Bantu Anak Melabeli Emosi, Ini Caranya!

Anak-anak mengalami perasaan yang kompleks seperti orang dewasa. Mereka juga mengalami frustasi, bersemangat, gugup, sedih, cemburu, takut, khawatir, marah dan malu.

Namun anak-anak usia dini biasanya tidak memiliki kosakata untuk berbicara tentang perasaan mereka. Sebaliknya, mereka mengkomunikasikan perasaannya dengan cara lain.

Anak-anak dapat mengekspresikan perasaan melalui ekspresi wajah, gerak tubuh, perilaku dan melalui bagaimana mereka bermain. Kadang-kadang mereka mungkin menunjukkan perasaan dengan cara fisik yang tidak pantas, seperti memukul melempar, dsb.

Berbicara tentang perasaan terdengar sederhana, tetapi sebenarnya bisa sangat sulit. Kita sering menganggap keterampilan ini akan berkembang secara alami; namun, anak-anak sebenarnya membutuhkan banyak latihan untuk tumbuh dan berbicara dengan nyaman tentang apa yang mereka rasakan, terutama pada saat sebuah perasaan negatif muncul. 

Mengapa anak-anak perlu belajar mengekspresikan perasaan dengan baik?

Ketika anak-anak belajar mengelola dan mengekspresikan perasaan dengan baik, maka akan terbentuk sikap dan perilaku positif di kemudian hari. Anak-anak yang belajar cara yang sehat untuk mengekspresikan dan mengatasi perasaan mereka cenderung mampu:

  • Berempati dan mendukung orang lain
  • Berkinerja lebih baik di sekolah dan karier mereka
  • Memiliki hubungan yang lebih positif dan stabil
  • Memiliki kesehatan mental yang baik
  • Menunjukkan lebih sedikit masalah perilaku
  • Mengembangkan ketahanan dan keterampilan mengatasi masalah (resilience)
  • Merasa lebih kompeten, mampu dan percaya diri
  • Miliki perasaan diri yang positif

Bagaimana cara orang tua membantu anak untuk memberi label pada perasaan mereka?

Membantu anak memberi label pada perasaan mereka bisa dilakukan dengan pemodelan perilaku. Anda bisa memberi nama atas setiap perasaan yang sedang dialami anak saat itu juga. Dan jangan lupa untuk mengikutsertakan strategi coping mechanism / strategi mengatasi perasaan negatif yang sedang dialami oleh anak. 

Contoh pemodelan dalam situasi tertentu:

1. Suatu saat anak sedang bermain dengan saudara dan dia kalah. Anda bisa mengatakan:

“Adek sedih ya kalah? Sini Ibu/Ayah peluk dulu biar nggak sedih lagi”

2. Saat anak marah karena mainannya direbut kakak, Anda bisa mengatakan:

“Kamu marah ya mainannya direbut? Tunggu ya, Ibu/Ayah akan minta kakak mengembalikan mainanmu.”

3. Saat anak frustasi mengerjakan PR. Anda bisa mengatakan:

“Sulit sekali PR Matematikanya, kamu frustasi ya mengerjakan? Sepertinya kamu butuh jalan-jalan dulu sebentar”

Bantu Anak Merangkum Perasaanya 

Wajar jika anak bahkan tidak menyadari tentang perasaan negatif mereka. Jika ini terjadi, maka sudah menjadi tugas orang tua untuk membantu anak merangkum perasaannya. Anda bisa mengatakan:

“Adek marah ya?Ibu/Ayah lihat dari tadi tangannya di kepal terus.”

“Kamu khawatir dengan hasil ujiannya? Ayah/Ibu lihat dari tadi mondar mandir sambil lihat hp terus.”

Cara lain yang bisa Anda gunakan untuk membantu anak berlatih memberi label pada perasaannya sendiri adalah melalui karakter di dalam buku cerita, atau video. Misalnya :

“Wah, macan itu malu, jadi kepalanya menunduk terus. Kira-kira apa yang bisa dia lakukan ya?”

Catatan untuk orang tua dalam membantu anak memberi label pada perasaanya :

1. Lihat dan Dengarkan Isyarat 

Terkadang perasaan sulit untuk diidentifikasi. Untuk itu, coba dengarkan perasaan anak Anda dengan melihat bahasa tubuh mereka, mendengarkan apa yang mereka katakan, dan mengamati perilaku mereka. Mencari tahu apa yang mereka rasakan dan mengapa mereka merasakannya, dapat membantu mereka mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengelola perasaan itu dengan lebih baik.

2. Di balik setiap perilaku ada perasaan 

Cobalah untuk memahami makna dan perasaan di balik perilaku anak Anda. Anda dapat membantu anak menemukan cara lain untuk mengekspresikan perasaan itu setelah Anda mengetahui apa yang mendorong perilaku tersebut

3. Beri label pada perasaan anak
Bantu anak Anda menyebutkan perasaan mereka dengan memberi  label pada perasaan itu. Memberi nama perasaan adalah langkah pertama dalam membantu anak-anak belajar mengidentifikasi perasaan. Ini memungkinkan anak Anda untuk mengembangkan kosakata emosional sehingga mereka dapat berbicara tentang perasaan mereka.

4. Identifikasi perasaan orang lain Berikan banyak kesempatan untuk mengidentifikasi perasaan orang lain. Anda mungkin meminta anak untuk merenungkan apa yang mungkin dirasakan orang lain. Kartun atau buku bergambar adalah cara yang bagus untuk mendiskusikan perasaan dan membantu anak-anak belajar bagaimana mengenali perasaan orang lain melalui ekspresi wajah.

5. Jadilah panutan 

Anak-anak belajar tentang perasaan dan bagaimana mengekspresikannya secara tepat dengan memperhatikan orang lain. Tunjukkan kepada anak Anda bagaimana perasaan Anda tentang situasi yang berbeda dan bagaimana Anda menghadapi perasaan itu.

6. Dukung anak dengan pujian
Pujilah anak Anda ketika mereka berbicara tentang perasaan mereka atau mengungkapkannya dengan cara yang tepat. Tidak hanya menunjukkan bahwa perasaan itu normal dan tidak apa-apa untuk membicarakannya, itu memperkuat perilaku sehingga mereka cenderung mengulanginya

7. Dengarkan perasaan anak Anda

Tetap hadir dan tahan keinginan untuk menghilangkan perasaan buruk anak Anda. Dukung anak Anda untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan mereka sehingga mereka didengar. Ketika perasaan diminimalkan atau diabaikan, perasaan itu akan sering diekspresikan dengan cara yang tidak sehat.

Melalui pemodelan (memberi contoh perilaku), memberi label pada perasaan anak, dan berlatih berbicara tentang perasaan anak Anda, mereka akan tumbuh dengan kemampuan untuk mengenali bagaimana perasaan mereka dan dapat mengkomunikasikannya kepada Anda. Seiring bertambahnya usia anak, ini akan membantu mereka mengatasi dan memecahkan masalah pada situasi sulit.

Nah, ingin memahami tahap perkembangan emosi lebih dalam? Mari belajar bersama ahlinya melalui kelas online berikut ini. Klik poster untuk pendaftaran.

Baca Juga:

  1. Bantu Anak Atasi Emosi: Coping Mechanism untuk Anak
  2. Ajarkan Anak Mengendalikan Diri Sendiri
Bagaimana Menurut Anda?
+1
17
+1
0
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket