Cara Mulai Mengenalkan Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini

Browse By

Menganggap tabu pendidikan seks pada anak usia dini dianggap sudah tidak sesuai zaman. Ya, di era milenial di mana kejahatan seksual seperti pedofilia semakin tinggi, seharusnya cukup membuka mata para orang tua untuk mulai mengajarkan pendidikan seks sejak dini. Orang tua milenial harus mulai memberikan informasi terkait hal seksual pada anak, salah satunya mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan terkait organ intim anak-anak.

Namun, tidak semua informasi mengenai seksualitas harus dijelaskan secara detail. Nah, berikut ini cara mudah untuk memulai mengenalkan pendidikan seksual pada anak usia dini.

  • Kenalkan Bagian Tubuh

Hal pertama yang harus dilakukan oleh Orang tua  adalah mengenalkan bagian-bagian tubuh anak. Anda bisa mengenalkan bagian-bagian tubuh tersebut melalui media gambar. Jangan lupa untuk mendampingi anak dalam proses mengenalkan. Sebaiknya kenalkan nama-nama bagian tubuh (organ intim) dengan nama ilmiah. Misalnya alih-alih menyebut “nenen”, sebaiknya kenalkan dengan istilah “payudara”.

Nah, orang tua juga bisa bercerita nih pada anak, misalnya “Di dalam perut mama itu seperti ini, sama seperti perut adek, ini namanya rahim, ini indung telur, nah nanti adik bayi bobonya di sini selama 9 bulan.

Hal serupa juga berlaku dalam penyebutan “penis” bagi organ intim anak laki-laki dan “vagina” pada organ intim anak perempuan. Menyebutkan nama organ intim dengan istilah ilmiah berfungsi untuk menghilangkan paradigma masyarakat bahwa pendidikan seksual adalah tabu. Padahal sebenarnya, pendidikan seksual sangat penting gunanya untuk mencegah kejahatan seksual. Lebih daripada itu, mencegah kejadian kehamilan di usia muda dan penyebaran penyakit kelamin.

Jangan lupa untuk mengenalkan fungsi dari masing-masing organ tubuh secara sederhana. Tegaskan juga bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain. Misalnya bagian dada, bibir, pantat dan organ-organ intim (reproduksi). Jangan lupa tambahkan pihak siapa saja yang boleh menyentuh organ intim tersebut. Misalnya katakan, “Jika adek pup atau pipis, harus dibersihkan, nah yang boleh bantu membersihkan hanya mama dan papa”.

  • Ajarkan Konsep Gender

Setelah Ada mengenalkan bagian-bagian tubuh pada anak, kini mulailah mengenalkan konsep gender pada anak. Ajarkan pada anak tentang perbedaan jenis kelamin antara perempuan dan laki-laki. Berikan contoh sederhana, bahwa perempuan akan seperti Ibu dan laki-laki akan seperti Ayah. mengajarkan konsep gender juga berfungsi untuk mengajarkan anak penggunaan toilet dan pakaian yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Anda juga bisa mengenalkan konsep gender pada anak usia dini dengan cara yang lebih menyenangkan.

  • Tanamkan Budaya Malu pada Anak

Namanya anak-anak mungkin masih sering hanya pakai baju dalam di lingkungan rumah. Namun, Anda perlu menanamkan budaya malu pada anak sejak dini. Ajarkan juga batas-batas dalam bermain dengan lawan jenis. Beri anak arahan untuk tidak melepas atau mengganti pakaian di depan umum.

  • Batasi Anak Menonton TV

Menonton televisi terlalu lama juga berdampak buruk bagi anak. Tidak semua tayangan televisi dikhususkan untuk anak-anak. Terlebih, tidak semua program televisi bernilai positif bagi anak. Banyak juga program yang menampilkan adegan-adegan yang belum pantas dilihat oleh anak-anak. Nah, inilah yang kadang mengakibatkan anak-anak meniru hal-hal yang berbau negatif, misalnya adegan-adegan yang menjurus ke pornoaksi dan pornografi.

  • Awasi Gadget dari Anak

Anak-anak zaman sekarang memang disuguhi teknologi yang serba canggih, misalnya gadget. Kebanyakan anak-anak tertarik menggunakan gadget karena bisa bermain game dan menonton video lewat aplikasi seperti Youtube dengan leluasa. Sayangnya, banyak konten-konten yang bermuatan dewasa termasuk pornografi. Untuk itu, alangkah baiknya anak mulai dijauhkan dari gadget. Alih-alih bermain game melalui gadget, Anda bisa mengajak anak bermain permainan yang lebih melatih kecerdasan seperti puzzle,Monopoli,  dan lain sebagainya.

  • Ajarkan Anak untuk Terbuka Sejak Dini pada Orang Tua

Anak-anak perlu diajarkan bersikap terbuka pada orang tua. Katakan pada anak bahwa mereka boleh bercerita apa saja pada orang tua. Cara ini berfungsi agar orang tua tau sampai dimana perkembangan seksualitas anak. Terlebih, orang tua bisa mengetahui jika ada perlakukan yang tidak pantas dan mengarah ke kejahatan seksual dari orang lain pada anak.

  • Diskusi Sederhana

Anda tentunya bisa mengajak anak berdiskusi secara sederhana tentang pendidikan seks. Anak-anak sebenarnya butuh contoh konkrit tentang segala sesuatu. Maka Anda bisa mengajak diskusi saat membantu anak berpakaian. Misalnya katakan pada anak bahwa “Bagian ini namanya “vagina” atau “penis”, nah bagian tersebut tidak boleh dilihatkan dan disentuh oleh orang lain selain mama dan papa ya, dek”. Dari sana akan muncul pertanyaan lanjutan pada anak. Untuk itu jawablah dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.

Pendidikan seks pada anak usia dini memang penting Parents. Untuk itu, Parents perlu membekali diri mengenai pengetahuan seksualitas anak usia dini. Jangan sampai saat anak bertanya, Parents kesulitan menjawab. Sebaiknya perkaya diri dengan berbagai wawasan terkait parenting khususnya pendidikan seks anak usia dini. Anda bisa mengikuti kelas-kelas parenting atau membaca berbagai macam buku. Jadi, bukan hanya anak yang belajar, Parents juga harus mulai belajar dari sekarang.

Baca juga artikel lainnya:

  1. Kapan Memulai Pendidikan Seks?
  2. Tahapan Perkembangan Seksual Anak
  3. Mengenalkan Konsep Gender Pada Anak Usia Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *