Nah, jika anak bersikeras membawa benda kesayangannya, Parents bisa mengatakan pada anak untuk memilih tempat yang aman bagi benda kesayangan. Hal ini dilakukan agar benda tersebut tidak akan hilang karena dibawa anak bermain. Dengan begitu anak-anak akan terlepas dari benda kesayangan untuk sementara waktu dan bisa bersosialisasi dengan teman sebaya.  

👶 Beri Sesuatu Yang Lebih Menarik

Beberapa anak mungkin sulit sekali lepas dari benda kesayangan. Nah, untuk mengatasi hal ini, sebaiknya alihkan perhatiannya dengan hal lain yang lebih menarik perhatian anak. Ajak anak untuk melakukan aktivitas seru bersama dengan Parents. Misalnya lakukan kegiatan memasak bersama dengan anak.

Memiliki benda kesayangan memang cukup wajar bagi anak-anak. Kondisi ini bahkan disebut-sebut sebagai salah satu perkembangan yang normal pada anak. Namun, pastikan jangan sampai hal ini justru mengganggu kehidupan sosial anak. Mulai batasi kebersamaan anak dengan benda kesayangannya saat anak menunjukkan gejala selalu ingin membawa benda kesayangan kemana-mana dan menjadikannya sebagai pengganti teman.

Baca Juga Artikel Lainnya :

  1. Anak Cowok Dilarang Main Boneka?
  2. Mudik Nyaman Bersama Balita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *