Atasi Cemburu dalam Pernikahan

31 Agustus 2018

✓ Merasa gelisah melihat pasangan anda berbicara dengan lawan jenis?

✓ Selalu curiga saat suami / istri pulang telat dari kantor?

✓ Merasa selalu tidak yakin dengan apa yang pasangan anda lakukan?

✓ Apakah perasaan ini yang sedang anda rasakan? Mungkin ini adalah tanda anda cemburu.

Siapa yang tidak pernah merasa cemburu? Bahkan anak kecil pun pernah merasakan cemburu. Misalnya cemburu saat perhatian orangtua lebih banyak ke dedek bayi.

Namun bagaimana dengan pasangan yang sudah menikah? Masihkah perlu punya rasa cemburu terhadap pasangan?  Sebenarnya apa itu cemburu? Berikut penjelasannya!

Apa Itu Cemburu?

Kecemburuan atau cemburu adalah reaksi yang timbul akibat dari ancaman yang sedang dirasakan (baik nyata maupun hanya dibayangkan), terhadap suatu hubungan yang sedang dijalani.

Dari situs verywellmind.com, survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga konselor pernikahan, mengungkap fakta bahwa kecemburuan adalah masalah yang paling banyak dialami oleh pasangan yang telah menikah. Tercatat sepertiga dari semua pasangan yang datang berkonsultasi di lembaga tersebut mengeluhkan tentang kecemburuan.

Perasaaan cemburu memang wajar dirasakan oleh seseorang. Namun menjadi negatif apabila sudah sangat berlebihan dan tidak masuk akal. Karena kecemburuan yang berlebih bisa mendorong seseorang melakukan hal yang berbahaya.

Hara Estroff Marano seorang penulis dan editor situs psikologi mengungkapkan bahwa rasa cemburu itu langsung menembus ke dalam diri dan berakar sangat dalam sehingga cukup sulit dihilangkan atau dibuang oleh pemikiran.

Apakah Cemburu Itu Alami?

Dalam suatu hubungan, perasaan cemburu yang dirasakan oleh pasangan bisa menjadi suatu alarm atau peringatan agar pasangan saling menghargai perasaan satu sama lain. Perasaan cemburu juga mampu menjadi kekuatan positif dalam suatu hubungan. Misalnya dengan rasa cemburu, maka perasaan saling mencintai pun menjadi semakin kuat.  

Namun perasaan cemburu yang berlebih dan tidak masuk akal tentunya menjadi pemicu rusaknya suatu hubungan. Psikoterapis Paula Hall ,dilansir dari BBC.co.uk mengungkapan bahwa Kecemburuan yang alami atau wajar akan menjaga suatu hubungan tetap hidup, tapi saat kecemburuan menjadi berlebih atau tidak rasional, maka akan merusak hubungan.”

Apa Yang Dirasakan Saat Cemburu?

Seseorang yang cemburu merasakan berbagai macam perasaan dalam suatu waktu.

Perasaan apa saja itu?

Rasa takut, marah, perasaan dihina, perasaan gagal, merasa curiga, merasa terancam, perasaan khawatir, iri, sedih, ragu, sakit dan merasa kasihan pada diri sendiri.

Kecemburuan membuat seseorang frustasi dan kecewa. Bahkan perasaan ini membuat seseorang tidak bisa menceritakannya pada orang lain, padahal seringkali perasaan ini tidak sehat bila terus menerus dipendam.

Akibatnya, seseorang akan merasa terbebani dan tidak nyaman. Apabila dibiarkan, kecemburuan akan bekerja seperti racun yang membunuh secara perlahan. Ya, rasa cemburu yang berlangsung lama dan terus-menerus dapat mengganggu kesehatan kita.

Misalnya karena mengalami perasaan cemburu, anda menjadi tidak nafsu makan, sulit tidur, dll.  Lambat laun pun kesehatan akan terganggu.

Kenapa Seseorang Cemburu?

Banyak sekali faktor yang memicu kecemburuan seseorang. Faktor apa sajakah itu?

  • Harapan yang tidak realistis tentang pernikahan secara umum.
  • Harapan yang tidak realistis tentang hubungan anda dengan pasangan.
  • Perasaan salah memilih pasangan hidup.
  • Pengalaman ditinggalkan yang sangat menyakitkan di masa lalu.
  • Citra diri yang terlanjur buruk
  • Merasa insecure.
  • Perasaan takut ditinggalkan atau dikhianati.
  • Perasaan memiliki yang berlebihan dan ingin mengendalikan.

Apa Saja Akibat dari Kecemburuan Berlebih dalam Pernikahan?

Seseorang yang mengalami kecemburuan berlebih, terancam dihindari orang lain. Bahkan kehilangan orang lain. Emosi yang dirasakan oleh pencemburu membuat mereka justru kehilangan rasa cinta dan rasa hormat dari orang lain.

Perasaan cemburu berlebih juga bisa membawa anda ke dalam beberapa masalah dalam pernikahan diantaranya

  • Kebencian
  • Meningkatnya rasa Tidak Percaya
  • Marah
  • Pembelaan Diri
  • Perlu diyakinkan berulang kali
  • Depresi
  • Muncul keinginan balas dendam
  • Reaksi fisik seperti gemetar, pusing, perubahan pola tidur dan perubahan kebiasaan makan (bisa tidak nafsu makan atau makan berlebih)
  • Perceraian

Kecemburuan mudah menghampiri seseorang yang pernah diabaikan atau dikhianati dalam suatu hubungan. Namun bagi seseorang yang mencintai diri sendiri, kecemburuan cenderung sulit dirasakan.

Walaupun kecemburuan pada akhirnya bisa mengikis hubungan anda, bahkan mampu menghancurkan pernikahan. Kecemburuan adalah salah satu cara untuk mengendalikan suatu hubungan. Karena dengan cemburu, anda dan pasangan bisa saling menghargai perasaan satu sama lain.

Namun, pengendalian rasa cemburu juga penting dilakukan. Mengendalikan rasa cemburu bukan berarti mengendalikan pasangan anda. Akan tetapi mengendalikan emosi anda sendiri.

Bagaimana Mengendalikan Cemburu dalam Hubungan?

Apakah cemburu dapat diatasi? Jawabanya: BISA, tentu dengan usaha yang keras. Seperti rasa emosi lainnya, cemburu juga menjadi hal yang positif jika dilakukan dengan benar.  

Cemburu justru bisa digunakan sebagai pemicu pertumbuhan suatu hubungan. Lalu bagaimana mengendalikan cemburu?

  1. Akuilah saat anda cemburu dan terima bahwa kecemburuan anda berdampak buruk bagi pernikahan.
  2. Diskusikan akar dari rasa cemburu anda dengan pasangan.
  3. Jangan memata-matai pasangan anda.
  4. Buat keputusan untuk mengubah perilaku anda. Putuskan untuk mendapat konseling dari ahli jika anda tidak mampu mengatasinya sendiri
  5. Akui kenyataan bahwa anda tidak dapat mengendalikan orang lain
  6. Tetapkan aturan dasar yang adil dengan pasangan
  7. Jika anda adalah pihak pasangan yang tidak cemburu, maka jangan pernah berbohong atau mencoba menyembunyikan keberadaan anda dan apa yang ada lakukan
  8. Mintalah bantuan pada konselor pernikahan.

Perasaan cemburu dalam suatu hubungan bisa membawa dampak positif dan negatif. Semua itu tergantung bagaimana kita mengendalikan perasaan cemburu tersebut. Jika kita mengendalikan perasaan cemburu dengan baik, maka hubungan yang dijalin akan mengalami pertumbuhan ke arah positif.

Namun, sebaliknya jika cemburu yang kita rasakan sudah tidak masuk akal. Maka kita perlu bersiap untuk berubah atau menghadapi kemungkinan terburuk dalam satu hubungan. .

 

Bagaimana Menurut Anda?
+1
3
+1
0
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket