Banner Header Komunitas SOP

Mau Membantu Anak Ngerjain PR? Sebaiknya Nggak Usah Deh!

Browse By

Sebagai orang tua kita memang seringkali berkutat dengan PR anak bukan? Mulai dari mengerjakan PR hitungan, menulis halus, menggambar dan PR-PR lainnya. Hampir tiap hari kita berusaha membantu anak mengerjakan PRnya.

Ya, membantu anak mengerjakan PR rasanya sudah kita anggap sebagai hal wajar yang selama ini dilakukan orang tua. Namun, membantu anak mengerjakan PR setiap saat bukan hal yang bijak loh, Parents. Beberapa dari anak mungkin berakhir dengan ketiduran atau malah hanya main-main, sedangkan kita masih berkutat dengan PR mereka. 

Kenapa sih tidak boleh terlalu sering membantu anak mengerjakan PR?

Saat orang tua terus saja membantu anak mengerjakan PR, maka sama saja dengan menghalangi kemampuan anak untuk termotivasi sendiri dan untuk belajar mandiri dari PR yang diberikan oleh guru di sekolah. 

Saat guru memberikan PR pada anak, maka guru sebenarnya memberikan kepercayaan bahwa anak mampu.

Lalu, kenapa orang tua merasa ingin membantu anak mengerjakan PR?

Nah, kira-kira kenapa sih kita selalu saja tergoda untuk membantu anak mengerjakan PR? 

Jawabannya mungkin karena kita merasa tidak tega melihat anak kelelahan dan tertekan saat mengerjakan berbagai PR yang diberikan oleh sekolah. 

Anak-anak mungkin memohon pada kita untuk membantunya mengerjakan PR. Sebagai orang tua, kita mungkin merasa harus menolong anak dan berpikir bahwa semua PR ini sudah melebihi batas kemampuan anak. 

Tapi sebenarnya, semua PR yang diberikan oleh guru bukanlah sesuatu yang melebihi batas kemampuan anak. Anak-anak sebenarnya mampu mengerjakan PR yang diberikan. Guru di sekolah tidak menuntut anak-anak mengerjakan PR dengan sempurna, mereka hanya ingin melihat usaha terbaik anak untuk mengerjakan PR. 

Bagaimana Mengatasi Stres Anak saat Mengerjakan PR?

  • Ingatkan Mereka 

Hal yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi stres anak mengerjakan PR adalah dengan mengingatkan anak bahwa semua PR tujuannya untuk menantang kemampuan anak. Jelaskan juga pada anak bahwa tantangan tersebut sangat baik bagi proses belajarnya.

  • Yakinkan Anak

Yakinkan anak bahwa mengerjakan PR, semata-mata bukan tentang nilai yang diperoleh, namun lebih pada usaha anak untuk mengerjakan PR tersebut. Jelaskan juga bahwa setiap orang tua dan guru akan menghargai usaha anak mengerjakan PR.

  • Atasi Kecemasan Anak dan Diri Sendiri

Penting bagi kita untuk mengatasi kecemasan anak saat mengerjakan PR dan kecemasan diri sendiri bahwa anak tidak mampu mengerjakan PR. yakinkan diri sendiri dan anak bahwa setiap PR yang diberikan oleh guru di sekolah mampu dikerjakan dengan baik.

  • Bantu Anak Mengerjakan PR dengan Bijak

Nah, jika kita ingin membantu anak mengerjakan PR, sebaiknya bantulah dengan bijak. Artinya, sebaiknya hindari mengerjakan PR anak sepenuhnya. Sebaliknya, dukung cara belajar anak, berikan instruksi sewajarnya, bantu anka membagi tugas menjadi beberapa bagian kecil agar anak mudah mengerjakan PR-nya. 

  • Yakinkan Anak bahwa Dia Mampu

Hal terpenting yang bisa orang tua lakukan untuk membantu anak mengatasi stres akibat PR yang menumpuk adalah meyakinkan bahwa anak mampu dan bisa mengerjakan semua PR yang diberikan. 

Wajar memang membantu anak mengerjakan PR, namun bukan berarti semua PR anak orang tua yang mengerjakan. Sebaliknya, bantulah anak mengerjakan PR dengan bijak. Misalnya dengan membantu anak membagi PR menjadi potongan-potongan kecil untuk bisa dikerjakan sesuai dengan skala prioritas, sehingga memudahkan anak untuk menyelesaikan PR.

Baca Juga:

  1. PR Anak Sekolah: Masih Jaman Nggak Sih?
  2. 10 Cara Dorong Anak Rajin Mengerjakan PR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *