Banner Header Tanya Ahli SOP

Apakah Anakku Benar-Benar Pemalu?

Browse By

Pertanyaan:

Ibu Erika

Hallo SOP,

Anak saya laki-laki 4tahun. Sudah mulai sekolah juli 2018 kemarin. Sepertinya Anak saya ini sangat pemalu. Di beberapa kesempatan, saat ada kegiatan yang menampilkan perform anak-anak TK di sekolahnya, seperti hari guru, hari Natal, dsb, anak saya pasti mogok tampil di hari H. Dia akan menangis, sambil tarik-tarik tangan saya atau Papanya, ngajak pulang. Bagaimana caranya untuk mendorongnya agar berani dan tidak malu?

Keterangan Lainnya : Speech Delay, Pemarah (Tapi tidak pernah tantrum), tidak sabaran, bisa berteman, (tapi terkendala dengan msalah speech delaynya). Komunikasi dengan temannya tidak 2 arah.

Jawaban:

Hallo Parents,

Hallo Ibu Erika,

Kemungkinan ananda bukan pemalu. Memang wajar ada beberapa anak menolak/batal  tampil di acara sekolah, dll padahal sudah berlatih. Hal ini karena anak tidak nyaman dengan banyak orang asing (penonton).

Ada beberapa solusi yang bisa coba dilakukan:

  1. Bicarakan di awal saat pemilihan anggota pentas bahwa nanti mereka akan pentas di depan orang asing. Ini mengantisipasi anak yang kaget karena ada begitu banyak orang di hari H.
  2. Mulai  dari performance kecil. Maksudnya, mulai buat seting anak tampil di acara keluarga (pak dhe budhe dll) sambil amati reaksinya. Tiap ada acara keluarga, persiapkan anak untuk menampilkan 1 hal (bisa menari, nyanyi dll). Kalau anak masih takut, orang tua bisa menemani beberapa kali sampai berani tampil sendiri di depan keluarga. Nanti secara bertahap bisa menambah jumlah audiens, misalnya di acara arisan yang ada tetangga dll.

Yang terpenting, jangan terobsesi anak tampil di acara sekolah,dll demi kepuasan/kebanggan orang tua semata. Karena hakikatnya anak tampil adalah membantu anak melatih kepercayaan dirinya sendiri. Maka ikutilah proses yang dijalani anak, termasuk saat dia demam panggung dan menolak tampil.

Oh ya, untuk diagnosa anak speech delay, apakah sudah mendapat assessment dari ahlinya (psikolog)? Jika belum, mungkin sebaiknya orangtua memastikannya dengan konsultasi pada profesional seperti psikolog anak.

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat.

Melita Rahardjo, M. Teach (EC)

Artikel terkait:

  1. Treatment Bagi Anak “Pemalu”
  2. Bagaimana Jika Anak Takut Keramaian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *