Banner Header Promo Oktober

Siap-Siap! Ini yang Akan Dialami Anak Saat Puber

Browse By

Masa puber atau pubertas adalah masa yang cukup penting bagi anak-anak dan orang tua. Pada masa ini terjadi berbagai perubahan dalam diri anak, secara fisik, seksual, sosial dan emosional.

Selain itu, masa pubertas adalah puncak pertumbuhan anak  atau growth spurt. Maka jangan heran jika anak mulai bertanya-tanya tentang perubahan yang terjadi dalam dirinya. Maka, wajib bagi orang tua memberi anak pemahaman dan perhatian lebih pada masa ini.

Nah, bicara soal pubertas, kira-kira kapan sih anak mengalaminya?

Masa pubertas pada anak perempuan biasanya dimulai sejak usia 10-14 tahun dan pada anak laki-laki dimulai pada umur 12-16 tahun.

Namun, jika anak Anda mengalaminya lebih awal (8 tahun untuk anak perempuan dan 9 tahun untuk anak laki-laki) atau lebih lama (13 tahun untuk anak perempuan dan 14 tahun untuk anak laki-laki) maka hal itu wajar dan masih dalam batas normal.

Lalu, apa saja tanda pubertas?

Tanda-Tanda Pubertas Pada Anak:

Beberapa tanda pubertas pada anak yang sering muncul, baik pada anak laki-laki dan anak perempuan adalah

√ Kulit wajah yang berminyak, sehingga biasanya timbul jerawat.

√ Rambut anak yang cenderung berminyak.

√ Mulai timbul bau badan dan keringat berlebih.

√ Tinggi badan mulai meningkat. Biasanya 11 cm bagi anak perempuan per tahun, dan 13 cm bagi anak laki-laki per tahunnya.

Apakah ada tanda pubertas berbeda pada anak laki-laki dan anak perempuan? Tentu saja ada, beberapa tanda pubertas tersebut adalah

Tanda Pubertas Pada Anak Perempuan:

Tanda pubertas pada anak perempuan yang biasanya muncul adalah payudara yang mulai membesar diikuti dengan pinggul yang mulai melebar.

Kemudian, barulah muncul rambut pada kemaluan dan ketiak. Setelah kemunculan rambut pada ketiak dan kemaluan, maka sekitar 1-2 tahun, tubuh anak perempuan akan membesar dan mulai membangun lemak, khususnya pada bagian paha, kaki, lengan dan tangan anak. Sehingga, jangan kaget jika berat badan anak perempuan bertambah.

Tanda pubertas pada anak perempuan lainnya adalah adanya keputihan yang dapat terjadi sebelum masa menstruasi. Anak perempuan mungkin juga merasakan rasa tidak nyaman seperti kram pada bagian perut, atau pusing kepala sebelum masa menstruasi tiba.

Hal ini wajar terjadi, karena tubuh sedang mempersiapkan masa menstruasi. Namun, jika tanda-tanda ini sudah sangat mengganggu, misalnya keputihan berlebih yang menyebabkan gatal, bau yang tidak sedap, bahkan rasa sakit, segera konsultasikan dengan dokter.

Yang keliru, banyak orang tua yang menyangka, bahwa tanda pubertas pada anak perempuan terjadi manakala mengalami menstruasi pertama. Padahal jauh sebelum itu, saat tubuh anak sudah menunjukkan perubahan seperti perempuan dewasa, maka anak sudah memasuki masa pubertas.

Biasanya masa menstruasi ini akan terjadi 18 bulan sampai 2 tahun setelah anak mengalami perubahan fisik. Tapi, waktu tersebut bukanlah patokan pasti. Artinya, setiap anak perempuan, tentu mengalami masa yang berbeda.

Tanda Pubertas Pada Anak Laki-laki:

Tanda pubertas pada anak laki-laki memang muncul lebih lambat daripada anak perempuan. Tanda umumnya yang muncul adalah ukuran testis yang mulai membesar, kemudian diikuti dengan tumbuhnya rambut pada ketiak dan kemaluan.

Berbeda dengan anak perempuan yang mengalami menstruasi, tanda pubertas pada anak laki-laki selanjutnya adalah saat mengalami ereksi dan ejakulasi pertama kali. Nah, ejakulasi ini biasanya ditandai dengan “mimpi basah” pada anak laki-laki. Sedangkan ereksi bisa terjadi secara spontan tanpa alasan yang jelas, dan biasanya ketika bangun tidur.

Tak hanya itu, tanda pubertas pada anak laki-laki lainnya adalah bertambahnya tinggi badan dan berat badan secara bersamaan, masa otot yang lebih besar, dada anak laki-laki yang mulai melebar (bidang), tumbuhnya jenggot pada beberapa anak laki-laki dan suara yang mulai berat (besar).

Pada beberapa anak laki-laki, mungkin mengalami pembesaran jaringan payudara. Tapi Anda tidak perlu khawatir karena pembesaran jaringan payudara ini disebut ginekomastia dan akan hilang dalam waktu 6 bulan atau lebih.

Selain perubahan fisik yang terjadi, tanda pubertas lainnya, baik pada anak laki-laki dan anak perempuan adalah perubahan secara emosional dan sosial.

Tanda Pubertas Pada Anak Secara Sosial dan Emosional:

Masa pubertas adalah masanya perubahan bagi anak-anak, sehingga jika anak mengalami perubahan suasana hati, perubahan sikap, secara sosial dan emosional, maka adalah wajar.

Beberapa tanda pubertas yang dialami secara sosial dan emosional adalah saat anak merasa ingin mandiri sekaligus ingin juga diperhatikan oleh orang tua.

Tanda yang muncul, misalnya anak mulai mengambil tanggung jawab berbeda saat di sekolah, seperti menjadi pemimpin kelas, atau masuk dalam organisasi yang bisa membuatnya mandiri dan tidak tergantung orang lain. Anak juga seringkali butuh ruang pribadi. Sehingga jangan kaget jika awalnya anak tidur di kamar yang sama dengan saudaranya, dan mulai meminta kamar sendiri.

Perubahan sosial emosional ini menunjukkan bahwa anak Anda membentuk identitas diri dan belajar bagaimana menjadi orang dewasa yang mandiri. Pada masa pubertas ini, anak-anak juga sedang mengembangkan keterampilan dalam pengambilan keputusan dan belajar untuk memahami konsekuensi dari tindakan mereka.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua untuk Menghadapi Pubertas Pada Anak?

Strategi terbaik untuk menghadapi masa pubertas pada anak adalah dengan menjelaskan pada anak saat terjadi perubahan pada dirinya. Anda bisa menjelaskan pada anak dengan bahasa yang mudah dipahami. Tambahkan juga bahwa, tanda pubertas yang muncul, adalah tanda bahwa anak semakin dewasa.

Jangan lupa untuk mengatakan pada anak bahwa tanda pubertas ini adalah normal dan dialami oleh semua anak, termasuk Anda dulu. Yang paling penting dalam menghadapi masa pubertas anak adalah dengan menjadi panutan atau role model yang baik bagi anak-anak Anda.

Beberapa anak mungkin akan mengalami rasa khawatir karena mulai membandingkan perubahan fisik yang terjadi antara dirinya dan teman-temannya. Anak-anak akan berpikir bahwa dirinya berbeda dengan teman-temannya.

Misalnya, anak merasa lebih gemuk, lebih tinggi, bahkan lebih cepat mengalami menstruasi daripada anak lainnya. Nah, jika kondisi ini terjadi, jelaskan pada anak bahwa setiap anak memiliki masa perkembangan sendiri, sehingga wajar jika tiap anak memiliki perubahan fisik yang berbeda.

Tak hanya itu, untuk menghadapi masa pubertas pada anak-anak, penting bagi orang tua untuk memahami kebutuhan anak. Seperti kebutuhan akan ruang pribadi. Sehingga usahakan untuk selalu mengetuk kamar anak sebelum masuk. Cara ini dilakukan agar anak merasa nyaman menjalani masa pubertas mereka.

Beberapa Tips untuk Menghadapi Masa Pubertas Pada Anak:

Pada Anak Perempuan:

  1. Jelaskan tentang menstruasi pada anak, termasuk apa saja yang akan dialami saat anak mengalami menstruasi.
  2. Ajarkan anak menggunakan pembalut, termasuk ukuran aman saja yang cocok, nyaman, dan aman digunakan oleh anak, sehingga saat menstruasi tiba anak tidak mengalami hal seperti kebocoran.
  3. Jelaskan pada anak tentang rasa tidak nyaman dan sakit menjelang atau selama menstruasi. Termasuk, ajarkan anak untuk menghadapinya, misalnya minta anak untuk berbaring jika perutnya terlalu kram.
  4. Siap sedia obat penghilang rasa sakit jika rasa sakit menstruasi pada anak sangat mengganggu. Namun, usahakan pemberian obat ini adalah pilihan terakhir. Anda juga bisa memberinya air hangat yang dimasukkan dalam botol untuk diusap ke area perut, sehingga mengurangi rasa nyeri.
  5. Berikan jamu kunyit asam yang bisa membantu mengatasi nyeri haid, dan mengatasi kram perut. Tapi, gunakan dalam batas wajar dan sebaiknya jangan diminum bersama obat lainnya.
  6. Segera hubungi dokter jika nyeri menstruasi pada anak tidak tertahankan lagi.

Pada anak Laki-laki:

  1. Beri anak penjelasan lebih tentang perubahan ukuran pada testisnya, termasuk jika perubahan ukurannya tidak seimbang. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter jika merasa ada kejanggalan.
  2. Jelaskan bahwa ejakulasi dan ereksi secara spontan itu wajar dan tidak perlu khawatir.
  3. Jika anak laki-laki Anda merasa bertubuh kecil atau kurus dan tidak seperti anak lain, maka yakinkan bahwa pertumbuhan setiap anak memang berbeda, dan tidak perlu khawatir karenanya.

Pada Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan:

  1. Puji usaha mereka dalam melakukan sesuatu, khususnya hal yang berkaitan dengan prestasi anak.
  2. Hindari memaksa anak menjadi seperti diri Anda.
  3. Cobalah untuk tenang setiap ledakan emosi pada masa pubertas anak. Tunggu anak tenang sebelum membicarakan masalah yang sedang dihadapi.
  4. Tetap terlibat dan berada di samping anak saat mereka membutuhkan.
  5. Tolerir jika anak membutuhkan waktu lama untuk merawat diri. Misalnya waktu lama saat di kamar mandi, saat berpakaian atau saat merias diri.
  6. Bicarakan pada anak jika anak melakukan perubahan gaya ekstrim pada diri mereka, seperti mulai memotong rambut tak beraturan, menggunakan pakaian yang tidak sopan, dll.
  7. Ajak anak berkonsultasi dengan dokter apabila tanda pubertas cukup mengganggu. Misalnya terjadi keputihan berlebih, berbau dan menimbulkan rasa sakit dan gatal, atau jika jerawat yang timbul sangat mengganggu penampilan anak.

Masa pubertas pada anak adalah masa yang penting, sehingga perlu adanya pendampingan orang tua. Untuk itu, sebagai orang tua, sebaiknya mulai pahami tanda dan cara menghadapi pubertas pada anak. Perkaya terus wawasan tentang parenting pada masa pubertas anak, sehingga Anda tidak terlalu khawatir dan kaget saat menghadapinya sendiri.

Artikel Terkait:

  1. Tahapan Perkembangan Seksual Anak: Apa Yang Orang Tua Perlu Pahami?
  2. Anak Mulai Bertanya Tentang Menstruasi! Cara Menjelaskan Menstruasi Pada Anak

One thought on “Siap-Siap! Ini yang Akan Dialami Anak Saat Puber”

  1. Jerrell Windschitl says:

    Pretty nice post. I just stumbled upon your weblog and wished to say that I’ve really loved browsing your blog posts. In any case I will be subscribing to your rss feed and I’m hoping you write once more very soon!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *