Brain Fog : Kabut Otak yang Mengincar Multitasker

28 September 2021

Apakah para Ibu merasa kemampuan untuk mengingat semakin menurun? Padahal sudah menulis jadwal, memasang alarm dan beragam pengingat, tapi masih saja sering lupa banyak hal.

Misalnya saja, kita ingat bahwa tadi pagi kita perlu pergi ke swalayan untuk berbelanja, selang 2 jam kita tak lagi ingat apa yang harus kita beli atau bahkan lupa sama sekali bahwa kita harus pergi berbelanja. 

Atau kita menyiapkan beberapa bahan masakan di kulkas tadi malam, pukul 9 pagi, ketika akan menyiapkan masakan, kita lupa sama sekali resep makanan apa yang sudah kita rencanakan. Padahal, sebelumnya kita adalah seorang multi-tasker, terbiasa mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan. 

Bagaimana ini bisa terjadi ? Ini yang disebut “brain fog”. 

Apa itu Brain Fog ?  

Jika Anda kerap mengalami hal-hal seperti kisah di atas, mungkin Anda sedang mengalami “brain fog” atau “kabut otak”.  Brain fog adalah reaksi wajar terhadap kecemasan dan situasi stres. Dan tidak diragukan lagi  pandemi COVID-19 telah membawa sejumlah beban tambahan pagi para orang tua. Karena orang tua mengalami tekanan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk anak dan keluarga, namun juga mengalami sejumlah tekanan lain seperti anak yang sekolah daring, kelelahan akibat WFH, ancaman pemotongan gaji hingga  kehilangan pekerjaan. 

Apa Penyebab Brain Fog?

Penyebab dominan dari brain fog adalah kecemasan atau stres. 

Dikutip dari the verywellmind.com , Brain Fog adalah gejala stres yang sering dipicu oleh peristiwa sulit, traumatis, depresi, atau kecemasan. Hal ini umum terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa stres atau krisis kesehatan mental berkepanjangan. 

Stres yang berkepanjangan, seperti yang dialami banyak orang selama pandemi, sebenarnya dapat mengubah cara kerja otak. Hal ini menyebabkan kurangnya kemampuan untuk berpikir jernih, perencanaan, dan menyelesaikan tugas sehari-hari. Ketika emosi sedang memuncak, sistem limbik diaktifkan, yang dapat menyebabkan masalah dengan perhatian dan kontrol impuls

Beberapa penyebab Brain Fog lainnya :

  • Kurang tidur
  • kurang olahraga
  • Diet 
  • Racun: dari polusi ataupun zat kimia 

brain fog membuat jadi pelupa

Bagaimana Menghilangkan “Kabut Otak” Ini ?

Cara menghilangkan “brain fog” atau setidaknya meringankan gejalanya, tergantung pada penyebabnya. Salah satu cara yang berpengaruh cukup besar untuk menghilangkannya adalah dengan mengubah gaya hidup. 

Ikutilah beberapa saran berikut ini : 

  • Kurangi waktu di komputer dan ponsel – ingatkan diri Anda untuk istirahat
  • Berpikir positif, kurangi stres
  • Ubah pola makan Anda
  • Tidur yang cukup – 7-8 jam sehari, tidur jam 10 malam atau paling lambat tengah malam
  • Olahraga rutin
  • Hindari alkohol, merokok, dan minum kopi di sore hari
  • Temukan aktivitas yang menyenangkan dan rileks 

Kalau Anda sudah mencoba saran-saran di atas dan tidak ada perbaikan, atau malah mendadak jadi sangat pelupa, atau mungkin ada gejala lain seperti sakit kepala, jantung berdebar, atau lemas, ini bisa jadi disebabkan hal lain, dan bukan brain fog.  Dan inilah saatnya Anda menemui dokter, karena bisa jadi ada penyakit lain dalam tubuh. 

Baca Juga:

  1. Meditasi, Pentingnya Apa Sih?
  2. Kesehatan Mental Terhubung dengan Fisik?
Bagaimana Menurut Anda?
+1
1
+1
1
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket