Banner Header Komunitas SOP

Membesarkan Anak Tanpa Ayah, Bisa Jadi Masalah?

Browse By

Membesarkan anak seorang diri atau single parent memang berat. Bukan hanya bagi orang tua, namun juga bagi anak. Bayangkan saja, bagaimana kehidupan anak tanpa peran salah satu orang tua, misalnya seorang Ayah.

Di saat teman-temannya yang lain belajar naik sepeda bersama Ayah, anak yang besar tanpa sosok Ayah mungkin belajar hanya sendiri. Di saat teman lain berlatih sepak bola bersama Ayah, anak yang besar tanpa Ayah mungkin harus mencari hobi lain yang jauh dari adanya peran Ayah. Atau, saat teman lain belajar menjadi pemberani dari sosok Ayah, anak yang besar tanpa Ayah merasa kehilangan arah karena tak tahu harus belajar pemberani dari siapa.

Belajar menjadi pemberani dari seorang Ibu? Mungkin bisa, tapi tentunya tak akan sama, seperti saat anak belajar menjadi pemberani dari sosok Ayah.

Bagaimanapun, peran Ayah itu sangatlah penting dalam perkembangan anak. Kedekatan Ayah dengan anak-anak memiliki banyak manfaat. Misalnya, mengajarkan anak menjadi tangguh, mengajarkan anak tentang bersikap bijak, dan masih banyak lagi hal lain yang hanya bisa diperoleh dari sosok Ayah.

Lalu, benarkah membesarkan anak tanpa sosok Ayah, bisa menimbulkan masalah? Beberapa hal berikut ini memang menjadi kelemahan saat membesarkan anak seorang diri tanpa peran Ayah:

  1. Kurangnya Keseimbangan dalam Keluarga

Peran Ibu dalam keluarga memang penting, namun peran Ayah juga sama penting dalam keluarga. Ibu dan Ayah bersama-sama menciptakan keseimbangan bagi keluarga yang dibangunnya. Jadi, jika dalam satu keluarga tidak ada Ayah, maka keluarga tersebut memang “kurang seimbang”.

  1. Pola Asuh Terasa Kurang

Sepertinya, semua orang tahu bahwa dibutuhkan peran kedua orang tua untuk mengasuh anak-anak. Kita semua juga tahu bahwa dibutuhkan tim yang solid untuk membesarkan, mengasuh dan mendidik anak-anak dan ini hanya akan terjadi saat Ayah dan Ibu bekerja sama.

  1. Kehidupan Ibu tidak Lengkap

Bukan berarti wanita harus selalu hidup dengan laki-laki, namun mengasuh anak sebagai seorang ibu tanpa sosok seorang Ayah memang akan jauh lebih sulit. Akan ada hal-hal , masalah atau isu tertentu yang sebaiknya ditangani oleh sosok Ayah.

  1. Tidak ada Role Model bagi Anak Laki-Laki

Laki-laki memang sangat berbeda dengan perempuan dalam segala aspek kehidupan. Pun demikian dengan sosok Ayah yang memiliki peran berbeda dengan sosok Ibu. Ayah, merupakan role model sempurna bagi anak laki-laki. Besar, tanpa Ayah yang baik anak laki-laki kehilangan sosok ideal untuk tumbuh kembangnya.

  1. Tidak ada Role Model bagi Anak Perempuan

Bukan hanya anak laki-laki yang butuh peran Ayah sebagai role model, anak perempuan juga membutuhkan sosok Ayah sebagai seseorang yang mengajarkan banyak hal. Mulai dari mengajarkan untuk menjadi individu yang tangguh hingga untuk menenangkan saat sedang berada di situasi sulit.

  1. Kurangnya Model “Bentuk Cinta” kepada Anak-Anak

Cara termudah untuk mengajarkan pada anak tentang bentuk dari cinta adalah melalui hubungan keluarga. Dari sana, anak akan belajar bagaimana caranya mencintai, menghargai dan menghormati pasangan setiap hari. Ini merupakan bekal yang sangat penting bagi kehidupannya di masa mendatang.

  1. Tidak ada Sosok yang melindungi Keluarga

Idealnya, peran dari sosok Ayah adalah melindungi keluarga. Tapi, jika di dalam keluarga tidak ada sosok Ayah? Tentunya, peran sebagai pelindung keluarga akan ditujukan pada sosok dewasa lain, yaitu seorang Ibu. Lalu, bagaimana jika Ibu semakin menua? Tentu, sosok pelindung keluarga akan berada di tangan anak pertama.

Nah, bukankah peran Ibu dan Ayah ada porsinya masing-masing? Tentu, yang satu tidak bisa menggantikan posisi yang lain, karena seharusnya memang saling melengkapi. Bagaimana jika memang belum memungkinkan untuk menghadirkan sosok Ayah? Keluarga terdekat seperti Kakek atau Paman dapat menjadi “pengganti” sosok Ayah bagi anak.

Baca juga:

1. Anak “Broken Home” Bermasalah?

2. Bercerai Saat Anak Usia Balita, Benarkah Lebih Mudah?

Rekomendasi Kelas Online Bersama Ahli : Sybbli Zainbrin, M.Psi., Psikolog

Like Father Like Child

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *