Jangan Biarkan Anak Kecanduan Game, Atasi dengan Cara Ini

02 Juli 2018

Ada yang tak bisa terelakkan dari kecanggihan teknologi, yaitu bahwa anak-anak kita tumbuh menjadi “digital native”. Bisa kita lihat sendiri di masyarakat, anak-anak begitu asyiknya memainkan smartphone mereka. Beberapa asyik memainkan game, beberapa lainnya terlena dengan pesona social media.

Berkaitan dengan game, anak-anak pada dasarnya memang suka bermain, apalagi bila permainan itu bisa dimainkan dimana saja dan kapan saja seperti game dalam smartphone. Jika dimainkan secara wajar, game sebenarnya juga memiliki dampak positif, yaitu melatih koordinasi antara mata dengan tangan, meningkatkan ketrampilan bahasa asing, dan masih banyak yang lainnya.

Akan tetapi, game bisa menjadi candu bagi anak-anak. Inilah dampak negatif dari game. Setelah anak kecanduan game, hal-hal buruk lainnya pun terjadi pada anak-anak. Anak menjadi malas, bodoh, dan terkucilkan dari lingkungannya. Bahkan, baru-baru ini, World Health Organisation (WHO) mengumumkan bahwa kecanduan game masuk dalam jenis penyakit gangguan kejiwaan. Baca artikel…

Apakah Si Kecil Kecanduan Game?

Mencegah memang lebih baik dari mengobati. Sebelum anak mulai terjerumus pada game yang menjadi candu, sebaiknya orangtua tahu dulu beberapa tanda anak-anak yang kecanduan game. Simak penjelasannya pada poin-poin berikut.

1. Mengabaikan Hal-Hal Pokok

Jika si kecil mulai mengabaikan jam makan meskipun Anda telah memasakkan masakan kesukaannya, ini berarti anak Anda sudah mulai kecanduan game. Hal ini patut Anda waspadai.

Tanda-tanda anak kecanduan game salah satunya adalah anak mulai mengabaikan kebutuhan-kebutuhan pokoknya, misalnya makan, minum, atau tidur. Jangan salah, kecanduan game berat bisa juga menyebabkan kematian, lho, Parents.

Pada tahun 2011, Chris Staniforth, pemuda asal Inggris yang baru berusia 20 tahun, meninggal karena penyumbatan darah setelah 12 jam duduk untuk bermain Xbox.

Ayah Chris , David Staniforth menyatakan bahwa anaknya “hidup untuk video game”.Chris sering menghabiskan waktu berjam-jam tanpa jeda untuk bermain XBox.

Ayahnya berharap tidak ada anak lain yang menjadi korban kecanduan game ini.

Ya, kita tentu tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? Cegah sekarang!

2. Melupakan Tugas-Tugas Wajib

Mau atau tidak, anak-anak punya tugas lain, yaitu sebagai seorang siswa. Anak mungkin mendapatkan tugas atau PR dari sekolah. Jika anak lalai mengerjakan PR dan nilai akademiknya menurun drastis, Anda harus bertindak.

Jelaskan kembali bahwa anak pun punya tugas dan kewajiban yang harus mereka penuhi. Ia harus menunaikan tugasnya terlebih dahulu sebelum melakukan hal-hal lainnya.

3. Menarik Diri dari Pergaulan

Anak-anak yang sudah kecanduan game akan menarik diri dari lingkungan. Mereka cenderung lebih suka menghabiskan waktu untuk bermain game di rumah. Tak hanya menarik diri dari lingkungan pertemanan, anak-anak yang kecanduan game juga kurang tertarik untuk berkumpul bersama keluarga.

Padahal, anak harus belajar bersosialisasi. Jika ia kehilangan aktivitas sosialnya karena memilih bermain game, segera waspada.

Mengatasi anak kecanduan game

Mengatasi Anak yang Kecanduan Game

Meski termasuk ke dalam salah satu penyakit, gaming disorder sebenarnya bisa diatasi sendiri dengan beberapa treatment dari keluarga dan orang-orang terdekat. Lakukan beberapa hal berikut ini.

1. Tetapkan Jadwal Bermain

Salah satu upaya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kecanduan game pada anak adalah dengan membatasi waktu bermain. Buatlah kesepakatan bersama dengan si kecil tentang jadwal bermain. Pastikan anak mematuhi jam tersebut.

Tentu perlu upaya lebih supaya anak mau mematuhi jam bermain yang telah disepakati. Anda bisa menerapkan reward and punishment agar anak mau mematuhi jadwal tersebut. Hal ini akan terasa berat pada awalnya. Akan tetapi, usahakan untuk tidak berteriak atau membentak si kecil.

2. Alihkan Perhatian Anak

Mungkin saja ada banyak hal lain yang ingin dilakukan anak selain bermain game. Cobalah berbicara kepada anak tentang kegiatan lain yang mungkin menarik baginya. Anda bisa menjadikan kegiatan positif tersebut sebagai alternatif untuk mengalihkan perhatian anak.

Jika anak tidak memiliki ketertarikan lain, Anda bisa mengenalkan beberapa aktivitas lain yang mungkin disukai oleh anak Anda, misalnya melukis, bermain sepatu roda, menari, atau kegiatan lainnya. Kenalkan secara bertahap supaya anak tahu apa yang menjadi kesukaannya.

3. Jauhkan Gadget atau Game dari Anak

Jika anak terus saja menolak untuk berhenti bermain game, bahkan memberontak, Anda harus berlaku tegas. Jauhkan jangkauan anak dari game-game kesukaannya. Anda harus tega karena ini juga demi kebaikannya.

Anda bisa melakukannya secara bertahap, sesuaikan dengan jadwal bermainnya. Jangan lupa untuk selalu menemani si kecil saat bermain di rumah.

4. Konsultasikan dengan Ahli

Bagaimanapun, kecanduan game ini telah dimasukkan ke dalam salah satu jenis penyakit. Jika anak sudah menunjukkan tanda kecanduan yang parah dan tidak bisa diselesaikan dengan tiga langkah di atas, konsultasi dengan ahli adalah solusinya.

Menyembuhkan si kecil dari kecanduan game memang membutuhkan banyak waktu, usaha, dan perhatian. Dukungan dari orangtua dan keluarga terdekat sangat diperlukan.

Bagaimana Menurut Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket