Banner Header Promo Oktober

Hadapi Anak “Bossy”? Ini Tips Untuk Parents

Browse By

“Mama ambilin Tiara minum!”

“Mama matiin Tv nya!”

Semua dilakukan Tiara sambil teriak teriak. “Belakangan ini, kenapa ya, Tiara suka sekali memerintah dan pemarah..” pikir mama.

Apa Parents mengalami hal yang sama? Ya sepertinya anak kita mulai “bossy” atau suka memerintah layaknya seorang bos.

Perilaku “bossy”, pada anak bisa terjadi karena proses imitasi. Anak cenderung punya sikap meniru (imitation) dan meniru orang dewasa karena ingin menjadi seperti orang dewasa.

Pernahkah Parents melihat anak perempuan Parents menggunakan lipstik? Atau bergaya di depan cermin sambil menggunakan dasi? Ya ini contoh sederhana dari meniru (imitasi).

Dr. Howard Klein, M.D direktur perilaku pediatri di RS.Sinai, Baltimor dilansir dari situs Parents.com mengungkapkan bahwa perilaku imitasi bahkan dilakukan sejak anak baru lahir. Misalnya saat bayi menjulurkan lidah mengikuti mimik orang tua.

Mulai sekarang sebaiknya Parents hati-hati dalam bersikap. Salah-salah saat orangtua memerintah orang lain, hal itu ditiru anak. Akhirnya anak berperilaku “bossy” pada teman dan lingkungan sekitar.

Bagaimana Mengatasi Anak “Bossy?

1. Jadi Contoh Baik (Role Model) Untuknya

Jadilah contoh yang baik bagi anak. Saat Parents ingin meminta sesuatu, pilihlah kata dan intonasi yang sopan. Parents bisa menggunakan kata “tolong” sebelum meminta sesuatu.

Misalnya, “Bisa tolong ambilkan mama pensil itu?” Ajarkan anak meminta sesuatu dengan baik dan sopan.

Dengan begini anak akan meniru hal yang baik sehingga mengurangi sikap “bossy” pada dirinya.

2. Jangan Bereaksi

Saat anak mulai “bossy” dan memerintah Parents, atau orang yang lebih tua, jangan bereaksi apapun. Parents tidak perlu marah atau tertawa. Tetap tenang dan minta anak mengulangi permintaan nya dengan sopan.

3. Diam

Diam bisa jadi solusi yang tepat untuk anak “bossy”. Saat anak memerintah, Parents tidak perlu melakukan apapun untuknya. Ajarkan padanya bahwa dia bukanlah bos yang bisa seenaknya memerintah.

4. Beri Nasihat

Nasehati anak saat dia “bossy” terhadap orang lain seperti pada teman-temanya. Tapi ingat Parents jangan memarahi anak di depan teman-temannya. Parents cukup berbisik padanya untuk tidak memerintah.

Parents juga bisa menasehati anak saat dia ditinggalkan teman-temannya karena perilaku “bossy” nya. Alih-alih berempati pada anak, Parents harus membantu anak mengatasi hal negatif tersebut.

Mengatasi anak “bossy” memang gampang-gampang susah Parents. Jangan mudah terpancing emosi dan tetaplah tenang dalam menghadapi anak. Parents bisa menggunakan langkah di atas untuk menghadapi anak  yang berlaku “bossy”.

Baca Juga:
  1. Lima Penyebab Anak Tidak Percaya Diri
  2. Cara Membesarkan Anak yang Bisa Mencintai Diri Sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *