Banner Header Komunitas SOP

Kelekatan itu Ada Tipenya Loh!

Browse By

Jika diukur dengan skala 1-10, kira-kira berapa tingkat kelekatan Anda dengan si kecil nih? 

Mungkin Parents akan menjawab 8, 9 atau 10, dan tandanya itu bagus. Kelekatan atau sering disebut dengan attachment memang penting dibangun sejak anak berusia sangat dini.  Nah, kelekatan bukan hanya berlaku antara orang tua dengan anak, tapi juga berlaku antar kedua pasangan. 

Pertanyaannya kemudian, apa sih attachment itu?

Kelekatan atau attachment merupakan hubungan emosional yang melibatkan pertukaran kenyamanan, kesenangan dan perawatan. Menurut John Bowlby, seorang psikolog dan psikiatri, kelekatan adalah hubungan psikologis jangka panjang antara manusia. Bowlby percaya bahwa kecenderungan untuk membuat ikatan emosional yang kuat terhadap individu tertentu adalah komponen dasar dari sifat manusia. 

Dengan kata lain, sudah menjadi kodrat manusia untuk melekat atau merasa terikat dengan orang lain. Baik kelekatan dengan anak maupun kelekatan dengan pasangan. 

Tipe dari Kelekatan (attachment)

Mengembangkan teori dari Bowlby, Psikolog Mary Ainsworth, membagi kelekatan menjadi 4 tipe utama, yaitu:

1. Secure Attachment

Kelekatan ini menggambarkan kondisi anak yang nampak sedih saat pengasuh utama mereka pergi dan terlihat bahagia saat pengasuh utamanya kembali. Bagi anak yang memiliki kelekatan tipe ini, mereka akan mencari kenyamanan dari orang tua atau pengasuh mereka.

Anak-anak dengan kelekatan tipe ini, tetap bisa dihibur sementara waktu oleh orang lain saat orang tua atau pengasuh tidak berada di dekat anak. Tipe secure attachment ini biasanya memiliki orang tua/pengasuh yang lebih sering bermain dengan mereka dan bereaksi lebih cepat terhadap kebutuhan anak.

Ciri Kelekatan Saat Anak-Anak:

  • Mencari kenyamanan pada orang tua saat merasa takut
  • Menyambut kembalinya orang tua dengan emosi positif
  • Lebih senang bersama orang tua daripada orang lain
  • Merasa tidak nyaman saat terpisah dengan orang tua

Ciri Kelekatan Saat Dewasa:

  • Cenderung memiliki hubungan yang langgeng dan kepercayaan pada pasangan
  • Cenderung memiliki harga diri yang baik
  • Sering mencari dukungan sosial
  • Senang berbagi perasaan dengan teman/pasangan
2. Ambivalent Attachment

Anak-anak yang memiliki kelekatan tipe ini cenderung sangat curiga terhadap orang asing. Menunjukkan kesedihan yang mendalam saat berpisah dengan orang tua dan kurang bisa dihibur saat orang tua/pengasuh utama kembali adalah ciri lainnya. Dalam beberapa kasus, anak mungkin menolak orang tua dengan menunjukkan agresi secara langsung.  

Ciri Kelekatan Saat Anak-Anak:

  • Mungkin waspada terhadap orang asing
  • Tertekan saat orang tua pergi
  • Tidak terlihat terhibur saat orang tua kembali

Ciri Kelekatan Saat Dewasa:

  • Enggan dekat dengan orang lain
  • Khawatir pasangan tidak mencintai mereka
  • Menjadi sangat bingung saat hubungan berakhir

tipe kelekatan anak dan orang dewasa

3. Avoidant-Insecure Attachment

Anak-anak dengan kelekatan tipe ini cenderung menghindari orang tua dan pengasuh. Perilaku menghindari ini sering nampak setelah ketidakhadiran pengasuh/orang tua di sampingnya. Anak-anak dengan tipe kelekatan ini mungkin tidak menolak orang tua, namun mereka juga tidak mencari kenyamanan atau kontak dengan orang tua/pengasuh.

Ciri Kelekatan Saat Anak-Anak:

  • Bisa menghindari kontak dengan orang tua/pengasuh
  • Tidak mencari banyak kontak/kenyamanan pada pengasuh/orang tua
  • Menunjukkan sedikit perilaku perbedaan kelekatan pada orang tua / orang asing

Ciri Kelekatan Saat Dewasa:

  • Mungkin memiliki masalah dengan keintiman
  • Cenderung memiliki sedikit perhatian terhadap romantisme dan emosi dalam hubungan sosial
  • Tidak mau/tidak bisa berbagi perasaan/pikiran dengan orang lain
4. Disorganized-Insecure

Anak-anak dengan tipe kelekatan disorganized-insecure biasanya dimiliki oleh anak dengan orang tua/pengasuh yang tidak konsisten dan sering bimbang dengan kepedulian yang ditunjukkannya pada anak. Kondisi ini seringkali membuat anak merasa ingin dekat dengan orang tua/pengasuh, namun disisi lain juga memiliki keinginan untuk menjauh dari orang tua/pengasuh. 

Ciri Kelekatan Saat Anak-Anak:

  • Sering sulit menjalin hubungan sosial 
  • Ingin melekat pada orang tua/pengasuh, tapi juga ingin menjauh dari mereka

Ciri Kelekatan Saat Dewasa:

  • Sulit menjalin hubungan sosial selama hidupnya
  • Cenderung melibatkan kekerasan psikis/fisik saat menjalin hubungan
  • Sulit mengatur diri sendiri dan akhirnya mencari orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka

Tipe kelekatan pada masa kecil sebenarnya tidak identik dengan kelekatan yang dimiliki saat dewasa. Pengalaman hidup yang beragam dan hubungan sosial yang terjadi selama rentan waktu kanak-kanak hingga dewasa turut memberikan andil dalam tipe kelekatan yang dimiliki oleh seseorang. 

Jadi, yang manakah tipe kelekatan si kecil dan yang manakah tipe kelekatan pasangan Anda? 

Baca juga:

  1. Anak “Menolak” Anda? Pahami Tentang Gangguan Kelekatan
  2. Saat Si Kecil Lengket Kayak Perangko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *