Panduan merawat bayi bagi Ayah baru
Bayi Parenting

Ini Dia Panduan Merawat Bayi Untuk Para Ayah Baru!

“Bayi tidak datang dengan buku panduan”

Ya kira-kira ini yang sering harus disadari sekaligus menjadi hal yang disayangkan bagi Parents khususnya para Ayah baru. Mungkin saja Anda berpikir, akan sangat mudah jika ada buku petunjuk di setiap kelahiran dan bisa membahas semua hal yang dibutuhkan bayi lengkap dengan tata caranya.

Nah, alih-alih berkhayal hal yang tidak-tidak bagaimana jika Ayah mulai belajar dan mempersiapkan diri merawat bayi. Beberapa catatan berikut ini bisa Ayah gunakan sebagai persiapan menyambut kehadiran buah hati. Kira-kira apa saja sih yang bayi butuhkan dari Ayah?

Apa yang Harus Ayah Lakukan Sesaat setelah Kelahiran?

Salah satu hal yang bisa Ayah lakukan sesaat setelah bayi lahir adalah menggendongnya. Tapi bukan menggendong biasa, menggendong kali ini dilakukan skin to skin. Artinya, Ayah menggendong bayi dengan melakukan kontak dari kulit bayi ke kulit Ayah. Hal ini dilakukan agar bayi bisa tenang setelah mengalami pengalaman yang menegangkan pasca proses persalinan. Skin to skin contact ini bisa Ayah lakukan selama beberapa minggu.

Banyak sekali kegunaan dari skin to skin contact ini, misalnya menstabilkan detak jantung, menstabilkan pernapasan bayi, menstabilkan tekanan darah, mempertahankan suhu tubuh bayi dan mengurangi tangisan bayi. Tak hanya itu, skin to skin contact ini juga berfungsi untuk membentuk ikatan antara Ayah dan anak.

Jika Ayah masih bingung bagaimana cara melakukannya? Caranya cukup mudah, tanggalkan pakaian bayi kecuali popok atau diapernya, jangan lupa untuk menanggalkan baju Ayah, lalu gendong bayi dengan posisi tubuh bayi menempel pada dada Ayah. Anda juga bisa minta bantuan perawat jika masih cukup takut menggendong bayi yang baru saja lahir.

Nah, jika menggendong memang suatu hal yang cukup menegangkan bagi Ayah, bagaimana jika Ayah mulai belajar mengganti popok si kecil? Apa saja sih yang diperlukan si kecil saat popoknya basah? Ini catatan untuk Ayah:

Cara Mengganti Popok Bayi:

  • Amati Bayi

Langkah pertama sebelum mengganti popok bayi adalah memastikan apakah Anda perlu mengganti popok bayi. Cara memastikannya adalah jika Ayah merasa mencium bau BAB atau jika bayi menangis dan popok kain bayi sudah basah, maka saatnya mengganti popok bayi Anda.

  • Dekatkan Perlengkapan Popok Bayi

Nah, jika Ayah sudah memastikan bayi butuh ganti popok maka segera ambil perlengkapan bayi, dan dekatkan di tempat yang ingin Ayah gunakan untuk mengganti popok. Beberapa perlengkapan yang bisa disiapkan misalnya, popok bersih, tisu basah, air untuk membersihkan. Ayah juga bisa menggunakan masker penutup hidung jika merasa bau BAB atau air seni anak cukup mengganggu.

  • Tanggalkan Popok yang Kotor

Setelah Ayah menyiapkan segala perlengkapan si kecil, mulailah untuk mengganti popoknya. Pertama-tama tanggalkan popok yang sudah kotor dengan cara memegang pergelangan kaki bayi, lalu angkatlah perlahan. Gunakan bagian bersih dari popok yang kotor untuk membersihkan kotoran terlebih dahulu.

  • Menyeka Pantat Bayi

Setelah Anda menanggalkan popok kotor bayi, lalu mulailah menyeka pantat bayi Anda dengan tisu basah atau dengan kapas basah. Lakukan hal ini dari arah depan ke belakang agar bakteri atau kuman tidak menyebar di organ intim bayi. Lakukan dengan perlahan dan sampai bersih. Letakkan popok kotor Anda di tempat sampah, atau jika Anda menggunakan popok kain, maka sisihkan dulu untuk bisa dicuci kemudian.

  • Keringkan Pantat Bayi

Untuk menghindari ruam pada pantat bayi, sebaiknya pastikan pantat bayi selalu dalam keadaan kering. Anda bisa menyekanya dengan tisu kering setelah menggunakan tisu basah.

  • Mengganti Popok

Setelah pantat bayi bersih, segeralah mengganti popok bayi Anda. jangan lupa merekatkan bagian sisi-sisi nya jika bayi menggunakan diaper. Tapi, jika bayi menggunakan popok kain, maka jangan lupa untuk mengikatnya. Pastikan ikatan popok kain tidak terlalu kencang. Nah setelah semua selesai, Ayah bisa kembali bermain dengan si kecil.

Catatan Penting untuk Ayah:

  • Bayi perlu Bersendawa

Perlu Ayah ketahui bahwa bayi butuh bersendawa sesaat setelah minum ASI. Hal ini karena bayi juga menelan udara saat menyusu pada Ibu. Nah, bersendawa berfungsi untuk mengeluarkan gelembung udara ini. Untuk itu, setelah bayi minum susu formula atau ASI, segera gendong dia dengan posisi di pundak. Posisi ini akan membantu bayi untuk bersendawa.

  • Observasi Saat Bayi Menangis

Bayi memang masih sering menangis. Untuk itu tugas Ayah adalah mengobservasi mengapa bayi menangis. Nah, beberapa hal yang membuat bagi menangis adalah

  • Popok yang kotor karena air seni atau BAB.

Jika ini terjadi segera ganti popoknya seperti langkah diatas.

  • Terlalu banyak gas di perut.

Jika hal ini terjadi, maka tidurkan bayi terlentang, lalu gerakkan kaki dan pinggulnya ke atas dan ke bawah sama seperti sedang mengayuh sepeda. Ayah juga bisa memijat lembut perutnya dengan arah melingkar.

  • Tidak Nyaman.

    Bayi juga bisa merasa tidak nyaman. Mungkin karena kepanasan, kedinginan, rasa gatal di bagian tubuh tertentu. Untuk itu mulailah memeriksa bagian tubuh bayi. Ayah bisa mengganti baju bayi dengan pakaian yang tipis jika bayi memang berkeringat. Karena kepanasan. Jangan lupa periksa terlebih dahulu suhu tubuh bayi dengan menempelkan punggung tangan Ayah.

  • Kesepian.

    Ya, bayi juga bisa kesepian. Jika hal ini dialami oleh bayi Anda maka ajaklah Ia bermain. Ayah bisa membuat wajah-wajah konyol agar bayi tertawa.

  • Lapar.

    Lapar memang selalu bisa membuat bayi menangis. Untuk itu ingat-ingat lagi kapan terakhir kali bayi minum susu. Jika sudah cukup lama maka Ayah bisa memberinya susu lagi.

  • Demam.

    Bayi memang cukup rawan dengan demam nih. Nah, Anda juga bisa memeriksa suhu tubuh bayi. Gunakan tangan atau termometer jika Anda tidak cukup yakin. Segera kunjungi dokter jika suhu tubuh bayi cukup tinggi.

Nah, jika Ayah sudah menemukan penyebab bayi menangis maka Ayah bisa melakukan tindakan yang tepat. Namun jika bayi tetap saja menangis, Ayah bisa menenangkannya dengan beberapa langkah, misalnya menggendong bayi.

Merawat bayi memang tidak mudah. Oleh karena itu Ayah perlu banyak belajar merawat bayi. Perkaya literasi tentang tata cara merawat bayi. Ayah juga bisa selalu memperhatikan saat pasangan merawat bayi di rumah. Hal ini penting agar Ayah bisa belajar langsung dari ahlinya.

Artikel Lainnya:

  1. Tips Untuk Ayah: Menenangkan Bayi Menangis
  2. 6 Alasan Penting Mengapa Orangtua Seharusnya Mengikuti Kelas Parenting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *