Banner Header Promo Oktober

Panas Dalam, Penyakit atau Bukan Penyakit?

Browse By

Dalam masyarakat kita, sakit tenggorokan yang disertai bibir pecah-pecah dan sariawan sering dianggap sebagai penyakit panas dalam. Biasanya, gejala seperti ini muncul ketika Anda terlalu banyak mengkonsumsi gorengan atau saat sangat kelelahan.

Apakah benar penyakit tersebut hanya panas dalam? Bagaimana jika sebenarnya itu adalah suatu gejala dari penyakit lain? Apa sebenarnya penyakit panas dalam itu?

Fakta Panas Dalam

Seperti halnya masuk angin, panas dalam sebenarnya bukanlah sebuah penyakit. Panas dalam sebenarnya adalah sebuah GEJALA dari suatu penyakit. Hal ini tidak hanya dikarenakan oleh kelelahan atau terlalu banyak makan gorengan. Panas dalam bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, hingga masalah ketidakseimbangan hormon.

Asal Anda tahu, di dalam dunia medis tidak dikenal istilah panas dalam. Hanya saja, istilah ini sudah dipahami masyarakat sebagai suatu penyakit. Jadi, wajar saja jika banyak orang yang menganggap bahwa panas dalam adalah penyakit.

Seseorang yang terkena panas dalam biasanya dianjurkan untuk istirahat, banyak minum air putih, dan banyak mengonsumsi buah-buahan. Cara tersebut tidaklah salah. Akan tetapi, kembali lagi Anda harus ingat bahwa panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala infeksi virus.

Istirahat dan memperbanyak asupan makanan bernutrisi memang bisa menekan perkembangan virus. Akan tetapi, panas dalam juga bisa disebabkan oleh penyakit non-infeksi seperti penyakit endokrin atau autoimun. Untuk penanganan penyakit non-infeksi tersebut, tentu istirahat saja tidak cukup.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Panas Dalam?

Jika gejala panas dalam disebabkan oleh virus, penanganannya bisa dilakukan dengan cara-cara yang sudah kita pahami bersama. Istirahat, minum banyak air putih, dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Dengan begitu, gejala panas dalam ini akan menghilang sendiri.

Akan tetapi, jika Anda mengalami panas dalam lebih dari tiga hari, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Panas dalam yang bertahan lebih dari tiga hari biasanya mengindikasi adanya kondisi kesehatan tertentu yang lebih serius. Segera hubungi dokter untuk mengetahui penyakit sebenarnya yang Anda derita.

Selain itu, jika gejala panas dalam ini sering kali Anda rasakan, bahkan dalam rentang waktu yang cukup dekat. Anda juga harus waspada. Obat panas dalam biasa hanya mengurangi gejala yang Anda rasakan, tetapi tidak bisa mengobati penyakit sebenarnya. Oleh karena itu, meski Anda yakin bahwa itu hanya panas dalam, Anda tetap harus memeriksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter.

Makanan Penyebab Panas Dalam

Meski salah kaprah, ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan seseorang mengalami gejala panas dalam. Rasa panas yang di dalam tubuh tentu tidak muncul tiba-tiba. Berikut ini adalah beberapa makanan penyebab panas dalam.

makanan penyebab panas dalam

1. Gorengan

Makanan yang digoreng memang terasa lebih lezat, apalagi makanan yang digoreng kering, hmmm rasanya sudah pasti sangat lezat. Bahkan, sekarang ini, biskuit saja bisa dikreasikan menjadi biskuit goreng. Camilan berupa gorengan pun rasanya lebih lezat.

Akan tetapi, dibalik kelezatan rasanya, ternyata gorengan juga bisa menimbulkan panas dalam. Kandungan minyak yang berlebih dalam gorengan bisa mengiritasi tenggorokan. Jika Anda tidak ingin mengalami radang tenggorokan, sebaiknya mulai kurangi konsumsi gorengan. Makanan yang digoreng terbukti tidak terlalu baik untuk kesehatan.

2. Makanan yang Mengandung Susu dan Santan

Makanan yang mengandung susu dan santan juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan. Mengapa? Karena kandungan susu atau santan dapat meningkatkan jumlah produksi lendir dalam tubuh. Hal ini bisa memicu rasa gatal di tenggorokan.

Meski makanan yang mengandung susu dan santan terasa lebih lezat, sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsinya, ya, Parents. Anda juga harus memperhatikan kondisi kesehatan Anda.

3. Makanan Pedas

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, hambar rasanya jika suatu makanan tidak pedas. Bahkan, ada beberapa orang yang mengaku tidak bisa makan jika makanan tersebut tidak pedas. Wah, bisa sampai segitunya ya.

Untuk Anda yang suka sekali makanan pedas, sebaiknya jangan terlalu berlebihan ya, Parents. Makanan pedas bisa memunculkan rasa panas di dalam tubuh. Selain dapat memperburuk sakit tenggorokan, makanan yang terlalu pedas juga bisa mengganggu pencernaan.

Demikian ulasan tentang panas dalam. Jika Anda tidak ingin mengalami masalah panas dalam yang berujung pada kondisi kesehatan yang lain, sebaiknya hindari makanan yang menjadi pemicunya. Mencegah tentu lebih baik dari mengobati bukan?

Baca Juga:

Tips Harian untuk Mencegah Flu

Perlukah Mengajak Anak ke Dokter Gigi?

Cara Jitu Bantu Suami Berhenti Merokok

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *