Banner Header Komunitas SOP

Biang Onar Atau Hanya Mencari Perhatian?

Browse By

“Kak, makan dulu!” teriak mama dari dapur

Kakak yang saat itu sedang asyik melihat Tv, sama sekali tidak menggubris perintah mama. Ia terlihat asyik menonton walaupun sudah mendengar mama berteriak berulang kali.

Sambil marah-marah mama menghampiri kakak dan berkata

“Kakak tuh gak dengerin mama ya?” kakak pun terlihat jengkel dan balik mengulangi kata-kata mama sambil menirukan gaya bicara mama.

Situasi inikah yang pernah Parents alami di rumah bersama si kecil? Walaupun masih kecil tapi anak sudah bisa membantah, menirukan gaya bicara orangtua dan keonaran lain yang membuat Parents naik darah?

Jika Parents sedang berjuang menghadapi anak yang suka membuat onar, anda tidak sendirian. Perilaku-perilaku seperti sering membuat onar di rumah dan tidak sopan sebenarnya hanya cara anak untuk memecahkan masalah atau mengekspresikan perasaan.

Alasan Si Pembuat Onar?

Merujuk situs empoweringparents.com, anak yang cenderung tidak sopan dan membuat onar adalah anak yang merasa tidak berdaya dalam menghadapi aturan di lingkungan tertentu, misalnya rumah. Dengan menirukan gaya bicara orang lain dan menunjukkan rasa tidak hormat, anak tersebut mencoba mengambil kembali kekuasaan mereka atas sesuatu.

Misalnya saat anak diminta untuk makan, anak malah membuat onar dengan menirukan gaya bicara orangtua. Jika orangtua terpancing emosi dan mulai beradu argumen, artinya orangtua sudah terseret ke dalam ulahnya dan justru fokus pada perdebatan tersebut. Bukan pada tujuan utama yaitu menyuruh anak makan.

Bagaimana Mengatasinya?

  • Rebut Kembali Kekuasaan Parents

Orangtua tidak bisa menuntut rasa hormat pada anak, namun ortu bisa meminta anak untuk bertindak dengan hormat bagaimanapun situasinya. Alih-alih terseret dalam permainan adu argumen dengan anak saat anak tidak sopan. Sebaiknya orangtua mengacuhkan sikap tidak sopan anak.

Saat Parents mengacuhkan anak, ia akan paham betul jika perilakunya sama sekali tidak menarik perhatian dan tidak mengubah situasi apapun. Jangan ucapkan sepatah kata pun saat anak tidak sopan. Dengan begitu anak paham bahwa perilaku tidak sopan tidak akan mendapatkan perhatian dari orangtuanya.

  • Beri Peringatan

Saat anak membuat onar di rumah orang lain, orangtua bisa langsung menegur anak. Misalnya, anak mengulang kata-kata yang Parents ucapkan. Katakan dengan tenang bahwa dia tidak sopan dan kalau seperti itu terus kita harus pulang.

Beberapa anak bisa berbuat onar saat banyak orang di sekitarnya. Hal ini mungkin hanya agar dia terlihat keren atau hebat di mata banyak orang. Namun sebagai orangtua perlu mengingatkan anak bahwa perilakunya sangat tidak bisa ditoleransi.

  • Beri Konsekuensi

Saat peringatan dari orangtua tidak digubris oleh anak, berilah anak konsekuensi atas perbuatannya sendiri. Misalnya Parents langsung meninggalkan anak dari rumah tetangga tanpa sepatah kata pun pada anak.

Namun perlu diingat konsekuensi hanya diberikan saat anak sudah tidak bisa dinasehati. Konsekuensi ini juga berfungsi sebagai pagar agar anak tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari.

  • Jadilah Model

Orangtua adalah panutan dan guru pertama bagi anak. Oleh karena itu jadilah model yang positif bagi anak. Ajarkan tata krama dan sopan santun kepada anak lewat perilaku Parents, baik kepada anak maupun kepada orang lain.

Benar, orangtua pun perlu bersikap sopan dan menghargai anak. Karena anak juga belajar sopan santun dan rasa hormat dari perlakuan yang ia terima. Jangan lupa,selalu gunakan kata-kata yang sopan kepada semua orang termasuk anak. Hal ini akan meminimalisir perilaku negatifnya.

  • Beri Penghargaan pada Si Pembuat Onar

Ya, si pembuat onar juga perlu diberi penghargaan. Namun hanya saat ia berkelakuan baik dan sopan. Penghargaan dan pujian memang perlu bagi anak. Dengan menghargai anak, diharapkan mereka mengulangi perilaku positif di kemudian hari.

Mengatasi anak yang suka berbuat onar bukanlah perkara yang mudah. Banyak dari orangtua yang sukar menahan emosi saat menghadapinya. Namun, permasalahan ini tidak bisa hanya diselesaikan dengan emosi. Sebaliknya Parents perlu mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengatasi nya. Beberapa tips di atas bisa Parents gunakan saat menghadapi si biang onar.

Baca juga :

  1. Anak Nakal, Asramakan Saja?
  2. Anak Berkemauan Keras Bukan Anak Bandel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *