Banner Header Komunitas SOP

Kontrol Diri Sebelum Marah Pada Anak? Ini Caranya!

Browse By

Siapa sih yang tidak pernah marah-marah pada anak? Apapun alasan dan pemicunya, hampir setiap orangtua mungkin pernah marah pada anak. Meskipun setelah marah pada anak, Anda merasa sangat sedih dan menyesal. Tapi, kadangkala penyesalan tersebut tidak bertahan lama dan karena hal sepele orangtua lagi-lagi marah-marah. 

Nah, daripada marah-marah terus akankah lebih baik setiap orangtua berusaha mengontrol diri sebelum marah-marah pada anak. Beberapa cara di bawah ini tentu saja bisa Anda coba untuk mengontrol diri dan tidak marah-marah pada anak loh!

Kontrol Diri Sebelum Marah Pada Anak

  • Ingat Motivasi Diri Menjadi Orangtua

Saat Anda merasa emosi dan mulai ingin marah pada anak, sebaiknya ingat-ingatlah motivasi menjadi orangtua. 

Mungkin dulu sebelum Anda memiliki anak, pernah berpikir akan menjadi orangtua yang penyabar, tidak mau membentak anak dan tidak ingin membuat mereka menangis. Jika hal inilah yang ingin Anda lakukan dulu, maka wujudkanlah.

Dengan mengingat-ingat motivasi menjadi orangtua, maka emosi yang sedang ada dalam diri kemungkinan besar akan sirna dalam sesaat. Anda mungkin akan mulai menyadari bahwa menjadi orangtua memang berat dan harus banyak bersabar.

  • Berlatih Sabar

Selain membekali diri dengan berbagai ilmu parenting dalam mengasuh anak, bekal kesabaran juga tak kalah pentingnya loh Parents. Bekal sabar yang terbatas ini memang harus sering dipupuk. Untuk itu, rajinlah berlatih kesabaran diri. Hindari membesar-besarkan hal yang kecil. Misalnya saja, saat anak tidak sengaja menumpahkan susu coklat di lantai. Alih-alih langsung memarahi anak, sebaiknya ajak anak untuk membersihkannya bersama. Selain melatih kesabaran yang Anda miliki, secara tidak langsung anak juga belajar bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. 

cara tidak marah pada anak

  • Bicara Positif Pada Diri Sendiri (Positive Self-Talk)

Kontrol diri lainnya yang perlu Anda lakukan sebelum marah pada anak adalah berbicara positif pada diri sendiri. Misalnya, alih-alih berbicara pada diri sendiri bahwa “Aku adalah Ibu buruk, aku tidak pecus mengurus anak, aku tidak bisa membuat anakku bahagia”, ganti dengan kalimat positif seperti 

“Aku adalah Ibu yang terus belajar menjadi orangtua yang lebih baik, aku adalah Ibu yang meskipun kadang tidak sabar, tapi terus berusaha untuk jadi lebih sabar”.

  • Observasi Pemicu Amarah

Selalu akan ada pemicu seseorang untuk marah, termasuk saat Anda marah-marah dengan anak. Nah, untuk mengontrol diri agar tidak marah pada anak, sebaiknya mulai observasi pemicu amarah Anda sebenarnya. 

Kebanyakan orangtua justru marah pada anak karena sedang stres dengan pekerjaan, dan bukan karena perilaku anak. Misalnya, saat kita sedang mengalami Bad Day di kantor, lalu semua emosi tersebut dibawa hingga ke rumah. Nah, jika Anda sudah menemukan pemicu amarah, maka segera atasi dengan menenangkan diri terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan anak-anak. 

  • Lakukan Perawatan Diri

Kontrol diri lainnya yang perlu dilakukan sebelum marah pada anak adalah melakukan perawatan diri. Salah satu perawatan diri yang penting bagi orangtua adalah meluangkan waktu me-time tiap harinya. 

Me-time yang Anda lakukan tidak perlu lama, cukup sekitar 10 menit, jauhkan diri sejenak dari anak-anak dan lakukan hal yang membuat Anda menjadi tenang. Misalnya, minum teh sambil melihat tanaman di rumah, atau sekedar menikmati musik favorit anda. 

  • Waspadai Hal Pemicu Amarah

Setelah Anda mengobservasi pemicu amarah, jangan lupa waspada terhadap pemicu tersebut. Pasalnya, jika pemicu tersebut menghampiri Anda lagi maka bisa dipastikan Anda akan langsung emosi. Untuk mengatasinya, sebaiknya ambil langkah mundur satu langkah untuk menghindari pemicu tersebut sejenak. 

Misalnya, jika kemarahan Anda dipicu karena melihat postingan teman di sosial media yang cenderung “toxic”, maka hindari menggunakan sosial media sejenak. Hal ini bisa Anda lakukan untuk mengontrol diri agar tidak marah-marah pada hal lainnya. 

  • Belajar Memaafkan

Penting bagi kita semua untuk belajar memaafkan, karena memaafkan adalah salah satu cara terbaik dalam mengontrol diri sebelum marah-marah pada anak. Misalnya, saat anak sedang rewel setelah pulang sekolah, alih-alih memarahinya sebaiknya pahami anak dengan memaafkan. Mungkin saja anak sedang sangat lelah atau sedang ada hal yang mengganggunya di sekolah.

Kata orang butuh sebentar untuk membersihkan noda di lantai karena anak menumpahkan susu, tapi butuh waktu bertahun-tahun untuk mengobati luka hati anak karena amarah kita padanya. Untuk itu, penting bagi orangtua selalu berusaha mengontrol diri sebelum marah-marah pada anak. 

Baca juga:

  1. Apakah Anda Ibu yang Pemarah? Mungkin Ini Alasannya!
  2. Langkah Berbaikan Setelah Marah Pada Anak
  3. Yuk, Kurangi “Marah-Marah Pada Anak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *