Banner Header Komunitas SOP

Saat Si Kecil Lengket Kayak Perangko..

Browse By

Dari tangisan keras, tarik-menarik baju, lari keluar kamar sampai menangis histeris. Padahal kita hanya keluar ruangan untuk sekadar mengangkat jemuran atau mandi. 

Siapa yang masih menghadapi fase ini? Fase “clingy” alias lengket. Saat anak-anak “melilit” kita seperti lebih erat dari belitan ular Anaconda. 

Lalu kita bertanya-tanya, “Apa yang salah ya? Padahal sebelum-sebelumnya dia tidak begini”,

“Apakah aku terlalu memanjakannya?” 

Anak balita yang sebelumnya bisa ditinggal keluar ruangan dengan mudah, tidak harus ditemani dan mulai bisa makan sendiri, lalu tiba-tiba jadi kerap rewel, minta terus-terusan ditemani, bahkan maunya disuapi saat makan, tentu menimbulkan pertanyaan dan kebingungan orang tua. Ada apa? 

Namun faktanya, ini adalah bagian yang sangat normal dari perkembangan sosial-emosional anak. 

Seringkali perilaku lengket ini datang secara bertahap, tetapi pemicunya dapat berupa tahap baru dalam hidup mereka seperti adik baru, ibu hamil, pindah rumah atau saat anak mulai masuk sekolah atau daycare

Kurangnya kepercayaan anak pada orang dewasa lain selain orang tuanya juga dapat mempengaruhi seberapa melekatnya balita Anda, terutama ketika Anda harus meninggalkan anak untuk pertama kali diasuh oleh orang lain. Ini sering disebut kecemasan perpisahan.

Cara Menghadapi Balita yang Terlalu Lekat

Tentu saja tangisan, rengekan dan berbagai perilaku yang ditunjukkan anak akan membuat kita sebagai orang yang “ditangisi” merasa frustasi dan acapkali jengkel. Namun, kita harus memahami, jika ketakutan itu terasa sangat nyata bagi anak-anak usia balita.

Hindari menghardik atau membentak anak, tetapi tetaplah tegas dan jangan menyerah menghadapi rengekan mereka. Orangtua harus benar-benar menunjukkan kendali diri yang baik pada saat seperti ini. 

Apa sih Sebenarnya yang Memicu Perilaku “menempel” pada balita ini?
  1. Meninggalkan anak Anda dengan pengasuh lain

Jika Anda harus meninggalkan anak Anda dengan pengasuh atau di tempat penitipan anak atau kepada anggota keluarga yang lain, saat itu juga anak anda mungkin akan menangis, menjerit, menarik-narik baju dan tangan anda, melakukan segala cara untuk membuat anda batal meninggalkan dia. Ini bisa menguras energi dan kesabaran bagi anak maupun orang tua. 

Apa yang bisa dilakukan?

  • Program Orientasi: 

Kebanyakan penitipan anak menyarankan agar Anda mencoba meninggalkan anak Anda bersama mereka selama beberapa jam dan selama beberapa hari yang berbeda sebelum hari penuh pertama mereka. Program ini adalah ide bagus, jadi bicarakan dengan mereka tentang program orientasi mereka. Ini adalah kesempatan untuk terbiasa bersama pengasuh lain dan dalam lingkungan yang berbeda, dan anak Anda dapat belajar untuk memahami bahwa Anda akan selalu kembali.

Sisakan banyak waktu selama pengantaran sehingga Anda tidak terburu-buru pergi bekerja atau membuat janji dan anak Anda tidak merasa ditinggalkan.

  • Berikan pelukan 

Peluk dan yakinkan balita Anda bahwa Anda akan menjemputnya lagi. Ini memastikan bahwa si kecil tahu Anda akan kembali. 

  • Kendalikan Emosi 

Apa pun yang Anda terjadi, dan betapapun sulitnya, cobalah untuk tidak marah di hadapan anak karena dia akan menangkap kecemasan dan stres Anda. Ini bisa memperburuk situasinya.

  • Ada Pelindung Lain yang Bisa Dipercaya

Pastikan Anda meninggalkan anak Anda di pengawasan orang dewasa lain ketika Anda pergi, sehingga mereka tahu bahwa ada orang dewasa lain yang melindungi dan membimbing mereka ke dalam kegiatan yang menyenangkan.

  • Jangan Menyelinap 

Hindari menyelinap pergi ketika anak Anda bermain karena ini dapat menyebabkan ketidakpercayaan dan kecemasan jika Anda tiba-tiba menghilang begitu saja. Cobalah untuk tidak melihat ke belakang begitu Anda mengucapkan selamat tinggal.

  •  Jangan panik

Ketika Anda kembali anak mungkin akan menangis. Biasanya ini karena mereka diliputi oleh emosi dan tidak bisa mengungkapkan perasaan mereka. Itu tidak berarti mereka mengalami hari yang buruk.

mengatasi anak terlalu lengket pada orang tua

  1. Ibunya Sedang Hamil

Jika keluarga anda memang sedang menantikan kehadiran seorang bayi, cobalah untuk melibatkan anak yang lebih besar sebanyak mungkin dalam proses persiapan kelahiran sehingga mereka merasa mendapatkan peran dalam keluarga.

Misalnya, izinkan dia memilih warna untuk kamar bayi baru, meminta anak menyentuh perut Anda ketika memeluknya dan meyakinkan anak Anda bahwa orang tuanya akan selalu mencintai mereka dan bahwa mereka akan menjadi kakak dari bayi yang baru lahir. Ini bisa mengurangi ketakutan mereka akan kedatangan adik baru.

  1. Ada Adik Baru di Rumah 

Membawa pulang bayi baru dan memperkenalkannya kepada balita Anda dapat menjadi saat yang membingungkan dan membuat stres bagi semua orang,termasuk balita anda.Tetapi ada beberapa cara untuk membantu meringankan situasi.

  • Setelah kelahiran, atur agar anak Anda bertemu bayi sesegera mungkin. Sang kakak bisa memberikan hadiah seperti selimut atau boneka beruang untuk adik bayinya.  
  • Sebisa mungkin anda menjaga kontak mata dengan sang kakak saat memperkenalkan adik bayinya. Tersenyumlah dan yakinkan dia bahwa Anda masih ibunya, seperti sebelumnya.  
  • Setelah Anda mengenalkannya kepada saudara kandungnya, biarkan anak Anda melakukan kontak sebanyak mungkin dengan bayi itu. Tunjukkan padanya bayinya dan biarkan dia (dengan lembut) mengenalnya dengan menyentuh kakinya atau berbicara dengan adik bayinya.
  • Kemudian, coba tinggalkan bayi Anda dengan suami Anda atau pengasuh lain sebentar,  lalu peluk dan berbicaralah hanya berdua dengan anak Anda tentang harinya dan apa yang mereka lakukan hari ini 
  • Jangan selalu menekankan posisi dan tanggung jawabnya sebagai “kakak” jika ia kadang merajuk. Peluk dan katakan padanya betapa Anda mencintainya dan betapa Anda sangat bangga padanya sambil mendukung ia untuk mandiri.
  1. Jika Tidak Ada Alasan yang Jelas

Jangan panik kalau anak terlalu lengket pada anda. Itu tidak berarti bahwa anak Anda akan selalu seperti ini. Ini hanya berarti bahwa mereka akan melalui tahap perkembangan dan mereka perlu diyakinkan bahwa Anda ada untuk mendampinginya. Semakin besar dia, semakin dia mengerti bahwa dia perlu terpisah dari Anda dan ini adalah perasaan baru. Dia enggan melepaskan Anda untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa ada seseorang di sisinya dalam dunia yang besar dan menakutkan.

Jika anak Anda tidak akan membiarkan Anda menghilang dari pandangannya, cobalah dan katakan padanya apa yang  hendak Anda lakukan sebelum melakukannya. 

Jadi Anda mungkin mengatakan bahwa Ibu akan ke toilet sebentar dan Anda akan kembali dalam lima menit. Ketika kembali ke kamar, umumkan bahwa Anda kembali dan tersenyum sehingga anak paham bahwa jika Anda pergi, Anda akan kembali , seperti yang Anda katakan.

Nah, jika anak Anda menangis atau merengek, perlihatkan buku atau mainan kepada mereka. Cobalah dan bantu mereka untuk bermain sendiri dengan mainan-mainan itu, jadi Anda tidak harus selalu disertakan.

Hindari mengabaikan, mengecilkan hati atau menghukum perilaku anak,  tetapi cobalah untuk memuji ketika dia menunjukkan kemandirian.

Baca juga:

  1. Biasa Memanjakan Anak? Pahami Dampak Buruknya
  2. Anak “Menolak” Anda? Pahami Tentang Gangguan Anak 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *