Banner Header Komunitas SOP

Mitos Ibu Bekerja yang Harus Diluruskan

Browse By

Siapa yang tidak kagum dengan seorang Ibu, terlebih Ibu yang bekerja. Ibu Bekerja alias working mom, mendedikasikan waktunya bukan hanya untuk keluarga dan anak-anak tapi juga untuk pekerjaan. 

Bukan untuk bergaya karena bisa menjadi wanita karir, tapi lebih pada sebuah keharusan untuk mencukupi  kebutuhan hidup keluarga. 

Sayangnya, tujuan mulianya ini sering dipandang sebelah mata, dicibir bahkan sering ditentang. Masih cukup banyak pihak yang menganggap bahwa Ibu yang bekerja tidak bisa mengurus keluarga dan anak-anak dengan baik. Banyak sekali stereotip atau stigma negatif yang disematkan pada Ibu bekerja ini.

Apa saja stigma ibu  bekerja yang harus diluruskan? Mari kita bedah satu persatu!

Stigma Negatif Ibu Bekerja yang Harus Diluruskan

  • Ibu Bekerja Tidak Mampu Membagi Waktu antara Pekerjaan dan Keluarga

Stigma negatif pertama yang sering disematkan pada Ibu bekerja adalah bahwa Ibu bekerja tidak mampu membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. 

Padahal hal ini tidak benar, loh. Mari kita luruskan bahwa, Ibu bekerja memiliki waktu 8 jam sehari untuk mengurus pekerjaan kantornya, dan memiliki waktu 16 jam sehari untuk bersama dengan si kecil dan keluarga. 

Jadi bisa dipastikan bahwa, Ibu bekerja sudah berusaha dengan keras untuk membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.  

  • Ibu yang Bekerja tidak Bisa Diandalkan

Stigma selanjutnya yang sering didengar adalah bahwa Ibu bekerja tidak bisa diandalkan. Hal ini sangat bertolak belakang loh dengan kenyataannya. Ibu bekerja justru sangat bisa diandalkan, karena ia sudah mengatur semua jadwalnya dalam sehari dan mengatur aktivitas mana saja yang perlu diprioritaskan dan mana saja yang bisa dikerjakan secara perlahan. 

Ibu bekerja juga bisa bangun dini hari untuk mengurus segala keperluan suami dan anak-anak terlebih dahulu, baru kemudian berangkat ke kantor untuk bekerja. Dengan kemampuan seorang Ibu bekerja mengatur aktivitas, maka sudah pasti ia sangat mampu diandalkan.

  • Ibu Bekerja selalu Menghindari Pekerjaan Rumah Tangga

Banyak yang bilang bahwa Ibu bekerja selalu menghindari pekerjaan rumah, padahal hal ini tidak sepenuhnya benar . 

Banyak sekali Ibu bekerja di luar sana yang tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga dan berusaha sekuat tenaga untuk mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Maka, stigma bahwa Ibu bekerja selalu menghindari pekerjaan rumah memang harus diluruskan.

  • Ibu Bekerja Hanya Berusaha Membuktikan Sesuatu

Masih banyak yang menganggap bahwa Ibu bekerja adalah seseorang yang hanya ingin membuktikan sesuatu pada orang lain dan menggunakan karirnya agar dipandang lebih keren daripada Ibu lainnya. 

Padahal, seorang Ibu bekerja memilih mengambil pekerjaan bukan semata-mata karena ingin tampil keren, tapi untuk membantu suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Stigma bahwa Ibu bekerja hanya ingin membuktikan sesuatu harus segera diluruskan dan diakhiri sampai di sini. 

  • Ibu yang Bekerja Mencemooh Ibu Rumah Tangga

Beberapa orang beranggapan bahwa Ibu bekerja seringkali mencemooh atau mencibir Ibu rumah tangga. Padahal hal ini sama sekali tidak benar. 

Seorang Ibu bekerja tetaplah seorang Ibu yang sangat memahami bahwa menjadi Ibu sangatlah sulit, sehingga tidak akan sampai hati mencemooh Ibu-Ibu lainnya, khususnya Ibu rumah tangga.

  • Ibu Bekerja Selalu Nampak Sedih

Menjadi Ibu memang berat, sehingga banyak yang menganggap bahwa Ibu bekerja selalu nampak sedih karena terlalu lelah dan tidak memiliki waktu longgar untuk dirinya sendiri. Tapi sebenarnya tidak demikian.

Ibu bekerja tentu saja merasa bahagia karena pilihan menjadi Ibu bekerja merupakan hal yang sudah dipikirkan matang. Ibu bekerja tahu betul konsekuensi yang akan dihadapinya. Hal inilah yang membuat Ibu bekerja merasa siap dan tidak menjadikan pekerjaannya sebagai beban yang tentu saja tidak merasa sedih karena bekerja.  

  • Ibu Bekerja itu Egois

Stigma Ibu bekerja lainnya yang terus disematkan adalah bahwa Ibu bekerja adalah sosok yang egois. 

Stigma ini harus diluruskan karena Ibu bekerja bukanlah Ibu egois. 

Bagaimana mungkin dikatakan egois jika Ibu bekerja rela setiap hari mengurus keperluan suami, dan anak-anak serta mengesampingkan keperluan diri sendiri. Beberapa Ibu bekerja bahkan tidak sempat sarapan pagi karena harus mengejar waktu mengantar anak sekolah agar tidak terlambat. 

  • Ibu yang Bekerja Lebih Baik daripada Ibu Rumah Tangga

Stigma Ibu bekerja lainnya adalah bahwa Ibu bekerja lebih baik daripada Ibu rumah tangga. Padahal Ibu bekerja dan Ibu rumah tangga sama-sama berusaha menjadi terbaik bagi anak-anak dan keluarganya sendiri. Baik Ibu rumah tangga dan Ibu bekerja sama-sama sosok yang hebat dan terbaik baik anak-anak dan suami mereka.

 

macam mitos ibu bekerja

  • Ibu Bekerja Lebih Stres daripada Ibu Rumah Tangga

Banyaknya pekerjaan yang dihadapi Ibu bekerja di kantor dan di rumah tentu saja membuatnya stres. 

Namun demikian, bukan hanya Ibu bekerja saja yang stres, karena Ibu rumah tangga juga mengalami stres yang sama setiap harinya. Hanya masalahnya saja yang mungkin berbeda-beda.

  • Ibu Bekerja Cenderung tidak Ingin Memiliki Anak

Siapa bilang sih Ibu bekerja cenderung tidak ingin memiliki anak. Hal ini hanyalah stigma yang selalu disematkan pada Ibu bekerja. Padahal, Ibu bekerja sama seperti Ibu lainnya yang tentu saja menginginkan seorang anak hadir dalam kehidupannya. Masalah bahwa Ibu bekerja tidak kunjung diberi momongan maka itu hanya masalah waktu dan bukan berarti karena ia tidak menginginkan seorang anak.

  • Ibu Bekerja Cenderung Suka Selingkuh

Kenyataan bahwa Ibu bekerja memiliki 2 kehidupan, yaitu kehidupan di rumah dan kehidupan di kantor, membuatnya sering bertemu dengan banyak orang. 

Beberapa orang tersebut tentu saja laki-laki dan bisa saja menarik perhatian Ibu bekerja. Kondisi inilah yang sering menimbulkan kecurigaan bahwa Ibu bekerja cenderung suka selingkuh. Padahal tidak selaku demikian loh. Selingkuh atau tidak sebenarnya bukan karena Ibu bekerja atau tidak bekerja. Masalah perselingkuhan terjadi karena berbagai macam faktor.  

  • Ibu Bekerja tidak Bisa Sukses di Rumah dan Tempat Kerja

Cap negatif lainnya yang diterima Ibu bekerja  adalah bahwa Ibu bekerja tidak bisa sukses di rumah dan tempat kerja. 

Hal yang perlu diluruskan di sini bahwa kesuksesan seorang Ibu tidaklah diukur dari apakah ia bekerja atau tidak. 

Seorang Ibu bekerja tentusaka bisa sukses jika ia bisa membagi waktu antara pekerjaan dan urusan keluarga. Pun demikian dengan Ibu rumah tangga yang bisa mengatur segala urusan keluarga dengan baik.  

  • Ibu Bekerja Lebih Pandai dari Ibu Rumah Tangga

Mitos lainnya yang disematkan pada Ibu bekerja adalah bahwa Ibu bekerja lebih pandai daripada Ibu rumah tangga. Padahal, banyak juga Ibu rumah tangga yang memiliki kepandaian di atas rata-rata dan memilih untuk menjadi Ibu rumah tangga karena satu dan lain hal.   

Banyak sekali stereotip atau stigma negatif tentang Ibu bekerja yang berkembang di masyarakat saat ini. Beberapa stigma Ibu bekerja di atas mungkin pernah Anda dengar dan bahkan pernah disematkan pada Anda, namun apapun stigma yang pernah anda terima, kami yakin anda mampu menunjukkan bahwa itu hanya pandangan yang keliru. Semangat ya,Bu! 

Baca juga:

  1. Ibu Tetap Produktif Saat Bekerja Di Rumah: Kenapa Tidak?
  2. Cara Mudah Seimbangkan Aktivitas Ibu Bekerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *