Banner Header Komunitas SOP

“Ayo minta maaf dong!”

Browse By

“Ayo minta maaf dong, Kak!”

“Cepetan, bilang maaf ya, temennya nangis tuh..”

“Kok minta maafnya gitu, yang bener dong!”

“Kalau nggak minta maaf, nanti kamu nggak punya temen!”

Pernah atau seringkah mengalami hal seperti ini? Ya, banyak orangtua yang kerapkali memaksa anaknya untuk minta maaf saat menemukan fakta bahwa sang anak berbuat kesalahan. Namun sebenarnya, umumnya anak yang masih belum paham benar, apa makna sesungguhnya dari kata “maaf”. 

Lalu, apakah perlu memaksa anak minta maaf? Bagaimana dengan nilai-nilai etika dan sopan santun? 

Tentu saja sopan santun itu penting dan permintaan maaf jelas diperlukan. Tetapi memberikan penjelasan dan membangun rasa tulus dan kesungguhan hati saat anak mengucapkan kata “Maaf” sebenarnya adalah hal yang penting. Memaksa anak meminta maaf saat ia sendiri belum menyadari kesalahannya, hanya akan membuat anak lebih defensif dan emosional. 

Jadi apa yang Parents perlu lakukan untuk menumbuhkan rasa tulus dan pemahaman dari anak tentang meminta maaf?

  1. Jadilah Panutan (Role Model

Ini adalah poin utama yang penting. Saat orangtua memberikan contoh dengan perilaku, maka anak akan lebih mudah untuk memahami seperti apakah permintaan maaf yang tulus dan sungguh-sungguh. Jangan gengsi untuk meminta maaf kepada siapapun, termasuk pada anak. 

Semisal ketika tidak sengaja kita menginjak mainan kesayangannya hingga pecah, saat terlambat menjemputnya dari latihan bola –padahal kita sudah berjanji untuk menjemputnya tepat waktu–, minta maaflah kepada anak dengan tulus dan sungguh-sungguh. Mereka akan belajar dari apa yang kita lakukan. 

  1. Sebut dan Jelaskan Tentang Perasaan Orang Lain

Saat Parents menemukan anak berbuat kekeliruan, tegaskan pada anak tentang perasaan orang lain yang ia sakiti/kecewakan. 

“Temanmu pasti sakit kakinya kalau kamu tendang begitu dan sedih, karena yang menendang temannya.”

“Adik nangis, dia pasti sedih tadi mainannya direbut sama kakak.”

Dengan menyebut soal perasaan orang lain, anak akan belajar empati dan menyadari bahwa ada akibat yang ditimbulkan dari semua hal yang ia lakukan. 

ajarkan anak minta maaf dengan tulus

  1. Berikan Pilihan

Anak-anak mungkin belum paham tentang bagaimana cara meminta maaf yang tulus. Berikan mereka pilihan atau saran untuk itu. 

“Apa ya, yang bisa kamu lakukan biar Adik merasa lebih baik?”

“Saat kamu siap untuk bilang ke temanmu, kalau kamu merasa menyesal, dia pasti akan menghargainya.”

Kata-kata, senyuman, tepukan, berbagi mainan, bermain bersama— ini adalah cara yang dapat ditunjukkan oleh anak-anak bahwa mereka menyesal.

  1. Tunjukkan Apresiasi

Perhatikan apa yang anak pilih untuk menunjukkan rasa penyesalan dan permintaan maaf mereka, dan berikan apresiasi atas apa yang ia lakukan. 

“Terima kasih telah berbagi permen dengan temanmu. Mama yakin itu bentuk permintaan maaf yang tulus dan ia sepertinya merasa lebih baik.”

Setelah mencoba langkah-langkah tersebut, jangan berharap untuk langsung berhasil. Anak-anak selalu butuh waktu dan berproses untuk belajar tentang segala sesuatu termasuk dalam hal meminta maaf, maka tugas kitalah sebagai orangtua untuk selalu mendukung dan mendampingi mereka dalam prosesnya. 

Namun akan ada saat dimana mereka akhirnya mengerti dan dapat meminta maaf dengan tulus dan sungguh hati. 

Baca juga:

  1. “Bu, Gimana sih Caranya Minta Maaf?”
  2. Ajarkan Anak Minta Maaf dengan Benar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *