Tinggal Bersama Mertua? Siapa Takut!

08 April 2020

Mertua adalah orang-orang yang berperan penting dalam kehidupan pasangan kita. Dan tentunya setelah menikah, mertua juga adalah orang tua kita. Namun memang tidak mudah untuk menyesuaikan diri dengan anggota keluarga baru, baik dari sisi mertua maupun dari sisi kita sebagai menantu. 

Kesulitan dalam penyesuaian ini kerap menimbulkan konflik antara mertua dan menantu. Apalagi jika kita tinggal dalam satu rumah dengan mertua, tentu ada hal-hal yang perlu kita perhatikan. Salah dalam menyikapi konflik dengan mertua, dampaknya bisa fatal. Hubungan suami dan istri bisa ikut terkena imbasnya, tidak sedikit pula yang berakhir dengan perceraian.

Jika Anda menyadari bahwa membangun hubungan dengan mertua adalah hal penting dan berharga, maka beberapa hal berikut ini perlu dipelajari dan cobalah untuk menerapkannya dalam relasi anda dengan mertua. 

  1. Bekerjasama dengan Pasangan Anda

Ini adalah aturan kunci yang utama. Saat anda memiliki konflik dengan mertua, hal pertama yang harus dilakukan adalah membicarakan hal tersebut dengan pasangan Anda.

Mungkin sekali, ada nilai atau aturan di dalam keluarga pasangan yang kita belum ketahui dan pahami sebelumnya. Penting untuk mencari tahu terlebih dahulu nilai-nilai tersebut melalui pasangan kita. Jangan sampai berprasangka negatif sebelum mencari tahu atau semua hanya akan berakhir dengan salah paham.

  1. Mertua Tetaplah Keluarga 

Hindari menempatkan pasangan Anda dalam situasi di mana ia harus memilih antara Anda atau mertua (atau bisa juga kakak/adik ipar). Jika hal ini dilakukan, maka sama saja Anda menempatkan hubungan Anda dalam risiko.

Sebaliknya, cobalah untuk memahami ikatan yang dimiliki pasangan Anda dengan kakek-nenek, orang tua, dan saudara kandungnya. Jika memungkinkan, cobalah untuk bersikap positif terhadap ikatan tersebut. Bahkan jika pasangan memiliki orang tua yang tidak Anda sukai, tetap mereka adalah orang tuanya. 

  1. Tetapkan Batasan

Apakah kita melarang anak-anak main gadget di hari sekolah?

Apakah kita sepakat untuk tidak meminjamkan uang kepada kerabat?

Hal-hal seperti ini perlu kita bicarakan dan sepakati sebelumnya dengan pasangan, dan  usahakan untuk mengkomunikasikannya dengan mertua. Apa saja “aturan” yang kita miliki untuk rumah tangga dan keluarga inti kita,  serta apa saja batasan yang kita terapkan. 

Jika merasa akan timbul konflik saat kita menyampaikan aturan dan batasan yang ada dalam keluarga, khususnya keluarga dari pihak mertua, mintalah pasangan untuk terlibat dalam mengkomunikasikan hal tersebut. 

  1. Kenali Diri Anda Sendiri

Ini adalah hal penting dalam hubungan dengan siapapun. Kita memang perlu beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan orang lain, terlebih jika kita tinggal bersama mertua, namun jangan sampai kita mengubah hal-hal yang menjadi prinsip hidup kita. 

Penting untuk bersikap fleksibel, tapi bukan berarti kita harus selalu menuruti tekanan dan tuntutan dari orang lain. 

tips tinggal bersama mertua

  1. Jangan Menengok ke “Rumah Tetangga”

Anda mungkin pernah mendengar cerita dari teman tentang betapa tidak menyenangkannya hidup di “Pondok Mertua Indah”. Atau membaca cerita artis di sosial media soal bagaimana ibu mertuanya selalu baik dan memasak untuknya setiap hari. 

Namun jangan sampai Anda menganggap keluarga mertua Anda akan sama seperti mertua orang lain. Tidak ada satupun keluarga yang identik situasinya. 

Meskipun masalah yang Anda hadapi mungkin mirip dengan masalah teman, solusinya bisa sangat berbeda. Anda boleh belajar dari cara orang lain mengatasi konflik dengan mertua, tetapi jangan berharap akan bisa 100% sama persis hasilnya. 

  1. Belajar “Mendinginkan” Situasi

Saat ada masalah atau konflik dengan mertua, berusahalah untuk tidak membuatnya semakin parah dengan menyerang pribadinya. Sebisa mungkin ingatlah untuk tidak membesar-besarkan masalah atau mengungkit yang sudah lewat.

Berikan waktu bagi mertua maupun diri Anda sendiri untuk sama-sama “mendinginkan kepala” dan berpikir lebih jernih. Percayalah, mertua Anda pun sebenarnya butuh waktu untuk itu. 

  1. Bersikap Dewasa

Anda mungkin adalah seorang “anak emas” bagi keluarga anda, tetapi belum tentu akan mendapatkan perlakukan yang sama di keluarga mertua. Maka, terima lah kenyataan itu dengan lapang hati. 

Saat anda memutuskan untuk menikah dan berumah tangga, bersikap dewasa adalah salah satu syarat mutlaknya; maka jangan pula segan untuk meminta maaf kepada mertua ketika hal itu memang diperlukan. 

Memiliki mertua apalagi tinggal bersama dalam satu atap memang bukan hal yang mudah dan bagi sebagian orang tidak selalu menyenangkan. Namun bukan berarti ini harus jadi hal yang menghalangi kebahagiaan rumah tangga Anda. Cobalah beberapa langkah di atas untuk membuat hubungan Anda dan mertua lebih harmonis. 

Baca Juga:

  1. Siapkan Mental, Ini Daftar Konflik yang Mungkin Muncul dengan Mertua
  2. Bertengkar dengan Mertua? Ini Cara “Berdamai” Setelahnya!
Bagaimana Menurut Anda?
+1
1
+1
1
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket