We Are Not Our Emotions

02 Januari 2023

Kita mungkin kerap mengatakan; “Saya orang yang mudah marah”, “Aku orangnya gampang sedih, “ Aku tuh penakut.”. Marah, sedih, takut, seringkali kita mendefinisikan diri kita hanya pada emosi-emosi yang kita rasakan saja. Terkadang juga kita tidak memahami penyebab emosi yang muncul. Neuroscientist Alex Korb membuat perumpamaan yang menarik. “Jika lengan Anda patah, Anda tidak akan memberi tahu orang-orang, ‘Saya patah.’ Tetapi ketika kita merasa marah, kita dengan cepat berkata, ‘Saya marah.’  Padahal fungsi lengan Anda mengangkat barang, sama seperti otak Anda menghasilkan pikiran atau emosi. “

Kita sebagai manusia memiliki multi-emosi. Sering juga terjadi satu emosi sebagai reaksi dari pemicu (trigger) yang terjadi, bukan emosi yang sebenarnya yang kita rasakan. Kita semestinya menangani emosi marah atau sedih dengan cara yang sama seperti Anda menangani patah lengan atau sakit kepada. Kita perlu tahu, hal apa sesungguhnya yang ada di balik emosi yang muncul. Apakah ada luka batin tertentu? Bagaimana cara kita bisa mengenali perasaan kita lebih jauh? Apa yang perlu kita perhatikan saat mengenali perasaan kita? Dan bagaimana cara mengatasi emosi-emosi tersebut?

Karena sesungguhnya, we are not our emotions. Mari mengenali pemicu emosi kita dan hal apa sebenarnya yang ada di baliknya lewat modul-modul terkait dari Mitra Ahli School of Parenting. Jika sudah membaca modul tapi masih ada pertanyaan, Anda bisa banget menuliskannya di kolom diskusi yang nantinya akan dijawab oleh Mitra Ahli kami. Mau akses ke modulnya?  Klik di sini!

 

Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket