Kesepian Itu Menular, Kok Bisa?

29 April 2021

Sama seperti kebahagiaan, kesepian ternyata bisa menular. Penelitian dilansir dari psychlopaedia.org menunjukkan bahwa saat orang yang tidak kesepian bergaul dengan orang yang kesepian, maka mereka cenderung menjadi kesepian. 

Menurut penulis dan pelatih gaya hidup holistik Klay Williams, kesepian dan hal-hal negatif sering menular karena emosi ini diharapkan, dicari, dan, lebih sering merupakan ekspektasi dari apa yang diyakini pantas mereka dapatkan. “Kita hidup dalam masyarakat di mana ekspektasi kita terpusat dan diprogram seputar pesimisme, dan hal negatif”, seperti dikutip dari Elite Daily. Williams melanjutkan, “Seringkali, kita mungkin menemukan diri kita dalam momen-momen kemenangan, kemudian kita berdialog dengan seorang teman yang negatif, dan entah bagaimana, di akhir percakapan itu, [Anda] mulai bertanya-tanya, ‘Tunggu, apakah benar saya boleh optimis dengan masa depan saya ?’ “

Jadi, saat Anda bergaul dengan orang-orang bahagia dan positif, Anda cenderung menjadi bahagia, begitupun sebaliknya saat Anda bergaul dengan orang yang kesepian atau negatif, Anda cenderung merasakan hal yang sama .

Apa itu Kesepian?

Kesepian adalah perasaan negatif yang muncul saat kebutuhan sosial seseorang tidak terpenuhi oleh interaksi sosial yang sedang dijalani. Jadi, seseorang memang bisa merasa sendiri, meskipun mereka dikelilingi oleh orang lain. Terlebih jika mereka tidak mendapatkan teman dan dukungan yang tepat dari teman tersebut. 

Tapi, kesepian bukan hanya tentang perasaan Anda. Berada dalam kondisi kesepian mampu membuat Anda berperilaku berbeda sebab Anda kurang bisa mengontrol diri saat dalam posisi ini. Misalnya, saat kesepian Anda cenderung ingin makan makanan yang manis seperti coklat, menjadi kurang termotivasi untuk berolahraga atau cenderung bertindak agresif terhadap orang lain. 

 

Dampak Kesepian

Kesedihan adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar sepertiga orang dewasa. Menurut Olivia Remes, kandidat Phd Universitas Cambridge kesepian akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, mampu menyebabkan depresi dan berisiko untuk melakukan bunuh diri. Kesepian juga dapat meningkatkan risiko kematian dini — sama seperti seseorang yang kecanduan rokok dan jauh lebih berbahaya daripada seseorang yang menderita diabetes. Seseorang yang merasa kesepian cenderung merasa lebih tertekan saat melihat kondisi orang lain yang lebih baik darinya. 

Bagaimana Mengatasi Kesepian?

Banyak yang menganggap bahwa cara paling mudah dalam mengatasi kesepian adalah berbicara dengan orang lain. Tapi, meskipun hal tersebut bisa membantu, kesepian bukanlah tentang jumlah interaksi yang Anda buat — hal ini tentang bagaimana Anda melihat dunia dari perspektif Anda. 

Saat merasa kesepian, Anda mulai bertindak dan melihat dunia secara berbeda. Anda mungkin mulai memperhatikan ancaman di sekitar lingkungan, mulai berharap ditolak lebih sering dan menjadi lebih sering menghakimi orang lain yang berinteraksi dengan Anda. Kabar buruknya adalah orang yang Anda ajak bicara bisa merasakan hal ini dan akibatnya mulai menjauh, sehingga siklus kesepian pun akan semakin panjang.    

Untuk mengatasi kesepian dan meningkatkan kesehatan mental, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Meningkatkan jumlah orang yang diajak bicara, 
  • Meningkatkan keterampilan sosial,
  • Belajar bagaimana memuji orang lain

Dari ketiga poin di atas, poin pertama mampu membantu Anda melihat dunia dengan cara yang berbeda dan inilah yang perlu dimiliki oleh seseorang yang merasa kesepian. 

Satu hal yang perlu diingat dari orang yang kesepian dan ingin mengatasi rasa kesepiannya adalah jangan selalu menganggap segala sesuatu sebagai sebuah penolakan. 

Misalnya, saat Anda ingin mengajak teman untuk makan malam dalam rangka mengurangi rasa kesepian. Teman Anda kemudian mengatakan tidak bisa memenuhi undangan, maka hindari berpikir bahwa semua ini salah Anda dan bahwa ini adalah bentuk dari penolakan. Namun, cobalah berpikir kemungkinan lainnya. Mungkin teman Anda tidak bisa memenuhi undangan karena pemberitahuan Anda terlalu singkat dan mereka telah berjanji dengan orang lain untuk pergi. Saat Anda tidak mengaitkan “kegagalan” dengan diri sendiri, melainkan dengan keadaan, maka Anda akan merasa lebih baik dan jauh lebih tangguh untuk dapat terus maju ke depan.  

Mengatasi kesepian juga berarti melepaskan sinisme dan ketidakpercayaan pada orang lain. Jadi, lain kali Anda bertemu dengan orang baru cobalah lepaskan dua hal ini dan benar-benar izinkan mereka berinteraksi dengan Anda.   

Dan jika Anda masih belum mampu melepaskannya, mari kita belajar bersama mengatasi rasa kesepian di workshop online berikut ini. Klik poster untuk pendaftaran

Baca Juga:

  1. Ada yang Salah dengan Saya, Tapi Apa?
  2. Untuk Para Ibu yang Kelelahan
Bagaimana Menurut Anda?
+1
4
+1
3
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket