Banner Header Tanya Ahli SOP

Gempa Bumi? Apa Saja yang Harus dilakukan?

Browse By

Pada 28 September 2018, pukul 18.02 Waktu Indonesia Tengah, tercatat sebagai waktu kelam dan mencekam bagi warga di Sulawesi Selatan. Gempa berkekuatan 7,4 SR yang memicu Tsunami dengan ketinggian 1,5 meter telah merenggut banyak nyawa, termasuk anak-anak.

Tak bisa dipungkiri, wilayah Indonesia merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadi gempa. Tak hanya itu, dilihat dari jumlah korban jiwa, Indonesia menempati peringkat ke 3 terbesar di dunia, yaitu 198.487 orang dari tahun 1900-2016.

Kurangnya peringatan dini serta ketidaktahuan masyarakat dalam mengatasi gempa menjadi salah satu faktor utama banyaknya korban jiwa berjatuhan. Banyak masyarakat yang masih awam kemana harus berlindung saat terjadi gempa. Kebanyakan orang justru berlari kesana kemari. Akibatnya banyak orang yang tertimpa reruntuhan bangunan.   

Setiap orang tentu memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melindungi diri sendiri dan keluarga. Khususnya anak-anak yang belum mengerti apa yang sedang terjadi. Oleh karena itu, orangtua perlu tahu 3 langkah dasar terkait gempa, yaitu

  1. Pahami apa yang harus dilakukan sebelum, selama dan setelah gempa
  2. Buat rencana darurat keluarga, sehingga semua keluarga paham apa yang harus dilakukan dan kemana harus pergi dalam keadaan darurat
  3. Ambil perlengkapan darurat (emergency kit/ kotak P3K), sehingga Parents dan keluarga dapat bertahan setidaknya selama 72 jam sebelum bantuan datang.

Apa Yang Harus Diketahui Tentang Gempa Bumi?

Gempa Bumi Skala Kecil-Sedang

  • Waktu berlangsung hanya beberapa detik dengan resiko kecil
  • Lampu-lampu di rumah atau di jalan bisa bergerak
  • Beberapa orang mungkin merasakan getaran
  • Jika Anda dekat dengan pusat gempa, kemungkinan mendengar bunyi keras diikuti dengan goncangan.

Gempa Bumi Skala Besar

  • Waktu berlangsung bisa beberapa menit dengan resiko besar
  • Terjadi pergerakan tanah atau lantai di berbagai tempat.
  • Terjadi guncangan diikuti dengan gerakan berputar sama seperti saat Anda berada di laut. Guncangan ini bisa terjadi saat Anda dekat maupun jauh dari pusat gempa.
  • Beberapa orang akan merasa pusing dan tidak mampu berjalan saat terjadi gempa
  • Jika Anda berada di lantai 2 atau lebih dari suatu bangunan, Anda bisa saja hanya merasakan goncangan yang lebih kecil. Namun Anda akan merasakan bangunan bergerak jauh dari sisi ke sisi.
  • Anda akan mendengar suara menderu.
  • Semua listrik akan padam.

Bagaimana Mengatasi Gempa?

Step 1. Sebelum Gempa

  • Ajarkan semua anggota keluarga termasuk anak-anak untuk menghadapi terjadinya gempa. Khususnya kemana harus berlindung saat terjadi gempa.
  • Ajarkan pada anggota keluarga yang cukup umur bagaimana memadamkan aliran listrik di rumah sehingga mencegah terjadinya konsleting listrik
  • Tempatkan cermin, lukisan atau benda-benda yang digantung lain dalam posisi yang aman. Sehingga mengurangi resiko terjatuh dari kait.
  • Letakkan furniture berat pada rak-rak yang rendah sehingga mengurangi resiko tertimpa saat gempa datang.
  • Gunakan tirai pada kaca jendela atau pintu di rumah. Fungsinya untuk mencegah kaca berhamburan ke segala arah saat pecah.
  • Jangan menggantung lukisan atau furniture berat di atas tempat tidur.
  • Jauhkan barang yang mudah terbakar dari sumber panas untuk menghindari kebakaran.
  • Selalu siapkan satu tas berisi perlengkapan darurat (emergency kit) seperti air minum, kotak P3k, senter, dll di rumah, dan beritahu kepad anggota keluarga tentang emergency kit ini.
  • Tinjau rencana darurat Anda bersama keluarga.

Step.2 Saat Terjadi Gempa

Jika Anda di Dalam Ruangan (Indoor)

  • Tetap berada di dalam ruangan. Jangan panik dan berusaha buru-buru lari keluar.
  • Berlindunglah di bawah furniture yang kokoh seperti kolong meja, kolong tempat tidur atau furniture kokoh lainnya.
  • Lindungi kepala Anda dan bagian tubuh lainya untuk mencegah tertimpa benda berat.
  • Bersiaplah untuk berlari segera saat gempa berhenti. Cari dan ingatlah letak tangga darurat dari tiap gedung,jangan gunakan lift untuk keluar gedung.
  • Jika Anda tidak menemukan furniture yang kokoh seperti meja atau tempat tidur. Rapatkan tubuh Anda pada dinding sambil berjongkok. Jangan lupa lindungi kepala dan leher Anda.
  • Jika Anda di pusat perbelanjaan. Masuklah ke salah satu toko dan hindari kaca jendela dan rak-rak yang berat.
  • Jika Anda di sekolah. Segera berlindung di bawah meja. Hindari jendela kaca.
  • Jika Anda di kursi roda. Kunci kursi roda dan lindungi kepala dan leher Anda

Jika Anda Di Luar Ruangan (Outdoor)

  • Tetap berada di luar. Jangan berusaha masuk ke dalam suatu bangunan
  • Berlarilah ke area terbuka dan jauhi bangunan.
  • Jika Anda berada di tempat yang ramai orang. Lindungi diri Anda agar tidak terinjak

Jika Anda di Dalam Kendaraan

  • Parkirkan kendaraan Anda di tempat aman dan tidak menghalangi jalan.
  • Hindari jalan layang, jembatan, underpass dan bangunan apa saja yang bisa runtuh
  • Hentikan mobil dan tetap diam.
  • Sebaiknya jangan mencoba untuk berlari dari kendaraan Anda. Tunggu sampai diselamatkan.
  • Tempatkan tanda “TOLONG/HELP” di kendaraan Anda. Agar team penyelamat tahu dan segera menolong Anda.
  • Jika Anda berada dalam bus/ transportasi umum. Tunggu hingga bus berhenti. Berlindunglah di tempat yang aman. Duduklah dalam posisi jongkok dan lindungi kepala Anda dari serpihan yang jatuh.

Step. 3 Setelah Gempa Bumi

  • Tetap tenang. Bantulah orang lain jika memungkinkan
  • Dengarkan radio atau televisi. Ikuti instruksi pihak berwenang.
  • Kenakan sepatu yang kokoh agar terhindar dari cedera serpihan kaca dan bangunan.
  • Jauhi dinding bangunan untuk mencegah terjadinya reruntuhan jika terjadi gempa susulan
  • Jangan masuk ke rumah atau bangunan lain jika Anda tidak yakin tempat itu aman
  • Setelah Anda menyelamatkan anggota keluarga sendiri,periksa tetangga.
  • Segera hubungi bantuan darurat: RS terdekat, Tim SAR, dll.

yang dilakukan saat gempa bumi

 

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang beresiko tinggi. Oleh karena itu pastikan Parents mengedukasi anak-anak dan anggota keluarga lain untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk mengedukasi bagaimana melindungi diri sendiri.

Baca Juga :

  1. Pahami Trauma Pasca Bencana: Atasi dengan Langkah Ini
  2. Apa Saja Yang Harus Ada di Kotak P3K?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *