Atasi anak yang suka marah dan memukul benda
Balita Mom's Corner Parenting Usia Sekolah

Anak Tantrum dan Melampiaskan dengan Memukul? Ini Solusinya

Pertanyaan:

Ibu Laura

Hallo SOP,

Saya memiliki seorang anak berusia 4 tahun. Bagaimana ya cara menghilangkan kebiasaan anak yang ketika marah atau emosi suka melampiaskan amarahnya dengan memukul? Misalnya memukul barang yang ada di depannya? Anak juga mudah sekali marah

Terimakasih,

Salam Parenting

Jawaban:

Hallo Parents,

Halo Bu Laura semoga selalu sehat dan bahagia ya..

Anak usia 4 tahun pada umumnya sudah mampu berkomunikasi secara 2 arah dengan baik. Pada usia ini, anak sedang dalam masa peralihan dari masa bayi dimana dia mendapatkan banyak bantuan, kemudian mulai memasuki usia sekolah (TK biasanya), dimana anak dituntut untuk lebih mandiri dan tidak lagi diperlakukan seperti bayi.

Pada masa ini anak sudah bisa diajak berbicara dengan baik-baik. Sehingga orang tua juga harus lebih aware atau sadar dengan perasaan anak, dan minta anak untuk menceritakan apa yang mereka rasakan dan mereka alami. Khususnya ketika anak marah.

Sebelum memarahi atau mengingatkan anak, temukan penyebab yang membuat anak marah. Tanyakan pada anak apa yang membuatnya marah, akui perasaan anak, jelaskan pada anak bahwa itu adalah rasa marah, rasa marah itu tidak enak, dan sebagainya. Lalu jelaskan lagi kepada anak, alasan kenapa anak tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, dan berulang kali katakan pada anak bahwa memukul adalah perbuatan yang tidak baik. Apalagi jika sudah sampai memukul orang lain.

Ajarkan anak untuk bersikap asertif, dengarkan apa yang ingin disampaikan anak. orang tua juga harus membiasakan diri untuk mengungkapkan kepada anak, misalnya katakan:

“mama marah yaa nak, karena (sebutkan alasan) tapi lihat mama tidak pukul kamu, mama tidak pukul barang ya karena mama tau itu akan membuatmu sakit, atau karena mama tau mama akan merusak barang kalau mama memukulnya”.

Sampaikan contoh yang lain, misal ketika papa marah, sampaikan “Papa marah, tapi Papa tidak memukul” sebutkan solusi lain, misalnya “hembuskan nafas panjang, marahlah tapi peluk mama, kamu marah ya, yuk kita coret-coret kertas” dan lain sebagainya. Karena marah juga adalah emosi, sama seperti emosi yang lain, seperti emosi senang, sedih dan lain sebagainya.

Rasa marah pun perlu mendapat pengakuan, namun seringkali kita lupa, dan malah meminta anak untuk jangan marah, padahal sebenarnya boleh marah tapi tidak boleh memukul, sampaikan apa yang kamu rasakan, Mama akan bantu, dan seterusnya.

Demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga menjawab pertanyaan ibu. Terimakasih.

Lusia Laras Budi Kristanti, M.Psi

Artikel terkait:

  1. Mengatasi Anak yang Suka Memukul dan Melukai Teman
  2. Anak Membentak dan Tantrum, Bagian dari Fase “Terrible Two”?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *