Banner Header Komunitas SOP

Anak Perempuan Galau Saat Puber, Wajar Nggak Sih?

Browse By

Memiliki anak perempuan yang baru saja memasuki masa puber memang tidak bisa dianggap remeh nih Parents! Pasalnya banyak sekali perubahan yang anak perempuan alami di masa pubernya. 

Selain perubahan fisik, ada juga loh perubahan suasana hati yang mengikuti anak perempuan di masa pubernya. Nah, apa saja sih bentuk perubahan suasana hati atau kegalauan anak perempuan di masa pubernya?

  • Suka Menangis Tanpa Sebab Jelas

Memasuki masa puber, anak perempuan seringkali menangis tanpa sebab yang jelas. Perasaan sedih bisa tiba-tiba dirasakan anak perempuan saat melakukan hal sederhana, misalnya saja membaca novel atau melihat film yang sedikit melankolis. 

Adegan di film atau cerita di novel yang menunjukkan kesedihan sangat mungkin mempengaruhi suasana hatinya. Tak jarang, banyak anak perempuan yang memasuki masa puber menganggap bahwa dirinya seperti tokoh film atau tokoh di dalam novel yang dibacanya. 

Jadi, jika suatu saat anak Anda terlihat sedih dan murung setelah melihat film atau setelah membaca novel, maka tidak perlu merasa aneh atau penasaran. Bisa dipastikan ia hanya terpengaruh alur cerita film atau novel yang ditonton dan dibacanya, Parents!

  • Plin Plan

Semakin memasuki masa puber, anak perempuan semakin menunjukan sikapnya yang plin-plan. Sebentar-sebentar merasa bahagia, lalu tiba-tiba merasa sedih. Kondisi ini sangat wajar dialami oleh anak perempuan. Sebaiknya, orang tua tidak perlu khawatir dengan kondisi yang dialami oleh anak. 

Saat anak mengalami perasaan ini, hal yang dibutuhkan mereka adalah didengarkan oleh orang lain. Misalnya saja oleh teman-teman atau oleh orang tuanya sendiri. Dorong anak untuk bercerita tentang hal yang ia rasakan agar perasaannya lebih lega. 

Perubahan hati anak saat puber

  • Sering Merasa Kecewa

Di masa puber, anak perempuan seringkali merasa kecewa terhadap segala sesuatu. Pada masa puber ini, anak perempuan sudah memiliki pemikiran yang logis terhadap sesuatu hal dan mulai menentukan “benar” dan “salah” menurut versinya sendiri. Biasanya, anak perempuan mulai keras kepala dan menganggap bahwa dirinyalah yang benar. 

Pemikiran inilah yang seringkali membuat mereka merasa lebih kecewa di masa pubernya. Misalnya saja, saat Ibu berjanji membelikan smartphone jika nilai ulangan matematika anak dapat bagus. Lalu, saat nilai matematika anak bagus, Ibu mengatakan bahwa pembelian smartphone ditunda dulu hingga bulan depan karena uang Ibu harus dipakai untuk perawatan Kakek di rumah sakit.

Jika anak perempuan mengalami kasus tersebut, bisa jadi ia sangat kecewa dan mulai menyalahkan Ibu. Padahal ada yang lebih penting daripada sekedar membeli smartphone, yaitu kesehatan Kakek. Untuk itu, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam situasi ini. Sebaiknya pahami perasaan kecewa anak sambil jelaskan mengenai prioritas dalam kehidupan yang kadang bisa membuat rencana seseorang berubah.

Bagaimana mengetahui datangnya perubahan emosi saat puber? 

Ada cara yang cukup mudah untuk mengetahui perubahan emosi pada masa puber anak. Salah satunya dengan menandai beberapa perubahan suasana hati pada anak berikut ini:

  • Anak lebih suka sendiri daripada pergi dengan keluarga 
  • Perasaan anak mudah berubah sewaktu-waktu
  • Menganggap teman lebih memahami perasaannya dari pada orang tua
  • Semakin banyak yang dipikirkan anak
  • Tidak memahami diri sendiri
  • Tegas dalam berpendapat
  • Kadang kecewa dengan diri sendiri
  • Khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain 
  • Percaya diri yang sedikit berlebihan
  • Beberapa hal tidak terlihat menarik lagi bagi anak

Jika Anda menandai 4 dari 10 tanda perubahan pada anak di atas, maka bisa dipastikan anak sedang mengalami perubahan emosional. Untuk itu, beri perhatian lebih pada anak dan dukung anak di masa pubertasnya.

Baca juga:

  1. Siap-Siap! Ini yang Akan Dialami Anak Saat Puber
  2. Ide Seru Kado Anak Laki-Laki yang Mulai Remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *