Banner Header

5 Ketakutan Saat Menjadi Seorang Ayah

Browse By

Tidak seperti para Ayah dari generasi sebelum Anda, para Ayah modern saat ini nyatanya lebih banyak “turun tangan” dalam pengasuhan dan perkembangan anak-anak. Hal ini disampaikan oleh William Pollack, PhD, direktur Center for Men and Young Mend di RS. McClean, Belmont.

Kemungkinan besar, karena para Ayah modern sangat memahami betapa pentingnya peran Ayah dalam perkembangan buah hatinya. Hal inilah yang membuat Ayah modern sangat antusias dalam meningkatkan pengetahuan di bidang parenting.

Meskipun sudah banyak belajar tentang parenting, banyak sekali calon Ayah yang merasa ketakutan saat si kecil terlahir nanti. Kira-kira ketakutan apa saja sih yang dirasakan Ayah?

5 Ketakutan Menjadi Ayah

  • Takut Menemani Persalinan

Ketakutan pertama menjadi seorang Ayah adalah takut menemani persalinan istri. Kebanyakan calon Ayah merasa takut dan tidak tega melihat istrinya menangis kesakitan selama berjam-jam sebelum waktu persalinan. Menurut Susan Fox, seorang ahli terapi sekaligus penulis buku Rookie Dads (Pocket Books, 2001) mengungkapkan bahwa kebanyakan calon Ayah merasa sangat takut menemani proses persalinan istrinya. Meskipun, masih banyak calon Ayah yang sangat berani menemani persalinan.

Itulah mengapa, Fox menghimbau pada para Ayah untuk tetap berusaha memberi dukungan penuh pada istrinya saat menjalani proses persalinan. Bicarakan atau tanyakan pada dokter dan perawat yang merawat istri Anda, kira-kira apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu proses persalinan istri. Beberapa pertanyaan tersebut misalnya:

  • Obat apa saja yang mungkin didapat istri saya untuk membantu proses persalinan? Bagaimana obat tersebut diberikan? Apa saja efek sampingnya?
  • Jika istri saya memerlukan operasi cesar, apa saja yang perlu saya persiapkan?
  • Apa yang perlu saya lakukan segera setelah anak saya lahir?
  • Takut Tidak Hidup Bebas Saat Menjadi Ayah

Cukup banyak pria yang mengaku merasa takut akan kehilangan kebebasan saat nantinya menjadi seorang Ayah.

Beberapa pria mungkin akan merasa takut tidak bisa melihat teman-temannya lagi, takut tidak bisa melakukan hobinya lagi dan lain sebagainya.

Susan Fox mengungkapkan bahwa, menjadi Ayah bukan berarti akhir dari segalanya. Ayah tetap bisa melakukan hobinya atau tetap bisa bersenang-senang dengan teman-teman, tapi dengan penjadwalan sebelumnya. Dr. Pollack bahkan mengatakan bahwa menjadi seorang Ayah sama dengan memiliki kehidupan dan semangat baru yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Jadi, nikmati saja semua proses tersebut.

  • Takut Tidak Mampu Mengurus Bayi

Ketakutan lainnya menjadi seorang Ayah adalah takut tidak mampu mengurus bayi. Ketakutan ini diperkuat dengan stereotip bahwa bayi hanya mampu diurus oleh Ibu. Padahal, mengurus bayi bukanlah hal menakutkan.

Yang paling penting bagi Ayah sebelum mengurus bayi adalah memahami panduan dalam merawat bayi bagi Ayah baru jauh-jauh hari. Dengan memahami panduan merawat bayi jauh hari sebelum persalinan, maka Ayah sudah pasti siap dan mampu mengurus bayi seperti seorang Ibu.

ketakutan menjadi seorang ayah 

  • Takut Keintiman dengan Istri Terganggu

Bukan hanya takut tidak bebas bersama dengan teman, ketakutan terbesar menjadi seorang Ayah adalah takut keintiman dengan istri terganggu. Kondisi ini wajar dan dialami oleh hampir semua pria di luar sana. Hal yang perlu Anda lakukan dengan istri adalah selalu kompak dalam mengambil waktu intim bersama. Sebaiknya diskusikan hal ini jauh sebelum persalinan.

  • Takut Tidak Bisa Mencukupi Kebutuhan

Ketakutan lain menjadi seorang Ayah adalah takut tidak mampu mencukupi kebutuhan dengan datangnya anggota keluarga baru. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya Anda lakukan persiapan finansial sebelumnya. Misalnya dengan memiliki penghasilan tetap, memiliki asuransi kesehatan, mulai menabung dana khusus untuk bayi dan lain sebagainya.

Ketakutan menjadi seorang Ayah memang sering dialami para calon Ayah di luar sana. Nah, dari daftar diatas, ketakutan mana sih yang paling sering Anda rasakan sebelum menjadi Ayah?

Baca juga:

  1. Ini Dia Panduan Merawat Bayi Untuk Para Ayah Baru!
  2. Apa Saja yang Dirasakan Pria Saat Jadi Ayah?
  3. Punya Anak Harus Punya Persiapan Finansial?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *