Banner Header Komunitas SOP

Memutuskan Menikah Lagi, Bagaimana Menjelaskannya Pada Anak?

Browse By

Apakah anda single-parent? Memiliki rencana untuk menikah kedua kalinya? Tunggu, bagaimana dengan anak? Bagaimana menjelaskan pada mereka? Apa mereka bisa menerima situasi ini?

Kehidupan pernikahan memang tidak selalu sederhana, apalagi jika Anda memiliki anak. Ini bukan hal yang bisa anda putuskan dengan mudah Anda harus menjelaskan pada anak bahwa mereka akan memiliki orang tua baru.

Lalu, apakah dilarang menikah lagi? Tentu bukan begitu, Anda tetap bisa menjelaskan pada anak tentang pernikahan kedua Anda, dengan beberapa langkah berikut ini.

√ Katakan Pada Anak Hal yang Sebenarnya

Sebelum memperkenalkan calon pasangan anda,katakan pada anak  bahwa Anda memang menjalin hubungan dengan seseorang dan kemungkinan akan menikah lagi. Sejujur itu, tetapi tetap dengan bahasa yang dimengerti anak dan sesuai usianya.

Namun jangan lupa menjelaskan berbagai macam hal. Jelaskan padanya bahwa, walaupun Anda menikah lagi, rasa sayang Anda kepadanya tak ada yang berubah. Semua tetap sama. Anda tetap menyayangi anak dan ia adalah yang menjadi prioritas utama.

Jangan lupa untuk menjelaskan bahwa beberapa hal mungkin saja berubah karena anak akan memiliki anggota keluarga baru. Namun, jangan khawatir, yakinkan anggota keluarga baru tersebut juga akan menyayangi si anak.

Berjanjilah pada anak,Anda dan calon pasangan baru akan bekerja sama untuk membuat keadaan di rumah selalu nyaman dan bahagia.

√ Perkenalkan Pasangan Baru Anda

Kenalkan pasangan baru Anda pada anak. Undanglah pasangan baru Anda ke rumah untuk bertemu dengan keluarga. Pertemuan ini akan membantu anak Anda untuk dekat dan mengenal lebih jauh dengan pasangan.

Lakukan pertemuan ini secara terus menerus sebelum Anda memutuskan untuk menikah. Pertemuan yang dilakukan secara terus menerus akan membuat ikatan secara alami antara anak dan calon pasangan baru Anda.

Anda juga bisa membuat hubungan calon pasangan dengan anak semakin dekat dengan mengajak mereka pergi jalan-jalan bersama. Misalnya pergi ke kebun binatang atau ke tempat wisata lain. Melalui acara liburan ini, Anda juga akan mengetahui apakah pasangan Anda memang cocok menjadi figur Ibu/Ayah bagi anak.

√ Terbuka Kepada Anak

Usahakan untuk selalu terbuka kepada anak. Anak mungkin akan menanyakan berbagai macam hal tentang calon pasangan baru Anda. Jangan khawatir atau takut dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Sebaliknya, berusahalah untuk tenang dan menjawab setiap pertanyaan anak dengan jujur.

Anda juga bisa menjelaskan hubungan apa yang sedang dijalin saat ini. Apakah hanya teman dekat atau hubungan serius menjelang pernikahan. Libatkan anak dalam setiap keputusan Anda kedepannya.

√ Menunggu

Tidak semua perkenalan berjalan dengan sempurna. Termasuk saat Anda mengenalkan calon pasangan kepada anak. Beberapa anak mungkin memiliki respon negatif terhadap calon pasangan. Namun, jangan khawatir, respon ini mungkin hanya permulaan yang baik dari hubungan keduanya.

Usahakan untuk menunggu. Tunggulah sampai respon anak menjadi positif. Mungkin butuh waktu 1 minggu ,3 bulan, bahkan 1 tahun. Menunggu memang lebih bijak daripada memaksakan hubungan Anda kepada anak. Hal ini bisa saja malah akan mengganggu kedekatan Anda dengan anak.

Perhatikan juga bila anak merasa tidak nyaman,ketakutan atau tanda penolakan lainnya terhadap pasangan baru anda. Jika tanda ini muncul, jangan pernah memaksa anak. Pelan-pelan cari tahulah apa yang menjadi penyebabnya.

Penting Untuk Anda

Beberapa hal yang harus Anda ingat saat menjelaskan kepada anak adalah

√ Jelaskan Pernikahan Kedua Ini bukan Kesalahan Anak

Beberapa anak mungkin berpikir bahwa kegagalan pada pernikahan pertama adalah karena mereka. Anak justru menyalahkan diri mereka sendiri. Untuk itu, jelaskan pada anak sejak awal bahwa semua ini bukan salah mereka. Semua ini terjadi karena suatu alasan terbaik yang bisa Anda ambil dengan pasangan terdahulu.

√ Jelaskan Pada Anak Alasan Kegagalan Pernikahan Pertama

Anda bisa saja menjelaskan pada anak tentang kegagalan pada pernikahan pertama. Namun, usahakan jangan menjelaskan secara detail. Katakan saja pada anak bahwa perpisahan mungkin saja terjadi pada tiap pasangan. Namun, perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Anak masih tetap bisa bertemu dengan Ibu atau Ayah kandung mereka. Jelaskan juga, baik Ibu atau Ayah tetap mencintai anak apapun yang terjadi.

√ Anak Tidak Mengerti Tentang Pernikahan

Anak mungkin masih sangat kecil untuk mengerti tentang konsep menikah dan pernikahan. Untuk itu jelaskan tentang konsep pernikahan pada anak dengan bahasa yang sederhana. Jelaskan pada mereka tentang hal-hal yang baik karena akan membantu anak untuk menerima pernikahan kedua Anda.

Menikah kembali adalah hal yang penting dan cukup sensitif. Butuh waktu yang tepat untuk meyakinkan semua orang terhadap pernikahan kedua ini. Termasuk butuh waktu bagi Anda untuk memutuskan menikah lagi.

Bagi Anda yang sudah memiliki anak, sebaiknya fokus dalam menjelaskan pada anak. Jangan sampai anak belum siap terhadap pernikahan ini. Kesiapan anak adalah hal terpenting dalam pernikahan kedua Anda. Untuk itu, perlu adanya persiapan untuk menikah lagi. 

Yang terpenting, jangan pernah memutuskan tanpa melibatkan anak ya,Parents.

Baca Juga :

  1. Persiapan untuk Menikah Lagi
  2. Bercerai Saat Anak Usia Balita, Benarkah Lebih Mudah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *