Banner Header Komunitas SOP

Keguguran Bukan Akhir dari Segalanya, Yuk, Bantu Pasangan Melaluinya

Browse By

Keguguran atau miscarriage pasti membawa kesedihan mendalam bagi calon Ibu dan Ayah. Kesedihan yang Ibu dan Ayah rasakan tentu saja sangat dipahami. 

Banyak orangtua di luar sana yang mengalami kesedihan sama setelah mengetahui jika calon bayi yang selama ini diharapkan ternyata berpulang ke pangkuan Tuhan lebih cepat.

Namun, ingatlah bahwa keguguran bukan akhir dari segalanya. Maka dari itu, yuk kita bangkit bersama dan mulai pahami apa saja sih yang bisa menyebabkan keguguran? Bagaimana efeknya bagi pasangan? Serta bagaimana bisa bangkit dari kesedihan pasca keguguran?

Apa Itu Keguguran?

Keguguran bisa dipahami secara sederhana sebagai penghentian kehamilan secara spontan. Keguguran sendiri mempengaruhi sekitar 25% dari semua Ibu hamil dan umumnya terjadi antara 4-6 minggu masa kehamilan. 

Menurut para ahli, keguguran seringkali terjadi sebelum minggu ke-13 masa kehamilan. Risiko keguguran lebih besar pada kehamilan pertama dibandingkan dengan kehamilan kedua. 

Mengapa Keguguran Bisa Terjadi?

Keguguran bisa terjadi karena berbagai alasan. Biasanya keguguran terjadi akibat kelainan janin atau kelainan plasenta, termasuk masalah kromosom. Kadangkala, telur menempel di tempat yang salah dan mengakibatkan keguguran. 

Namun, alasan yang menyebabkan seseorang mengalami keguguran bukan hanya karena kelainan yang terjadi pada janin. Keguguran juga bisa disebabkan oleh kondisi Ibu hamil, misalnya fisik yang lemah hingga emosi yang tidak teratur.

Beri semangat Ibu keguguran

Dampak Apa Saja yang Ditimbulkan dari Keguguran?

Keguguran yang dialami oleh Ibu hamil bisa berdampak pada berbagai macam hal, seperti:

  • Berdampak pada Fisik Seorang Ibu

Dampak pertama yang dirasakan seorang Ibu setelah keguguran adalah rasa sakit fisik. Keguguran yang dialami oleh seorang Ibu pastilah membuatnya mengalami perdarahan hebat. 

Banyaknya darah yang keluar tentunya akan melemahkan fisik seorang Ibu. Belum lagi rasa sakit yang timbul serta perubahan hormon kehamilan, tentu saja mempengaruhi emosinya.

  • Berdampak pada Emosi Ibu

Keguguran tentu saja membawa dampak emosi bagi Ibu dan Ayah. Perasaan kehilangan mendalam yang dirasakan pasca keguguran tentu saja sangat nyata dan mempengaruhi Anda berdua. 

Rasa sedih, kecewa dan rasa takut kemungkinan besar Anda berdua rasakan. Bahkan ada beberapa pasangan yang takut untuk menjalani proses kehamilan kembali. Kemungkinan besar karena rasa takut, dan bersalah akibat keguguran di awal kehamilan yang terjadi sebelumnya. 

  • Berdampak pada Spiritualitas Ibu & Ayah

Beberapa pasangan mulai mengalami spiritualitas yang terganggu akibat keguguran. Ayah atau Ibu mungkin saja bertanya-tanya pada Tuhan, mengapa peristiwa ini bisa terjadi? Mengapa Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat pada kami? Mengapa cobaan ini diberikan, padahal kami sudah beribadah dengan baik? 

Bagi pasangan yang memiliki spiritualitas yang tinggi tentu saja akan tetap kembali beribadah lebih giat dan memilih menerima peristiwa ini dengan ikhlas. Namun, bagi beberapa pasangan yang sangat terpukul, kemungkinan mulai mengalami keimanan yang menurun bahkan hingga menyalahkan Tuhan. 

  • Berdampak pada Hubungan Pernikahan

Rasa kehilangan akibat keguguran sangat mungkin mempengaruhi hubungan pernikahan Anda dan pasangan. Ketegangan dalam hubungan bisa saja terjadi diantara pasangan, apalagi jika keguguran disebabkan karena kelalaian calon Ibu. Apabila dibiarkan, kondisi ini bisa berpengaruh pada kelangsungan rumah tangga Anda.

Bagaimana Bantu Pasangan Mengatasi Rasa Kehilangan Akibat Keguguran?

🤰 Ketahui Apa yang Perlu dan Tidak Perlu Dikatakan

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk membantu pasangan mengatasi rasa kehilangan akibat keguguran adalah dengan berbicara lembut padanya. Sebaiknya, ketahui hal-hal yang perlu Anda katakan dan beberapa hal yang seharusnya tidak Anda katakan pada pasangan. 

Anda mungkin bisa mengatakan pada pasangan bahwa “Semua ini sudah kehendak Tuhan, kita masih bisa berusaha untuk memiliki anak lagi.”

🤰 Tenangkan Jiwa dengan Menulis / Curhat

Beberapa Ayah mungkin saja tidak pernah bercerita pada teman atau pasangan tentang kesedihannya akibat kehilangan janin yang dikandung oleh Ibu. 

Nah, Ayah juga bisa mengungkapkan perasaan dan menenangkan jiwa dengan menulis. Misalnya, dengan menulis buku harian, atau menulis untuk kemudian diberikan pada teman atau terapis.

🤰 Beri Dukungan Pada Pasangan

Penting bagi Anda untuk memberikan dukungan pada pasangan pasca peristiwa keguguran yang dialami oleh pasangan. Dengarkan keluh kesahnya, beri dia semangat untuk mulai beraktivitas kembali, hibur dia, berikan bahu Anda untuknya. Inilah cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu pasangan mengatasi rasa kehilangan akibat keguguran.

🤰 Perbanyak Kegiatan

Sebaiknya, dorong pasangan untuk mempersibuk diri agar tidak terlalu merasa sedih. Waktu bisa menjadi obat yang manjur bagi pasangan untuk mengatasi rasa kehilangan akibat keguguran. Sebaiknya lakukan beberapa aktivitas bersama, misalnya berjalan-jalan di taman, menyiram bunga, atau kegiatan lain yang membuat perasaan menjadi lebih bahagia.

🤰 Jangan Tergesa-Gesa dalam Menyembuhkan Luka

Kesedihan yang Anda rasakan pasti menimbulkan luka yang mendalam. Luka ini hanya bisa sembuh seiring berjalannya waktu. Maka jangan terlalu tergesa-gesa dalam menyembuhkan luka. Sebaiknya saling dukung pasangan untuk sembuh dari rasa kehilangan pasca keguguran.

Rasa kehilangan pasca keguguran pasti berdampak bagi kehidupan Anda dan pasangan. Beberapa cara di atas bisa digunakan untuk sembuh dari rasa kehilangan tersebut.

Baca juga:

  1. Tentang Rasa Kehilangan…
  2. Mengenal SIDS: Sindrom Kematian Mendadak Pada Bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *