Banner Header Promo Oktober

Keluar dari Sekolah selama Pandemi, Ide Bagus?

Browse By

Wabah yang belum juga usai memaksa banyak orang tua mengeluarkan anak dari sekolah, mungkin Anda salah satunya.

Pertanyaannya kemudian, pilihan lain apa yang Anda ambil setelah melakukan keputusan ini?

Beberapa dari Anda mungkin dengan lantang menjawab, Sekolah Rumah atau homeschooling 

Pilihan Homeschooling 

Ya, banyak orang tua siap untuk meninggalkan sekolah negeri maupun swasta dan beralih sepenuhnya ke homeschooling. Pilihan homeschooling dianggap pilihan paling bijak saat ini bagi sebagian orang tua.

Meski demikian, alangkah baiknya orang tua mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memilih Sekolah Rumah untuk anak. Beberapa hal berikut ini perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih homeschooling:

  • Tanggung jawab baru. 

Orang tua akan berperan sebagai guru dan administrator sekolah keluarga mereka, yang merupakan perubahan besar dari sekadar mengantar anak ke sekolah atau membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Meskipun orang tua dapat memilih dari materi pendidikan yang disiapkan di pasaran, mereka tetap perlu memilih jalur akademis dan memastikan anak-anak belajar.

  • Regulasi

Pemerintah dan dinas pendidikan daerah memiliki peraturan tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang dapat mencakup mata pelajaran yang diperlukan, tes penilaian, dan pedoman lainnya. Untuk itu, orang tua perlu memahami aturan yang berlaku agar materi yang disampaikan kepada anak sesuai dengan dinas pendidikan setempat.

  • Perubahan gaya hidup

Jika homeschooling adalah pilihan Anda, maka bersiaplah untuk memutuskan berhenti dari pekerjaan. Homeschooling menuntut setidaknya salah satu orang tua mungkin harus berhenti dari pekerjaan Anda dan fokus menjadi guru untuk anak. Artinya, penghasilan keluarga Anda berkurang. Juga, dinamika hubungan dengan anak-anak Anda akan berubah, karena Anda akan menjadi orang tua dan guru.

Jika orang tua siap memilih homeschooling untuk anak maka ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan, diantaranya:

  • Pendidikan lebih individual 

Melalui homeschooling, artinya anak akan mendapatkan pendidikan yang lebih individual. Kemungkinan, situasi ini tidak mereka peroleh saat bersekolah di negeri maupun swasta. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk maju lebih cepat daripada di sekolah atau menghabiskan lebih banyak waktu di area yang sulit.

 

  • Harus ada interaksi sosial 

Pastikan anak-anak tetap memiliki interaksi sosial yang positif dengan anak-anak homeschooling lainnya. Berikan lingkungan yang membantu anak-anak belajar sekaligus berinteraksi sosial positif dengan teman-temannya.

pertimbangan sebelum mengeluarkan anak dari sekolah

Pilihan Sekolah Virtual

Sekolah virtual berbeda dengan home schooling. Sekolah virtual berarti, orang tua menyerahkan perencanaan akademik dan pengajaran ke pihak yang berfungsi sebagai sekolah alternatif.

Program pembelajaran virtual memberikan jadwal yang fleksibel dan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan personal. Model pembelajaran ini ideal untuk siswa yang memiliki masalah kesehatan atau yang sering pindah. Selain guru bersertifikat, sekolah virtual dapat menawarkan konselor sekolah berlisensi, kurikulum yang ditetapkan, dan tes penilaian.

Sekolah virtual mungkin tidak ideal untuk siswa yang tidak dapat belajar sendiri dan kurang termotivasi, membutuhkan lebih banyak interaksi sosial, atau cenderung tertinggal tanpa pengawasan konstan.

Orang tua harus meninjau dengan cermat validitas sekolah virtual serta hasilnya. Sekolah virtual ini bisa Anda pertimbangkan sebagai salah satu pilihan alternatif selain homeschooling.

Pilihan Learning Pod

Salah satu tren untuk tahun ajaran mendatang adalah learning pod, dimana orang tua mengajak anak-anaknya untuk belajar, berbagi sumber daya dan berinteraksi sosial.

Ada berbagai macam jenis learning pod, antara lain:

  • Dari sekolah yang sama dengan orang tua. 

Siswa yang bersekolah di sekolah yang sama berkumpul untuk belajar dan bersosialisasi. Harapannya adalah bahwa guru anak-anak memberikan materi pembelajaran jarak jauh, dan kelompok – dengan dipandu orang tua, jika diperlukan – akan memastikan siswa dalam kelompok tersebut dapat mengikuti.

  • Dari sekolah yang sama dengan dibimbing seorang tutor. 

Ini mirip dengan sistem learning pod di atas, tetapi dijalankan oleh seseorang yang memiliki pelatihan sebagai guru, bertindak sebagai tutor, atau pembimbing. Tujuannya adalah untuk melengkapi apa yang disediakan sekolah dengan seseorang yang dapat membimbing siswa menggantikan orang tua.

  • Kelompok kecil dari sekolah yang berbeda.

 Dalam skenario ini, kelompok menyerupai homeschooling, di mana kurikulum dikembangkan atau dibeli dan pembelajarannya terpisah dari sekolah negeri atau swasta.

Selain memastikan para pembimbing di setiap learning pod berkomitmen untuk membantu siswa secara akademis dan dalam aktivitas sosial mereka, orang tua perlu memastikan bahwa siswa yang tergabung dalam learning pod menjalankan protokol kesehatan- seperti memakai masker dan social distancing- dengan ketat.

Jadi, alih-alih gegabah mengeluarkan anak dari sekolah dan memilih homeschooling, akan lebih baik mempertimbangkan dengan matang faktor-faktor penting dalam homescholling.  Tak hanya itu, orang tua juga perlu paham benar hal penting apa saja yang perlu dipersiapkan dalam homescholling dan alternatif lain yang bisa diambil selain homeschooling.

Baca Juga:

  1. Skenario Sekolah saat Pandemi!
  2. Hamil Saat Pandemi, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *