Banner Header Promo Oktober

Ingat ini Sebelum Marah pada Anak

Browse By

Anak menangis memang bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Setiap anak kecil pasti pernah menangis. Beberapa di antaranya mungkin sangat sering menangis. Akan tetapi, yang menjadi persoalan sebenarnya adalah ketika anak-anak diam-diam menangis sendirian. Apa yang menyebabkan anak-anak menangis secara diam-diam? Ini yang perlu dipahami oleh para orang tua.

Parenting memang membuat frustasi. Kita bertanya-tanya mengapa anak-anak berperilaku dengan cara-cara tertentu. Kita kadang terpancing bereaksi marah dengan melontarkan komentar seperti, “Apa yang kamu lakukan!” atau, “Kok kamu nakal banget sih!” Kalimat-kalimat ini tidak membantu anak-anak untuk berkembang. Sebaliknya, justru membuat anak-anak merasa tidak berharga dan tidak dicintai.

Apa yang dapat Parents lakukan? Berikut adalah beberapa hal yang dapat membantu Anda.

Anak-anak membutuhkan “tempat yang aman”

Berhentilah sejenak. Ingatlah hal ini, “Anak-anakku membutuhkan rasa aman.” Mereka membutuhkan rasa aman dimanapun mereka berada. Sebagai orang tua, kita bisa menjadi sumber rasa aman dan tenang yang paling besar bagi mereka. Kita perlu menjadi “tempat yang aman” bagi anak-anak kita.

Ekspektasi yang realistis

Ekspektasi kita terhadap anak-anak kita mungkin saja terlalu berlebihan. Mereka adalah anak-anak. Mereka akan melakukan hal-hal yang kita tidak kita duga. Anak-anak kita tidak bisa selalu bersikap seperti malaikat. Kesalahan sebenarnya adalah cara anak untuk belajar, sehingga kita perlu lebih realistis dalam berekspektasi.

Berpikirlah dahulu Sebelum Bicara

Sebelum Parents berbicara, “Jika seseorang yang saya sayang mengatakan kepada saya hal seperti ini, apakah akan membuat saya merasa tidak dihargai?”

Jika jawabannya adalah “Ya”, maka jangan katakan hal tersebut. Kita tidak perlu berbicara mengatakan semua hal yang ada di pikiran kita; kita perlu memfilter kata-kata yang mungkin dapat menyakiti orang lain. Termasuk ketika kita sedang marah. meskipun ini sulit dilakukan.

Tenang ketika Berada di Sekitar Anak

Anak-anak membutuhkan contoh untuk tetap tenang. Panik di depan anak-anak, dapat secara tidak sengaja mengirimkan pesan-pesan yang menyakitkan bagi mereka. Ketika Anda perlu bersikap tegas, maka tegaslah, namun hindari suara tinggi atau berteriak kepada mereka (ini memang tidak mudah, malah sering kali sulit dilakukan).

ingat hal ini sebelum marah pada anak

Habiskan Waktu Bersama

Anak-anak menikmati waktu-waktu yang dihabiskan bersama orang tua. Cinta adalah waktu. Waktu yang dimaksud di sini adalah waktu yang berkualitas, bukan hanya sekedar kuantitas. Meskipun hanya tiga puluh menit mendengarkan anak-anak Anda membaca atau membaca bersama, ini sangatlah bermanfaat. Hal ini membantu anak-anak merasa dipahami dan dicintai.

Batasi Kritik

Anak-anak mendengar banyak kata yang tidak diinginkan di sekolah atau lingkungan, dari teman sebaya, dan bahkan mungkin dari saudara kandung. Namun, orang tua bisa menjadi bagian peran yang tidak mengkritik. Jika anak-anak kita membuat kekacauan, kita boleh dengan tenang membantu mereka memperbaiki kesalahannya. Beri mereka saran, bukan kritik yang negatif.

Bangun Harga Diri

Jangan runtuhkan harga diri anak-anak Anda, bangunlah melalui dukungan. Berikan pujian tetapi memang perlu ada batasan dalam memberikan pujian, pelajari cara memuji yang lebih tepat.

Tetapkan Batasan yang Aman

Orang tua yang baik bukan berarti terus membiarkan anak-anak melakukan apapun dan kapanpun yang mereka inginkan. Anak-anak tidak merasa aman dengan orang tua yang tidak menetapkan batasan-batasan. Mereka membutuhkan batasan. Ekspresikan batasan-batasan tersebut dengan nada suara yang ramah.

Jadilah tipe Orang yang Parents Inginkan untuk Anak

Hal yang terpenting adalah menjadi tipe orang sesuai dengan yang Parents inginkan untuk anak. Jika kita ingin mereka hormat kepada kita, maka kita perlakukan mereka dan orang lain dengan hormat pula. Jika kita ingin mereka menjadi pribadi yang jujur, kita harus menjadi orang yang jujur juga. Mari hadapi ini semua – tindakan nyata lebih bermakna dibanding hanya sekedar kata-kata. Anak-anak akan lebih mudah mengingat tindakan dibandingkan kata-kata kita. Mungkin seratus kali lebih mudah.

Parenting memang menantang. Kita semua pernah mengalami stres, kelelahan dan frustasi. Memahami apa yang anak-anak kita rasakan tidak selalu mudah, dan terkadang kata-kata kita membuat mereka kesal lebih dari yang kita ketahui. Kita mungkin sering kali meledak-ledak, tapi kita harus terus mencoba. Perbaikan adalah kuncinya. 

Baca Juga:

  1. Langkah Berbaikan setelah Marah pada Anak
  2. Apakah Anda Ibu yang Pemarah? Mungkin ini Alasannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *