Banner Header Komunitas SOP

Belajar Lewat Youtube? Bisa Kok!

Browse By

Di era digital seperti ini, rasanya sangat susah menjauhkan anak-anak dari gadget. Bahkan, kita sendiri terkadang bisa sampai lupa waktu ketika sedang main gadget. Anak-anak yang sering melihat kita memainkan gadget pasti penasaran dan ingin tahu juga apa sebenarnya isi dari benda kotak kecil tersebut. Daripada mereka membuka konten yang tidak-tidak, lebih baik bermain dan belajar melalui tiga channel youtube ini.

1. Hey Blo

Beberapa pekan yang lalu, School of parenting sudah pernah membahas tentang channel youtube yang satu ini. Hey Blo adalah channel khusus anak-anak buatan anak negeri. Di channel ini, Anda bisa melihat konten animasi keren dengan karakter bernama hey blo, dodo, rere, dan mimi. Kontennya berupa lagu anak-anak, permainan, DIY, dan lagu-lagu tentang kebiasaan sehari-hari. Kontennya sangat sesuai dengan budaya Indonesia sehingga pas untuk anak-anak negeri.

2. Pinkfong

Siapa yang tak kenal dengan channel Youtube ini? Dari sinilah lagu anak paling fenomenal berjudul “Baby Shark” lahir dan meledak pada tahun 2017. Sebagai bahan informasi, Pinkfong adalah anak perusahaan dari perusahaan Smartstudy yang bergerak di bidang konten animasi kreatif. Perusahaan animasi ini basisnya ada di Korea Selatan. Di sini, Anda bisa menemukan konten animasi lucu dan menghibur yang pasti disukai oleh anak-anak. Selain membuat video Baby Shark dengan bahasa Inggris sebagai versi original, Pinkfong juga membuat Baby  Shark dalam bahasa Korea, Jepang, China, dan juga Spanyol.

3. DM Creatif School

Buat Parents yang ingin punya anak kreatif dan menghasilkan banyak karya-karya lucu, Anda bisa sering-sering mengunjungi channel DM Creatif School. Ada banyak sekali kerajinan tangan sederhana yang bisa dimainkan bersama anak-anak. Video tersebut bisa Anda gunakan untuk menstimulasi si kecil agar bisa belajar kreatif serta melatih motorik kasar dan motorik halusnya sebelum masuk ke dunia sekolah.

Itu dia tiga channel Youtube yang disarankan untuk anak-anak. Tak hanya bermain, melalui tontonan mendidik tersebut, anak-anak juga bisa belajar dengan cara yang menyenangkan. Di sisi lain, tetap batasi penggunaan smartphone untuk anak-anak, ya, Parents. Maksimal dua jam per hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *