Banner Header Promo OVO SOP

Hal-Hal Yang Kita Pelajari Ketika Menjadi Seorang Ibu

Browse By

Apa saja sih hal yang kita rasakan saat menjadi seorang Ibu? Sudah cukup jauh kah perjalanan yang ditempuh dan pelajaran yang kita dapat selama menjadi Ibu? Mungkin beberapa hal berikut ini juga menjadi pelajaran hidup bagi kita semua, para Ibu.

Menjadi Ibu Berarti …

  • Tidak Bisa Egois

Tidak peduli seberapa egoisnya seseorang sebelum menjadi seorang Ibu. Seluruh kehidupan seolah hanya berpusat pada diri sendiri sampai seorang anak masuk ke kehidupan kita. Hal ini tentu saja membuat kita menjadi orang yang lebih baik dalam banyak hal, tapi juga menjadi hal yang sangat transformatif. Kita tahu, kita tak lagi bisa egois.

pelajaran menjadi Ibu

  • Harus Melepaskan Beberapa Hal

Menjadi Ibu akhirnya membuat kita menyerah dalam hal mengontrol berbagai macam hal. Butuh waktu lama, tapi kita akan sadar bahwa kita tidak bisa mengontrol dan mengendalikan semua hal – tidak peduli seberapa perfeksionisnya kita.

Sebelum memiliki anak, kita bisa mengendalikan semuanya, tapi kemudian sedikit demi sedikit, kita semakin bisa melakukannya. Melepaskan anak-anak untuk berperilaku sesuai dengan kepribadian mereka sendiri telah menjadi sebuah latihan.

Kita belajar bahwa tidak semua anak-anak memiliki sifat seperti kita, dan tidak semua orang juga melakukan sesuatu seperti cara kita, dan itu tidak masalah. Untuk itu kita harus bisa melepaskan anak-anak,tapi juga merangkulnya.

  • Menikmati Semua Momen

Banyak dari kita cenderung hanya fokus ke depan, ya selalu ke masa depan. Misalnya, apa tujuanku tahun depan? Apa yang akan kita makan untuk makan malam Rabu besok? Dimana kita harus liburan akhir tahun ini? Kita akhirnya “hidup” dengan kekhawatiran di masa depan jauh lebih banyak daripada masa yang sedang kita jalani sekarang. Memiliki anak-anak akan memberi kita hidup yang terbatas dan membuka mata kita betapa cepatnya suatu momen berlalu. Tentu saja, tidak setiap momen bisa kita nikmati tiap hari, tapi menjadi seorang Ibu telah membantu kita belajar menikmati lebih banyak momen dan menghapus lebih banyak lagi kekhawatiran.

  • Sulit Membuat Rencana Berdasarkan Apa yang Belum Terjadi

Tepat ketika kita berpikir “Aku  sudah paham.” anak-anak bisa membuktikan bahwa kita salah. “Ya … banyak hal yang terjadi.” Kita belajar untuk tidak memiliki banyak ekspektasi atau harapan lebih, sehingga kita tidak terlalu kecewa jika segala sesuatu tiba-tiba berubah. Misalnya saat kita menemukan fakta bahwa anak kita masih mengompol padahal kita sudah melatih “potty training” selama 1 tahun. Ya, menjadi Ibu adalah latihan adaptasi … seperti hidup.

  • Harus Selalu Belajar Ilmu Parenting

Benar-benar tidak ada satu cara yang pasti soal parenting atau panduan menjalani hidup Anda. Ketika pertama kali menjadi Ibu, kita bisa saja selalu percaya bahwa cara yang terbaik untuk mengasuh anak-anak adalah dengan cara kita sendiri. Namun, ternyata kita keliru. Setelah berkali-kali kita dihadapkan dengan kenyataan hidup, kita baru sadar bahwa tidak ada satu ukuran yang pasti cocok untuk semua hal. Perjalanan semua orang berbeda dan setiap pria, wanita, Ibu, Ayah, dan anak-anak membutuhkan hal-hal yang berbeda.

  • Menjadi “Sangat Keren”!

Kita boleh kok merasa sangat keren karena bisa tumbuh, melahirkan, dan memberi anak-anak kita makan dengan usaha kita sendiri. Dan fakta lainnya bahwa kita bisa membuat mereka tetap hidup, walaupun,yah, terlihat sedikit kacau di beberapa hal pada mulanya. Tapi, lihatlah betapa kerennya kita? Ternyata kita bisa melakukan banyak hal sulit. Menjadi seorang Ibu telah menjadikan kita berbuat banyak “keajaiban”!

  • Memahami Bahwa, Kadangkala Tidur Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

Kadang tidak ada satupun asupan makanan atau minuman di dunia ini yang bisa mengatasi masalah kurang tidur. Anak-anak bisa sangat aktif tapi akan terlihat sangat tenang selama tidur siang yang panjang. Seluruh dunia terlihat lebih baik setelah tidur siang. Prinsip yang sama berlaku bagi kita,para ibu. Dunia memang bisa tampak kacau dan suram, tapi tidur malam yang nyenyak bisa menjadi obat yang luar biasa dan mengubah dunia nampak lebih baik bagi kita.

  • Tidak Harus Menyenangkan Semua Orang

Bersamaan dengan kepercayaan diri yang datang beriringan saat kita menjadi seorang Ibu, saat itu juga kita akan sadar bahwa kita tidak harus menyenangkan hati semua orang. Beberapa orang mungkin tidak menyukai dan tidak setuju dengan keputusan kita dan itu TIDAK MASALAH. Akhirnya, kita harus memilih apa yang penting bagi kita dan keluarga kita sendiri.

Menjadi seorang Ibu dan sekaligus memikul tanggung jawab atas kehidupan anak-anak telah menciptakan perspektif yang berharga tentang kehidupan yang benar-benar penting untuk kita. Dan, keluarga kita lah yang benar-benar penting. Soal adanya orang-orang yang setuju dengan kita, sebenarnya tidak terlalu penting.

  • Memahami Bahwa Fungsi Lebih Utama daripada Gaya

Sebelum memiliki anak, kita memiliki beberapa pakaian yang berbahan cantik, selain katun tentunya. Bahkan beberapa pakaian kita berwarna putih. Kita juga terbiasa membeli semua peralatan makan paling cantik dan yang mahal karena “gaya”. Ha! Sekarang, rumah kita penuh kontainer plastik,piring melamin bergambar kartun favorit anak. Dan, apakah anda ingat kapan terakhir kali mengenakan sesuatu yang tidak terbuat dari katun atau baju berwarna putih? Fungsi dari sesuatu memang jauh lebih penting daripada gaya,kan?

  • Memahami Bahwa, Dukungan Lingkungan Sangat Penting

Kita telah banyak mendengar dari beberapa orang bahwa dukungan lingkungan dan keluarga adalah hal penting dalam membesarkan anak. Kita tidak bisa membayangkan betapa sulitnya membesarkan anak-anak tanpa dukungan penuh suami atau keluarga kita.

Dukungan mereka sangat berharga,dan percayalah bahwa dukungan merekalah yang menyelamatkan hari-hari kita. Namun, di luar sekedar membesarkan anak-anak, kita telah banyak belajar bahwa memang dibutuhkan lingkungan yang baik untuk sekedar menjalani hidup.

Kita menjadi lebih banyak menghargai persahabatan semenjak menjadi seorang Ibu. Teman-teman dan keluarga menyehatkan jiwa kita dengan cara yang bahkan tidak bisa kita lakukan sendiri. Kita tidak bisa melakukan perjalanan hidup ini sendirian.

  • Lebih Sering Butuh Pelukan

Kita percaya disiplin adalah hal yang tepat untuk anak-anak, namun kadang-kadang justru pelukanlah yang mereka butuhkan. Hal yang sama juga berlaku untuk orang dewasa. Terkadang hidup begitu luar biasa, sehingga tidak ada yang lebih dibutuhkan kecuali pelukan.

  • Berpura-Pura Sampai Sesuatu Menjadi Nyata

Ada saat-saat dimana kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan sebagai seorang Ibu. Kita belajar saat aku sedang menjalaninya, dan banyak dari kita juga melakukan hal yang sama (ya,… kecuali seseorang yang tidak mau mengakuinya).

Kita belajar untuk bertindak seolah-olah kita tahu apa yang sedang kita lakukan. Ini juga suatu pelajaran hidup yang cukup bagus. Sebagai seorang Ibu, kita semua hanya bekerja dalam suatu proses pembelajaran dan kita telah banyak belajar untuk tidak pernah menyebut diri sebagai “pakar”.

Baca Juga:

  1. Jadi “Ibu Peri” untuk Para Ibu Baru, Para Ayah Juga Bisa, Loh!
  2. Ketakutan Ibu Memiliki Anak Kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *