Banner Header Tanya Ahli SOP

Iseng Ikut Kuis Kepribadian Online, Akurat Gak Sih?

Browse By

Apakah Anda sering mengikuti kuis kepribadian online atau tes kesehatan mental online yang banyak terdapat di berbagai media sosial saat ini? Mungkin pada awalnya Anda hanya iseng atau coba-coba sambil mengisi waktu luang, karena banyak orang yang menganggap kuis kepribadian online ini cukup menyenangkan. Mulai dari menebak kepribadian dari makanan favorite, dekorasi ruangan yang paling disukai, atau dari pilihan hewan peliharaan.

Anda mungkin seringkali menemukan kuis kepribadian online untuk menentukan pasangan atau jodoh mana yang sesuai dengan kepribadian Anda. Memang sedikit terkesan aneh bagi beberapa orang, namun banyak juga yang mempercayainya dan cukup sering mengikuti kuis kepribadian online.

Nah, berawal dari kuis kepribadian online, banyak juga yang kemudian mulai mencari tahu kesehatan mental dirinya melalui berbagai macam tes online. Beberapa tes kesehatan mental ini cukup sering digunakan oleh perusahaan untuk menentukan apakah calon karyawan memiliki pribadi yang baik dan sesuai dengan perusahaan.

Bahkan, sejumlah perusahaan juga menggunakan tes ini pada karyawannya untuk memfasilitasi kerja tim, dan lain sebagainya.

Pertanyaan yang muncul sekarang, apakah tes kesehatan mental atau kuis kepribadian online ini benar-benar akurat?

Banyak ahli berpendapat bahwa kuis atau tes kepribadian dan kesehatan mental ini sebenarnya tidak akurat.

Hal ini karena, hasil dari kuis atau tes tersebut seringkali hanya berupa “label” tertentu yang diberikan bagi seseorang.

Contoh, saat seseorang lebih banyak menjawab kuis atau tes tersebut ke arah bahwa Ia adalah orang yang terlalu rapi, rajin atau teratur. Maka hasil tes kemudian menunjukkan bahwa kepribadian orang tersebut termasuk “OCD” (Obsessive compulsive disorder) atau kecenderungan orang melakukan kegiatan dengan pola yang sama secara terus menerus.  

Hasil yang muncul setelah seseorang mengikuti kuis atau tes tersebut sebenarnya cukup membingungkan karena hanya berdasarkan kebiasaan seseorang.

Hasil dari tes atau kuis tersebut juga bisa saja berubah jika Anda mengulanginya beberapa hari kemudian. Khususnya jika jawaban yang Anda berikan berbeda dengan jawaban saat pertama kali mencoba kuis atau tes tersebut.

Jadi, kuis atau tes kepribadian dan kesehatan online yang mendiagnosa Anda ke dalam “label-label” tertentu sebenarnya tidak akurat atau tidak bisa digunakan sebagai bahan acuan.

Lalu, apakah ada jenis tes online yang bisa dipercayai?

Sampai saat ini, para ahli terus melakukan penelitian dan terobosan baru dalam mengembangkan tes kesehatan mental online ini. Mereka terus memperdebatkan kriteria mana yang bisa menjamin seseorang didiagnosis pada kesehatan mental tertentu.

Pasalnya kriteria diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan kesehatan mental seseorang. Kriteria diagnostik ini tentunya bukan hanya berdasarkan “kebiasaan” seseorang, namun banyak faktor penentu lainnya.

Melihat permasalahan ini, APA (American Psychiatric Association) secara rutin selalu memperbaharui Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM) pada panduan diagnosisnya. Para peneliti lainnya pun telah mengembangkan sejumlah alat penilaian kesehatan mental online yang terbukti secara klinis. Alat-alat penilaian ini cukup mampu mendeteksi tanda-tanda berbagai kondisi kesehatan mental seseorang.

Alat-alat ukur ini bekerja dengan cara mengumpulkan gejala kondisi kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan dan menyusunnya menjadi pertanyaan-pertanyaan berdasarkan gejala tersebut. Alat penilaian berkualitas tinggi ini mengajukan pertanyaan yang sama dalam beberapa cara berbeda untuk memastikan hasil yang akurat. Sebagai contoh, beberapa penilaian pada tes kesehatan online menyajikan pertanyaan yang diambil dari Patient Health Questionnaire (PHQ-9), yang sering digunakan dokter untuk mendiagnosis depresi.

Sehingga jika Anda bertanya, apakah ada tes kesehatan mental online yang terpercaya, maka jawabannya adalah ada.

Namun, pastikan bahwa tes kesehatan mental online yang Anda gunakan hanya sebagai alat bantu awal untuk mendapatkan konseling pada ahli kesehatan mental selanjutnya. Sebaiknya penilaian online ini hanya digunakan sebagai alat untuk membantu diri sendiri dan bukan digunakan sebagai cara untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Pasalnya, tes kesehatan online tidak bisa mendeteksi kesehatan mental seseorang secara akurat. Satu-satunya yang bisa mendeteksi kesehatan mental atau kepribadian seseorang secara akurat hanya ahli kesehatan mental seperti psikolog. Hal ini karena penilaian secara online memiliki beberapa kekurangan pada tingkat:

  • Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan sebagai ukuran suatu alat dikatakan cukup akurat. Semakin banyak uji reliabilitas yang dilakukan pada suatu alat, maka alat tersebut bisa dikatakan semakin canggih.

Namun, tetap saja fungsi dari suatu alat buatan manusia memiliki batasan dan kekurangan tertentu. Sehingga hanya ahli kesehatan mental (Psikolog) yang mampu melengkapi kekurangan tersebut.

  • Reliabilitas Laporan Diri

Kekurangan lain pada tes kesehatan online adalah seseorang terkadang tidak jujur pada jawaban yang diberikan. Beberapa orang mungkin saja tidak mengakui poin tertentu pada pertanyaan.

Misalnya, mungkin saja seseorang tidak mengakui bahwa dirinya sulit menjalin pertemanan, bahwa Ia banyak menghabiskan uang untuk keperluan yang tidak penting dan lain sebagainya. Sehingga, kebanyakan tes kesehatan mental online hanya mengukur sesuai dengan hasil kepribadian yang diinginkan orang tersebut. Dengan kata lain, tingkat kejujuran seseorang yang menggunakan tes online tersebut sulit dideteksi.

Nah, jika Anda masih suka mengisi kuis kepribadian online maka sebaiknya hanya gunakan kuis tersebut sebagai kegiatan yang menyenangkan tanpa harus mengambil pusing atas hasil yang diperoleh.

Sedangkan bagi Anda yang menggunakan tes kesehatan mental online, sebaiknya gunakan tes tersebut untuk urusan pribadi dan sebagai langkah awal memperoleh konseling lanjutan dari psikolog. Karena, baik kesehatan mental atau kepribadian seseorang sebenarnya hanya mampu diketahui melalui bantuan psikolog dengan melakukan berbagai macam observasi.

Artikel terkait:

  1. Yang Sering Terlupakan: Kesehatan Mental Anak
  2. Siaga Masalah Kejiwaan Pada Lansia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *