Banner Header Promo Oktober

Kami Juga Butuh Berteman, Ps: Ayah

Browse By

Para ibu biasanya membentuk suatu grup, untuk saling berbagi pengalaman parenting di dalamnya. Ternyata, para ayah juga membutuhkan jaringan dukungan yang sama seperti para ibu, seperti pengalaman salah satu Ayah berikut ini:

Beberapa bulan setelah kelahiran anak perempuan saya (sebut saja B), saya mulai berpartisipasi dalam kelompok orang tua di dekat rumah atas dorongan istri. Dia mendengar tentang kelompok itu melalui selentingan yang terdiri dari ibu-ibu baru lainnya, melalui jaringan pendukungnya sendiri. Memiliki pasangan yang mendukung ditambah para kakek-nenek yang tinggal cukup dekat dengan kami, merupakan keuntungan yang besar. Tetapi bukan berarti kami menerima semua tawaran bantuan yang datang kepada kami.

Berkat kecerdasan istri, saya tahu bahwa saya akan menjadi salah satu dari dua ayah yang hadir di grup. Sebetulnya tidak ada masalah dengan hal ini, karena saya biasanya lebih nyaman berada di sekitar wanita daripada pria. Namun, saya merasa seperti orang luar bahkan sebelum menginjakkan kaki di pintu, tempat kelompok itu berkumpul setiap minggu. Sama halnya dengan siswa pindahan yang gugup pada hari pertama sekolah, saya merasa sangat gugup berjalan ke dalam kelompok sebagai seorang pemula. 

  • Apa yang akan dipikirkan ayah lain tentang saya? 
  • Apa pendapat para ibu tentang saya? 
  • Bagaimana jika tidak ada yang menyukai saya? 
  • Dimana saya akan duduk? 
  • Adakah yang akan mendengarkan atau peduli dengan saya?

Semua pertanyaan saya terjawab dengan sebuah kesimpulan, yaitu: 

Jika mereka bersedia duduk dengan orang asing dan berbicara terus terang tentang detail pribadi yang bersifat personal berdasarkan pengalaman mereka sebagai orang tua, kemungkinan besar mereka tidak akan menghakimi Anda. Faktanya, mereka mungkin sama gugupnya dengan Anda, atau seperti saya, untuk membicarakan bayi mereka di depan orang yang tidak mereka kenal. Ini adalah pelajaran penting untuk dipelajari.

Hal ini tentu menjadi hal pertama yang saya pelajari, dan dengan mempelajarinya membuat saya lebih nyaman ketika merawat B di rumah. 

Semua orang tua baru pasti pernah merasakan hal seperti ini. Dan, Anda tidak sendiri. 

Bergabung dengan kelompok orang tua membuat saya memiliki ‘perasaan normal’. Mengasuh B di rumah bersama istri, membuat saya menyesuaikan diri dengan realitas sebagai ayah, meskipun saya masih kurang percaya diri di luar rumah; Saya cenderung bertanya-tanya apa pendapat orang lain tentang saya dan bagaimana mereka melihat saya. Pergi ke kelompok para ayah tidak mengubah hal itu, tetapi perkumpulan tersebut membantu saya dalam membangun rasa percaya diri. 

manfaat ayah berteman dengan Ayah lain

Hal tersebut mengarah pada pelajaran kedua yang diajarkan oleh kelompok orang tua saya: 

Kita semua memiliki barang-barang kita. Setiap orang tua dalam mengasuh anak menghadapi begitu banyak keadaan yang berbeda. Ayah lain dalam kelompok saya bergumul dengan bayinya yang mungkin tidak bisa saya bayangkan. Untuk bayi saya, B memiliki permasalahan dalam soal makan. Dia memiliki kebiasaan aneh seperti meraih puting payudara saat ibunya memberikan ASI, yang entah dari mana ia memperoleh metode makan yang aneh seperti itu. Dia adalah bayi yang mudah berteman. Saya juga merasa prihatin ketika mendengar kisah orang tua lain mengalami rasa kehilangan, kesepian, kurang tidur, atau khawatir seperti yang saya rasakan.

Saya turut merasakan kesedihan jika saya mendengarkan kisah tragis dan memilukan dari teman-teman saya dalam satu kelompok. Tetapi saya ingin menekankan bahwa interaksi saya bersama teman-teman satu kelompok selama delapan bulan terakhir tidaklah seburuk yang saya kira. Sebaliknya, memiliki jaringan pendukung yang kuat menjadi hal penting untuk membantu melewati masa-masa sulit. Kenapa? Ya karena mengasuh anak adalah salah satu upaya tersulit dalam hidup. 

Kabar baik, bahwa grup parenting seperti yang saya ikuti, dapat dilakukan secara online melalui berbagai platform digital yang bergerak pada bidang parenting. Terlebih, pengasuhan anak begitu menantang dan menimbulkan stres di saat adanya badai virus corona seperti ini.

Kasih sayang adalah kuncinya: untuk orang lain, dan untuk diri saya sendiri-karena ayah membutuhkan pengakuan sebagai orang tua. Mereka perlu diakui bahwa mereka layak untuk mengasuh anak-anak mereka, dan pengasuhan bukan hanya pekerjaan ibu.

Baca Juga:

  1. Ayah juga Butuh Me-Time
  2. Macam-Macam Tipe Ayah Modern, Mana Nih Tipe Anda?
  3. Ayah Dekat dengan Putrinya, Ini Manfaatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *