Mencegah dan Mengatasi Obesitas Pada Anak
Anak Family Health Parenting

Menghalau “Hantu” Obesitas

Setiap orang tua mendambakan anak-anak yang sehat. Di Indonesia, sehat bahkan sering dihubung-hubungkan dengan masalah berat badan. Ya, dari masalah stunting ke masalah obesitas, atau dari anak-anak yang mengalami  gizi buruk hingga anak-anak yang memiliki gizi berlebih dan cenderung mengalami obesitas.

Berbicara tentang obesitas, ternyata Indonesia menempati rangking tertinggi di Asia Pasifik. tercatat, dari tahun 2000 hingga 2016, jumlah anak-anak berumur kurang dari 5 tahun yang mengalami obesitas naik sebesar 38%.

Menurut Kemenkes RI, kasus obesitas pada anak sering terjadi pada rentang usia 5-12 tahun. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) dari Kemenkes, kasus obesitas pada anak mengalami lonjakan yang cukup drastis. Tercatat dari 18,8% kasus obesitas anak tahun 2007, meningkat hingga 26,6 % di tahun 2013.

Obesitas pada anak terjadi saat berat badan anak melebihi berat normal berdasarkan tinggi badan. Kondisi obesitas yang dialami anak-anak sangat berbahaya karena memiliki resiko tinggi terhadap munculnya berbagai macam penyakit kronis.

Beberapa penyakit yang timbul akibat obesitas pada anak adalah:

🏥 Diabetes

Ya, diabetes adalah penyakit yang kemungkinan besar akan muncul sebagai akibat dari obesitas. Biasanya diabetes yang muncul karena obesitas ini adalah diabetes tipe 2. Hal ini dikarenakan faktor gaya hidup yang kurang aktif, sehingga mempengaruhi metabolisme glukosa pada tubuh si kecil. Inilah mengapa diabetes sering mengincar anak-anak sekarang ini.

🏥 Kolesterol dan Tekanan Darah Tinggi

Siapa bilang kolesterol dan tekanan darah tinggi hanya diderita orang dewasa? Kedua penyakit ini sekarang sudah banyak mengancam anak-anak. Kolesterol dan tekanan darah tinggi pada anak bahkan beresiko menimbulkan plak yang menyebabkan penyempitan pembuluh arteri pada anak. Hal ini pun bisa menimbulkan stroke dan serangan jantung jika tidak segera ditangani.

🏥 Penyakit Pernapasan

Obesitas pada anak tentu saja akan mempersempit saluran pernapasan pada anak. Hal ini akan memicu timbulnya berbagai macam penyakit pernapasan seperti asma.

🏥 Penyakit Liver (Hati)

Obesitas menyebabkan penumpukkan lemak yang membahayakan organ hati pada anak. Penyakit ini sering disebut dengan NAFLD (non alcoholic fatty liver disease).

Apa Saja Penyebab Obesitas?

🏥 Gaya Hidup

Faktor gaya hidup seperti pola makan yang tidak sehat seperti terlalu banyak makan junk food atau mengkonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan lemak. Tak hanya itu, terlalu lama di depan TV atau laptop dan gadget juga menyebabkan tingginya obesitas pada anak. Hal ini karena anak menjadi kurang gerak, sehingga mempengaruhi metabolisme glukosa pada tubuh.

🏥 Faktor Genetik

Anak-anak dengan orang tua yang memiliki riwayat obesitas cenderung lebih beresiko terhadap obesitas. Walaupun hal ini bukan mutlak terjadi pada setiap orang, namun faktor genetik masih tetap ada. Apalagi jika anak dibesarkan oleh kedua orang tua dengan pola makan yang tidak sehat. Maka anak akan mengikuti pola makan tersebut secara tidak langsung.

🏥 Faktor Psikologi

Faktor psikologi menjadi faktor penting dalam pemicu diabetes pada anak. Beberapa anak yang mengalami stres, depresi atau tekanan mental akan berusaha mengalihkan pikiran melalui makanan. Kebiasaan inilah yang menyebabkan anak-anak mulai mengalami resiko obesitas.

Bagaimana Mencegah Obesitas Pada Anak?

  • Olahraga

Olahraga memang penting bagi setiap orang agar tubuh tetap dalam kondisi baik sehingga penyakit enggan menghampiri. Lakukanlah olahraga atau aktivitas fisik sehari-hari untuk mencegah obesitas pada anak. Misalnya dengan bersepeda, berenang, atau jogging di pagi hari.

  • Batasi Asupan Makanan dan Minuman Manis

Makanan dan minuman manis memang harus sangat dibatasi agar obesitas bisa dihindari. Sebaiknya mulai hilangkan minuman soda dari daftar belanjaan Anda tiap bulannya. Jangan lupa untuk menghindari makanan junk food.

  • Periksakan Diri ke Dokter

Usahakan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui resiko obesitas dan masalah kesehatan lainnya. Terutama jika Anda melihat anak memiliki masalah kelebihan berat badan.

  • Pastikan Memiliki Waktu Tidur yang Cukup

Jangan lupa untuk memiliki waktu tidur yang cukup, karena kekurangan tidur juga bisa menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

Bagaimana Jika Sudah Terlanjur Obesitas?

🏥 Atur Pola Makan

Hal utama setelah Anda mengetahui anak kelebihan berat badan adalah segera mengatur pola makan pada anak. Peran orang tua sangat besar dalam kesehatan anak. Untuk itu batasi makan di luar terutama di restoran cepat saji yang banyak menawarkan makanan dan minuman tinggi gula, lemak dan kalori.

🏥 Masak Makanan Sendiri

Dengan memasak makanan sendiri, Anda lebih bisa mengontrol jumlah lemak dan kalori per bahan makanan yang Anda siapkan. Lebih baik kurangi makanan yang digoreng dan perbanyak makanan yang dikukus atau direbus.

🏥 Hindari TV, Gadget atau Buku Saat Makan

Usahakan waktu makan adalah waktu bagi keluarga, sehingga tidak ada TV, Gadget dan buku saat makan. Benda-benda tersebut membuat anak lepas kontrol saat makan, sehingga bisa menimbulkan obesitas.

🏥 Jadilah Contoh yang Baik

Jangan lupa untuk selalu memberi contoh yang baik bagi anak, khususnya dalam mengatasi kelebihan berat badan. Lakukanlah olahraga dan hindari makanan junk food saat di rumah. Fungsinya agar anak juga mencontoh kegiatan positif tersebut.

Masalah obesitas adalah masalah yang cukup banyak dihadapi oleh masyarakat sekarang ini. Sebagai orang tua kita tidak boleh tinggal diam. Sudah seharusnya melawan obesitas mulai dari sekarang. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

Baca Juga :

  1. Hati-Hati, Diabetes Mengincar Anak Kita
  2. Anak Balita Terlihat Kegemukan? Jangan Anggap Sepele

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *