Anak Family Health Parenting

“Gondongan” Pada Anak :Sering Diremehkan, Tapi Bisa Berbahaya

“Gondongan” atau sering disebut dengan “Mumps” memang cukup sering dialami oleh anak-anak. Banyak yang menganggap “gondongan” sebagai penyakit wajar dan sering disepelekan. Walaupun demikian, gejala yang ditimbulkan tentu saja tidak bisa dianggap remeh. Tak jarang penyakit gondongan ini membuat si penderita merasakan nyeri dan kesakitan. Bayangkan saja jika gondongan ini dialami oleh anak-anak. Bisa dipastikan, menangis dan rewel pasti menjadi andalan mereka.

Lalu, sebenarnya apa sih penyakit “gondongan” itu?

Gondongan (mumps) adalah pembengkakan yang terjadi pada kelenjar parotis dan disebabkan oleh infeksi paramyxovirus. Kelenjar parotis ini adalah kelenjar yang bertugas untuk memproduksi air liur dan terletak dibawah telinga. Itulah mengapa saat terjadi “gondongan”, bagian bawah telinga atau area sekitar leher anak nampak membesar (bengkak).

Walaupun “gondongan” sering dianggap sepele, namun ternyata bisa menyebabkan kematian. Menurut penelitian, 10% penderita “gondongan” mengalami meningitis aseptik dan komplikasi serius lainnya yang dapat menyebabkan cacat, tuli permanen bahkan kematian.

Siapa Saja yang Bisa Terserang Penyakit “Gondongan”?

“Gondongan” memang hanya menyerang manusia dan bisa dari berbagai range usia. Mulai dari orang dewasa hingga paling sering menyerang anak-anak. Masa inkubasinya berkisar antara 2-4 minggu atau sekitar 16-18 hari. Hal ini berarti saat anak-anak mulai terjangkit paramyxovirus (virus gondongan), gejalanya baru akan muncul setelah 2-4 minggu.

Apa Saja Gejala “Gondongan”?

Gejala yang paling mudah dilihat saat anak terserang penyakit “gondongan” adalah pembengkakan pada area bawah telinga, wajah atau leher. Pembengkakan tersebut bisa terjadi di salah satu sisi atau kedua sisi. Pembengkakan yang terjadi pun tidak secara langsung, namun akan bertahap. Gejala lainnya yang akan muncul adalah

🏥 Nyeri saat mengunyah atau menelan makanan

🏥 Nyeri perut

🏥 Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius

🏥 Sakit kepala

🏥 Mulut kering

🏥 Nafsu makan hilang

🏥 kelelahan

Gejala yang dialami bagi orang dewasa yang terserang “gondongan” bisa sama dengan di atas, Namun tidak menutup kemungkinan akan sedikit lebih buruk bahkan bisa saja menimbulkan komplikasi.

Apakah “Gondongan” Menular?

Ya, “Gondongan” memang bisa menular. Penularan penyakit ini melalui biasanya terjadi melalui percikan air liur penderita pada saat batuk atau bersin. Penularan tersebut juga bisa terjadi melalui perantara berbagi alat makan atau minum dengan penderita atau melalui kontak langsung seperti berciuman.

Penularan virus “gondongan” ini bisa terjadi dalam waktu yang singkat. Terutama beberapa hari sebelum kelenjar parotis membengkak hingga lima hari setelah pembengkakan muncul pada penderita.  

Apa Yang Harus Parents Lakukan?

Melihat anak terserang penyakit tertentu memang sering membuat khawatir ya. Oleh karena itu sebaiknya lakukan penanganan awal dengan berkonsultasi pada dokter. Walaupun penyakit ini dianggap wajar, namun berkonsultasi dengan dokter adalah langkah yang bijak.  

Pemeriksaan oleh dokter memang dibutuhkan untuk memastikan penyakit yang diderita anak adalah “gondongan” dan bukan infeksi lain yang serupa seperti radang amandel (tonsillitis). Tak hanya itu, diagnosa dokter juga diperlukan untuk mencegah adanya komplikasi lain akibat penyakit “gondongan” ini.

Apa Saja Sih Pengobatan yang Bisa Dilakukan?

Jangan khawatir Parents, penyakit “gondong” memang dianggap sepele karena dapat pulih dengan sendirinya saat sistem kekebalan tubuh anak berhasil mengatasi infeksi tersebut. Namun, Anda bisa lho membantu meredakan gejala yang ditimbulkan dengan berbagai macam cara, seperti

🏥 Banyak minum air putih

🏥 hindari minuman dan makanan asam

🏥 Banyak beristirahat

🏥 Makan makanan yang lunak agar tidak sakit saat mengunyah atau menelan

🏥 Konsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri

Apa Saja Komplikasi Penyakit “Gondongan”

Seperti yang telah disebutkan bahwa penyakit “gondongan” memang bisa semakin parah karena adanya komplikasi. Virus “gondongan” bisa masuk ke cairan cerebrospinal yang melindungi saraf tulang belakang dan otak. Selanjutnya, akan menyebar ke beberapa bagian tubuh, seperti pankreas, otak dan indung telur atau testis. Oleh karena itu, komplikasi yang bisa muncul akibat penyakit “gondongan” ini adalah

🏥 Pembengkakan Indung Telur :

Komplikasi ini terjadi pada perempuan dan biasanya setelah masa pubertas. Pembengkakan ini akan pulih setelah virus “gondongan” dapat diatasi.

🏥 Pankreatitis Akut :

Komplikasi ini ditandai dengan nyeri di bagian tengah perut secara tiba-tiba. Gejala lain yang muncul yaitu, diare, mual, demam dan kehilangan nafsu makan. Perawatan yang dianjurkan yaitu dilakukan di rumah sakit.

🏥 Orchitis :

Orchitis atau peradangan testis biasanya dimulai 4-8 hari setelah pembengkakan kelenjar parotis pada penderita yang sudah mencapai pubertas.  

🏥 Meningitis Virus :

Meningitis virus berbeda dengan meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Gejalanya berupa sakit kepala, leher terasa kaku, gejala flu atau sensitivitas pada cahaya.

🏥 Radang Otak atau Esefalitis :

Komplikasi ini jarang terjadi namun sangat berbahaya. Oleh karena itu perawatan darurat di rumah sakit sangat diperlukan.

Apakah Penyakit “Gondongan” Bisa Dicegah?

Ya, penyakit “gondongan” memang bisa dicegah. Caranya adalah dengan melakukan imunisasi MMR(Measles, mumps, dan rubela) pada anak. Imunisasi sebaiknya dilakukan saat anak berusia 1 tahun dan diulang kembali saat berusia 5 tahun. Lalu bagaimana jika tidak melakukan imunisasi ini?

Bagi Anda yang sudah terlanjur tidak mendapat imunisasi ini, langkah pencegahannya adalah dengan selalu menjaga kebersihan tangan, tidak menggunakan peralatan makan atau minum secara bergantian, menggunakan tisu saat bersin atau batuk dan langsung membuangnya, serta menggunakan masker.

Nah, bagi anak atau Anda yang menderita “gondongan” sebaiknya jangan terlalu banyak keluar dari rumah. Perbanyaklah istirahat di rumah paling tidak seminggu setelah gejala muncul agar orang lain tidak tertular.

Penyakit “gondongan” memang sering terjadi pada anak dan gejalanya sering diremehkan. Namun, perlu disadari bahwa penyakit “gondongan” ini bisa semakin parah karena adanya komplikasi. Untuk itu, penanganan langsung melalui konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan.

Baca Juga :

  1. Kenali Gejala Kawasaki Syndrom, Penyakit Langaka yang Menyerang Balita
  2. Bayi Pilek? Coba Cara Ini Untuk Meredakannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *