Banner Header Komunitas SOP

Lima Penyebab Anak Tidak Percaya Diri

Browse By

Jangan buru-buru mengeluh atau menyalahkan anak karena mereka memiliki kepercayaan diri yang rendah. Ingat, sikap anak adalah bentukan dari orang tuanya. Bisa jadi, anak menjadi sangat pemalu atau sangat tidak percaya diri karena cara Anda kurang tepat dalam mendidiknya. Daripada sibuk menyalahkan anak dan memarahinya, lebih baik cari tahu apa yang menyebabkan anak tidak percaya diri. Dengan tahu penyebabnya, Anda bisa melakukan upaya untuk membuat anak semakin percaya diri.

Menurut Anna Surti Ariani, M. Si, setiap anak pada dasarnya punya potensi untuk membangun kepercayaan diri. Satu hal yang harus orang tua tahu adalah proses pembentukan rasa percaya diri ini dimulai pada tiga tahun pertamanya. Setiap anak berpotensi untuk tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Hal ini bergantung pada bagaimana orangtua menanganinya. Orangtua harus memberikan stimulasi yang tepat. Jangan sampai melakukan hal-hal yang malah membuat anak kehilangan kepercayaan diri.

Perlu orangtua tahu, inilah 5 hal yang menjadi penyebab anak kehilangan kepercayaan dirinya.

👦 Membandingkan

Siapa sih di dunia ini yang suka dibanding-bandingin? Tentu tidak ada yang suka, begitupun buah hati kita. Tidak sedikit orangtua yang suka membanding-bandingkan anak mereka dengan anak lain yang dinilai lebih baik, lebih cerdas, lebih pintar, dan lebih segalanya dari anak mereka. Mungkin, tujuannya agar anak mencontoh teman-temannya yang lebih pintar, supaya anak mau segera belajar, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, justru cara ini bisa membuat anak kehilangan kepercayaan dirinya. Anak akan berpikir bahwa ia tidak punya keahlian apa-apa seperti teman-temannya yang lain. Yang harus orangtua mengerti adalah bahwa setiap anak itu spesial. Ada banyak cara lain yang lebih bermanfaat untuk menstimulasi anak. Jadi, berhenti membanding-bandingkan ya.

Penyebab anak tidak percaya diri

👦 Terlalu banyak menuntut anak

Kadang-kadang, orangtua bisa menjadi seseorang yang terlalu banyak menuntut. Tujuannya memang baik, yaitu agar anak-anak tumbuh menjadi anak penuh prestasi sesuai target-target yang ditentukan orangtua. Akan tetapi, terlalu banyak tuntutan bisa membuat anak menjadi tidak berdaya dan tidak lagi percaya diri. Terlebih jika tuntutan tersebut tidak sesuai dengan kemampuan anak.

👦 Sering menghukum anak

Setiap anak pasti pernah melakukan kesalahan. Ini adalah cara mereka untuk belajar tentang kehidupan. Dengan melakukan kesalahan, anak-anak akan belajar untuk menjadi yang lebih baik. Namun, sebagian besar orangtua menanggapi kesalahan anak dengan sesuatu yang berlebihan, yaitu menghukum anak. Misalnya, saat nilai sekolah anak jelek, orangtua menghukumnya dengan mengurangi uang jajan. Cara ini justru akan membuat anak kehilangan kepercayaan diri. Daripada menghukumnya, lebih baik Anda menyemangatinya agar si anak tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

👦 Terlalu Memanjakan Anak

Dampak negatif orangtua yang terlalu memanjakan anak adalah anak kurang mandiri. Kelak, ketika dewasa, anak jadi kesulitan mengerjakan sesuatu karena awalnya semua pekerjaan tersebut dibantu oleh orangtua. Anak jadi kurang percaya diri jika tidak ada orangtua mereka.

👦 Stres saat hamil

Menurut Anna, psikolog anak dan remaja, ibu yang terlalu stress saat hamil cenderung berpotensi memiliki anak yang mudah depresi. Anak-anak seperti ini biasanya sangat susah membangun rasa percaya diri. Jika sudah begini, Anda harus punya cara yang lebih baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak.

Jika ingin anak Anda tumbuh menjadi anak yang percaya diri, silahkan hindari lima hal yang telah dijelaskan di atas. Bagaimanapun, rasa percaya diri adalah bekal penting anak menghadapi kerasnya kehidupan.

Baca juga:

  1. Bagaimana Menumbuhkan Kepercayaan Diri Pada Anak?
  2. Kelas Online: “Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak” bersama Psikolog Sonia Utari Alatan,M.Psi., psikolog (khusus anggota komunitas School of Parenting)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *