Anak Family Health Parenting

Hati-Hati, Diabetes Mengincar Anak Kita

Salah satu manisnya hidup terletak pada kesehatan anak-anak kita. Rasanya ungkapan ini cocok bagi Parents yang sedang berkutat dengan masalah kesehatan anak. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak dewasa ini adalah penyakit diabetes.

Ya, diabetes memang sering dialami oleh orang dewasa. Namun bukan berarti tidak bisa dialami oleh anak-anak. Penyakit diabetes pada anak di Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Tercatat oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), terdapat lebih dari 1000 kasus diabetes tipe 1 pada anak Indonesia di tahun 2014. Sementara, pada tahun 2016 terdapat tambahan pasien diabetes pada anak sebanyak 112.

Jika membicarakan soal peringkat, data dari Kompas.com, Indonesia menempati peringkat ke 7 untuk negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Dengan kisaran mencapai 10 juta penduduk yang menderita kasus diabetes. Angka ini masih terus meningkat dan diperkirakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia akan meningkat mencapai 21,3 juta orang.

Sebenernya Apa Itu Diabetes?

Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) melebihi batas normal.

Tahukah Parents, Penyakit Ini Punya 2 Tipe ?

Ya, Penyakit Diabetes Melitus memang memiliki 2 tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Apa saja perbedaanya?

DM Tipe 1 : DM tipe 1 terjadi saat pankreas memproduksi sedikit insulin atau bahkan sama sekali tidak memproduksi Insulin. Akibatnya kadar gula darah (glukosa) pada tubuh akan meningkat. DM tipe 1 disebabkan karena faktor genetik. Sehingga harus terapi Insulin seumur hidup untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

DM Tipe 2 : DM tipe 2 ini terjadi saat Insulin mengalami resistensi. Resistensi Insulin adalah kondisi saat pankreas tetap memproduksi Insulin, namun sel dalam tubuh tidak menggunakan Insulin tersebut dengan baik. DM Tipe 2 ini lebih disebabkan karena pola hidup tidak sehat dan kelebihan berat badan

Apakah Insulin Itu?

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas. Hormon ini berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi energi. Kekurangan hormon Insulin atau keadaan saat Insulin tidak digunakan oleh sel tubuh akan meningkatkan kadar gula dalam darah (glukosa). Sehingga penyakit Diabetes Melitus dialami oleh seseorang.

Apa Saja Tandanya?

Seperti yang telah dijelaskan bahwa diabetes bisa menyerang anak usia berapapun. Nah, apa saja tanda yang bisa terjadi pada anak?

Kehausan dan Sering Pipis

Rasa haus pada penderita DM akan sangat meningkat, sehingga penderita akan selalu minum. Inilah yang mengakibatkan penderita DM akan selalu buang air kecil dalam jumlah yang banyak. Tak terkecuali anak-anak.

√ Anak sering Lapar

Nafsu anak yang terserang DM akan meningkat. Peningkatan ini terjadi karena produksi Insulin tidak cukup atau terjadi resistensi Insulin. Sehingga glukosa dari makanan tidak bisa diserap oleh tubuh secara optimal. Akibatnya anak sering merasa kelaparan.

√ Semakin Kurus

Salah satu tanda anak terkena DM adalah badan nya yang makin kurus atau kehilangan berat badan dalam waktu yang singkat. Kondisi ini terjadi walaupun nafsu makan anak meningkat.  

Ini dikarenakan, tubuh tidak bisa menyerap gula darah, sehingga jaringan otot dan lemak ikut menyusut. Akibatnya berat badan anak semakin hari semakin menurun. Namun penurunan berat badan ini terjadi jika anak mengalami DM tipe 1.

√ Merasa Kelelahan

Karena glukosa tidak dapat diubah menjadi energi, maka anak yang mengalami DM akan sering merasa lelah, lemas atau letih. Anak pun akan terlihat lesu.

√ Cepat Marah

Tanda penyakit Diabetes Melitus tidak hanya terjadi pada fisik anak. Namun ditandai juga dengan perubahan emosi pada anak. Anak yang mengalami DM tipe 1 menjadi lebih sering marah dan pemurung.

√ Terjadi Infeksi Jamur

Khusus untuk anak perempuan, infeksi jamur bisa terjadi saat DM tipe 1 menyerang. Infeksi jamur ini biasanya terjadi di daerah vagina. Jika DM tipe 1 terjadi pada bayi, infeksi jamur juga ditandai dengan adanya ruam.

√ Luka Sulit Sembuh

Salah satu tanda DM tipe 2 adalah luka yang sulit untuk sembuh. Misalnya, anak mengalami luka pada jari karena tergores benda tajam. Luka tersebut cukup sulit untuk mengering.

√ Kulit Lebih Gelap

DM tipe 2 memiliki beberapa gejala spesifik seperti menggelapnya area kulit pada anak. Area pada kulit yang menggelap antara lain pada ketiak dan leher.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

√ Atur Pola Makan

Walaupun anak tidak memiliki tanda-tanda terkena Diabetes Melitus. Pengaturan pola makan sangat baik bagi kesehatan anak. Fungsi nya agar anak terhindar dari penyakit ini. Sebaiknya Parents mulai membatasi asupan makanan manis dan minuman manis pada anak. Perhatikan pula sumber karbohidrat yang dikonsumsi oleh anak. Hindari waktu makan yang terlalu malam.

√ Olahraga Teratur

Selain mengatur asupan makanan pada anak, sebaiknya mulai terapkan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga. Olahraga dapat membantu menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.

√ Cek Kadar Gula Darah Rutin

Kontrol kadar gula darah pada anak secara rutin ya,Parents. Jaga kerjasama dengan dokter anak anda sehingga anak terhindar dari Diabetes.

Bagaimana Jika Anak Sudah Terkena Diabetes Melitus?

Saat anak positif DM, sebaiknya tetap menjaga asupan makanan dan olahraga anak. Lebih penting daripada itu, usahakan untuk selalu tepat waktu mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. Khusus untuk DM tipe 1, berikan suntikan insulin pada anak secara teratur dan rutin. Lakukanlah dengan hati-hati.

 

Info untuk Orangtua

Penyakit DM menjadi penyakit yang cukup banyak diderita oleh orang Indonesia tak terkecuali anak-anak. Pola makan dengan gizi berimbang harus terus dijaga. Tak lupa olahraga teratur menjadi kunci agar gula darah dalam tubuh tetap terjaga. Sebaiknya Parents juga melakukan pemeriksaan gula darah pada si kecil dengan rutin agar jika terjadi gejala Diabetes Melitus bisa diatasi lebih cepat.

Baca Juga :

  1. Panas Dalam, Penyakit atau Bukan Penyakit
  2. Impetigo: Penyakit Kulit yang Berbahaya Bagi Bayi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *