Banner Header

Kecelakaan di Sekolah, Selalu Salah Guru?

Browse By

Kecelakaan di sekolah sangat mungkin terjadi. Disebut kecelakaan sebab kejadian tersebut jelas tidak diinginkan. Faktor penyebab kecelakaan sangat banyak, bisa saja karena ketidaksengajaan, bercanda murid-murid yang kelewat batas, alat bermain yang tidak aman, pengawasan guru yang kurang, dan lain sebagainya.

Pantaskah Guru yang Disalahkan?

Mungkin sebagian orangtua akan menjawab “ya”. Bagaimanapun, guru memang orang yang bertanggung jawab atas siswa-siswa di sekolah.

Akan tetapi, bagaimana jika kasusnya seperti di bawah ini.

Kasus 1

Seorang guru sedang merapikan laci kelas PAUD yang baru saja selesai. Tiba-tiba, seorang siswa dengan tawa riang menutup laci secara tidak sengaja. Telunjuk guru tersebut pun mengucurkan darah. Seketika, tawa siswa tersebut hilang. Bu guru dibawa ke rumah sakit terdekat dan telunjuknya harus diamputasi. Siswa tersebut pun tidak berani masuk hingga beberapa hari.

Kasus 2

Jam istirahat sedang berlangsung. Anak-anak berlarian di halaman. Tanpa sengaja, Tika mendorong ayunan Billa terlalu kencang hingga Billa terjatuh. Bibirnya pun berdarah karena membentur tanah. Billa menangis. Tika juga menangis ketakutan.

Kasus 3

Jam olahraga sedang berlangsung. Anak-anak sedang melakukan olahraga lompat jauh. Karena salah teknik melompat, Riko tergelincir. Ruas tangannya patah karena digunakan untuk menyangga badannya.

Tiga kasus di atas adalah beberapa kasus yang mungkin terjadi di sekolah, terutama untuk level SD dan PAUD. Anak-anak pada usia ini memang rentan mengalami kecelakaan di sekolah. Karena guru yang bertanggungjawab selama anak di sekolah, wajar orangtua anak akan menyalahkan guru. Namun, orangtua juga sebaiknya memahami kronologis kecelakaan yang terjadi. Bisa saja memang bukan salah siapapun, dan yang terpenting adalah cara penanganan setelah kecelakaan terjadi.

mencegah kecelakaan di sekolah

Tips untuk Guru dalam Mencegah Kecelakaan di Sekolah

Tindakan pencegahan harus dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan. Apa yang harus guru lakukan?

1. Guru Piket / Pendamping

Ada baiknya sekolah menyiapkan guru piket atau guru pendamping, terutama untuk PAUD dan TK, untuk mendampingi sekaligus mengawasi siswa pada setiap kegiatannya. Guru piket pun bisa langsung memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan.

2. Peralatan P3K

Setiap sekolah wajib mempunyai peralatan P3K yang lengkap. Peralatan inilah yang digunakan untuk memberikan pertolongan pertama.

3. Periksa Mainan Anak

Alat permainan anak harus dicek secara berkala, apakah mainan tersebut masih aman atau tidak. Segera perbaiki atau singkirkan mainan yang kurang aman seperti ayunan yang mulai kendur bautnya, jungkat-jungkit yang keropos, dll.

4. Beri Peringatan pada Siswa

Jangan pernah bosan memberikan peringatan kepada siswa tentang hal-hal yang mungkin bisa membahayakan mereka. Dengan peringatan tersebut, anak diharapkan bisa lebih berhati-hati.

5. Sediakan Kendaraan yang Standby

Meski sudah ekstra hati-hati, kecelakaan bisa saja terjadi. Untuk itu, ada baiknya sekolah mempunyai kendaraan yang selalu standby. Apabila ada kecelakaan, kendaraan tersebut bisa langsung dipakai untuk membawa siswa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Tips untuk Orangtua dalam Mencegah Kecelakaan di Sekolah

1. Berikan Pengertian tentang Batasan Bercanda

Anak-anak sering tidak sadar bahwa cara mereka bercanda ternyata membahayakan. Anak bisa mendorong teman lain atau menarik kursi teman dengan maksud bercanda. Padahal, hal tersebut bisa membahayakan.

Oleh karena itu, berikan pemahaman dan batasan tentang bercanda, bahwa bercanda tidak boleh kelewat batas.

2. Jangan Lelah untuk Menasihati Anak agar Berhati-hati

Setiap berangkat sekolah, ingatkan anak untuk berhati-hati saat bermain. Meski terlihat sepele, nasihat dari orangtua akan masuk dalam alam bawah sadar anak.

3. Bawakan Bekal Makanan

Kecelakaan bisa saja terjadi akibat makanan yang dibeli di sekolah. Beberapa jenis jajanan sekolah sangat tidak sehat. Untuk itu, sebaiknya ibu menyiapkan bekal untuk anak di sekolah.

Kecelakaan di sekolah bukan semata-mata kesalahan guru karena pada dasarnya dalam kecelakaan tidak ada unsur kesengajaan. Daripada mencari kambing hitam, lebih baik kita sama-sama waspada dalam meminimalisasi terjadinya kecelakaan.

Bagaimana menurut Anda?

One thought on “Kecelakaan di Sekolah, Selalu Salah Guru?”

  1. garda oto bandung says:

    Menarik dan informatif artikelnya …. Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *