School Life

Anak Hobi Corat-Coret, Tanda Siap Sekolah?

Pertanyaan :

Ibu Ditapratiwi Nadifa :

Anak saya berusia belum genap 2 tahun. Namun setiap kali dia melihat buku, pensil, pulpen ataupun pulpen warna. Saya melihat, anak saya menunjukkan minat untuk sekadar mencoret coret buku tersebut. Pertanyaan nya, Perlukah Preschool pada anak? Jika memang perlu, pada usia berapakah sebaiknya anak mengikuti Preschool? Kemudian, adakah dampak positif maupun negatif dari Preschool tersebut? Terakhir, apa yang harus dilakukan jika anak saya bosan saat sekolah?

Jawaban Ahli :

Halo Parents,

terimakasih telah sharing dengan kami.

Terkait pertanyaan Ibu Ditapratiwi, perlukah anak masuk Preschool (Pra-sekolah)? Berikut jawaban dari saya:

1. Perlukah Preschool Pada anak?

Untuk mengetahui, apakah seorang anak perlu mengikuti Preschool atau tidak, sebaiknya Ibu mengetahui apa tujuan anak masuk Preschool? Apakah hanya karena anak berminat corat coret? Ibu juga perlu mengetahui kesiapan anak untuk sekolah. Artinya, apakah anak yang berminat untuk corat-coret berarti siap untuk mengikuti sekolah?

Menurut saya, seorang anak yang berminat untuk mencorat coret belum tentu merasa siap mengikuti pendidikan formal seperti di Preschool. Pra-sekolah sebenarnya ditujukan untuk mengembangkan semua aspek perkembangan bagi anak. Nah, bagi orangtua yang masih memiliki waktu menemani buah hati untuk mencorat coret di kertas atau kegiatan yang serupa. Sebaiknya cukup dilakukan di rumah saja.

2. Kenapa Anak Senang Mencorat-Coret?

Seorang anak yang senang mencorat coret berarti anak tersebut sedang mengembangkan motorik halusnya. Hal ini adalah salah satu tahap perkembangan yang baik bagi anak. Sebaiknya saat anak memasuki tahap perkembangan ini, Parents memberikan kegiatan lain yang bisa mengembangkan motorik halus anak.

3. Apa Saja Kegiatan Lain Untuk Melatih Motorik Halus Anak?

Beberapa kegiatan yang bisa melatih motorik anak lainnya adalah memindahkan kancing, memindahkan benda dengan sendok, menjumput benda-benda dengan tangan, menuangkan air dan kegiatan lainnya yang bisa dikreasikan bersama anak. Usahakan ciptakan kegiatan yang bisa melatih tangan anak.

Jadi untuk mengembangkan motorik halus anak, seperti menulis, Ibu belum perlu memasukkan anak ke preschool. Kembangkan sendiri motorik halus anak di rumah dengan kegiatan-kegiatan menyenangkan seperti contoh di atas.

Demikian saran yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat ya, Bu.

Salam hangat untuk keluarga.

Melita Rahardjo M.Teach (E.C)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *