Banner Header Tanya Ahli SOP

Tips Ajarkan Anak Mengelola Angpao

Browse By

Menjelang Tahun Baru Imlek, Aaron, 7 tahun, sibuk menghitung kemungkinan angpao yang akan diterima dari Oma, Opa, Om, dan Tante. Pokoknya, dia buat daftar nama-nama yang kemungkinan besar akan memberinya angpao. Setelah itu, dia sibuk membuat daftar barang apa saja yang akan dia beli. Baginya, mendapat uang berarti harus dihabiskan saat itu juga.

Melihat hal tersebut, saya sebagai orangtua tentu tidak akan membiarkannya begitu saja. Meski masih anak-anak, mereka harus sudah diajari bagaimana cara mengelola uang, termasuk angpao yang jumlahnya bisa sampai ratusan ribu rupiah. Anak mungkin akan berpikir bahwa tahun baru Imlek adalah momen panen uang. Tanpa kontrol dari orangtua, ia mungkin akan menghabiskan semua uangnya dengan bahagia dan tanpa beban. Jika hal ini dibiarkan, sangat mungkin anak akan menjadi orang yang boros nantinya.

Bagaimana cara cerdas mengajari anak mengelola angpao yang mereka dapatkan?

Pada jauh-jauh hari, saya sudah mengajarkan padanya bahwa uang angpao yang diterimanya adalah 100 persen miliknya. Meski saya yang menyimpannya, saya berjanji tidak akan mengurangi jumlahnya. Jadi, dia tidak khawatir lagi. Tak hanya itu, saya juga menjelaskan bahwa ada tiga fungsi uang, yaitu berbelanja, beramal, dan juga menabung. Kalau masalah berbelanja, tak perlu menjelaskannya secara detail, anak pasti sudah tahu. Nah, masalahnya ada di poin beramal dan menabung.

Anak-anak masih belum mengerti alasan mengapa ia harus memberikan uangnya kepada orang lain. Membuatkan contoh untuknya pun tak semudah yang saya pikir. Tahap awal, saya harus menumbuhkan rasa empatinya terlebih dahulu. Saya ceritakan padanya bahwa tidak semua anak beruntung seperti dia. Saya mengajak Aaron ke Panti Asuhan. Saya bercerita kepadanya bahwa di sana, anak-anak tidak tinggal bersama Mama Papanya. Jadi, Aaron harus baik dengan mereka. Aaron pun mau bermain dengan mereka. Beberapa waktu berikutnya, kami mengunjungi panti asuhan lagi. Sebelum itu, Aaron mengemasi buku-buku dan mainan untuk diberikan kepadanya. Waktu itu, ia masih belum punya banyak uang. Nanti, ketika ia menerima banyak angpao, saya pun akan mengajaknya ke sana juga.

Selanjutnya adalah menabung. Mengajarkan anak untuk menabung berarti membuatnya belajar untuk sabar. Satu tahun yang lalu, Aaron sangat ingin membeli sepeda baru. Waktu itu kami masih tinggal di luar kota. Saat imlek tiba, angpao yang diterimanya pun belum cukup untuk membeli sepeda. Saya mengajaknya untuk membeli celengan (uang yang dipakai untuk membeli celengan pun uangnya). Lalu saya minta dia memasukkan uang ke dalam celengan. Nanti, celengan itu akan diisi oleh dia, saya, dan papanya sampai penuh dan cukup untuk membeli celengan. Dari hal kecil itu, syukurlah, sampai sekarang Aaron masih rajin menabung jika ada sesuatu yang dibelinya.

Untuk imlek tahun ini, jangan sampai anak-anak boros dengan uang yang mereka dapatkan ya, Parents. Anak juga harus belajar bagaimana cara mengatur uang sedini mungkin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *