Banner Header Tanya Ahli SOP

Jajanan Kekinian, Yakin Sehat?

Browse By

Tren jajanan kekinian yang menjadi viral di banyak sosial media menjadikan pola makan masyarakat banyak berubah. Jika dulu jajanan tradisional seperti getuk, klepon, es campur masih menjadi favorit banyak orang, kini tergantikan oleh jajanan “jaman now” seperti es kepal,jus mangga bercampur krim, martabak manis aneka rasa dan topping, makaroni super pedas, dll.

Namun bagaimana dengan nilai gizi yang terkandung dalam jajanan-jajanan tersebut? Apakah bergizi atau malah bisa mengundang penyakit?

Tren Jajanan Kekinian

1. Es Kepal Milo

Jajanan Es Kepal Milo yang viral dan mengundang banyak penikmat dari kalangan tua sampai anak-anak sebenarnya memiliki kalori dan kadar gula yang berlebih.

Terdiri dari bahan berupa es serut, bubuk Milo, susu kental manis, bubuk cokelat, dan pilihan topping seperti kacang , oreo hingga mashmellow.

Ahli Gizi Ali Khamsan seperti yang dikutip dari IDN Times mengatakan bahwa tiap orang memiliki batasan konsumsi gula hanya 50 gram per hari. Sedangkan untuk kalori, pria sebanyak 2.500 dan wanita sekitar 2.000 per hari. Sedangkan Es Kepal Milo ditengarai mengandung 926 Kalori, jelas jumlah yang terlalu besar untuk satu jajanan.

2. Martabak Manis

Berlanjut ke Martabak Manis yang juga sempat viral dan membuka peluang usaha bagi banyak pelaku bisnis kuliner.  Martabak manis yang sering dijadikan camilan di malam hari saat berkumpul bersama keluarga memang memiliki rasa yang lezat, apalagi dengan beragam pilihan topping.

Berbahan campuran tepung, telur, margarin hingga gula tentu makanan ini sebenarnya perlu diwaspadai kalorinya.  Kandungan kalori dalam martabak sangat tinggi, apalagi jika taburannya banyak. Satu potong martabak dengan isian cokelat mengandung kalori sekitar 149,35 Kkal, lemak 4,98 gr, dan karbohidrat 24,38 gr.

jajanan tidak sehat

Nah, bila toppingnya ditambahkan keju, kacang dan beragam pilihan topping lainnya jelas kalori, lemak dan karbohidratnya akan berlipat, belum lagi makan lebih dari sepotong ! Kenyang memang akan didapat, namun potensi obesitas, diabetes dan penyakit lain juga bertambah.

3. Thai Mango

Bagaimana dengan jus mangga dengan krim yang sempat booming dan disebut-sebut sebagai “jajanan sehat” ? Ya, buah mangga memang sehat , untuk 100 gram mangga mengandung sekitar 65 kalori.

Namun, saat diolah menjadi jus mangga kekinian, kalori untuk setiap gelas (+/- 850 ml) dapat berlipat hingga 574 kalori. Kok bisa? Ya, karena selain penggunaan mangga yang melimpah, penjual jus mangga kekinian ini seringkali menambahkan santan segar, yogurt, gula cair, dan whipped cream. Ini jelas bukan lagi jajanan sehat yang bisa dinikmati kapan saja.

Pesatnya perkembangan sosial media yang membuat orang lebih mudah memperoleh segala informasi terbaru terkait apa saja termasuk trend kuliner hendaknya tidak membuat masyarakat lupa bahwa yang terpenting dari satu makanan bukan hanya presentasi atau tampilan, namun juga nilai gizi yang terkandung di dalamnya.

Bila kita abai soal hal ini, bisa-bisa tubuh kita hanya jadi ‘penampung’ tren sesaat dan nantinya malah membiakkan penyakit. Ingatlah pepatah, “Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.”

Apa Anda punya ketergantungan mengonsumsi jajanan kekinian tidak sehat di atas?
Yuk kurangi dari sekarang.

Artikel menarik lainnya:
  1. Strategi memberikan makanan sehat untuk Anak
  2. Mengajarkan Etika Makan pada si Kecil

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *