Banner Header Komunitas SOP

“Medan Perang” Itu Bernama PR

Browse By

Apakah Anda terjebak dalam “perang” tentang PR (Pekerjaan Rumah) dengan anak Anda setiap malam? 

Begitu banyak orang tua mengatakan bahwa ini adalah salah satu “medan pertempuran” dengan anak-anak mereka. 

Parents mungkin mengalami hal ini sekarang, merasa takut ketika mengucapkan,

“Oke, saatnya mengerjakan PR!” karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Anak-anak mungkin akan mendadak murung, ogah-ogahan, hingga yang ekstrim seperti menjerit atau melempar buku. Kondisi ini bisa terjadi pada anak usia berapa pun, bahkan hingga mereka remaja.

Meskipun Parents sudah memberi penjelasan, ceramah, cerewet sampai akhirnya berteriak, sepertinya tidak ada yang berubah – dan setiap malam, rumah berubah menjadi “medan pertempuran” tanpa pemenang.

Satu hal yang perlu disadari orang tua maupun anak, bahwa pekerjaan rumah tetaplah pekerjaan, dan setiap pekerjaan tentu saja perlu dikerjakan. Hal yang membuat PR menjadi momok biasanya karena anak lebih suka bermain, nonton TV atau hal-hal apa saja, selain mengerjakan PR. 

Nah, kondisi inilah yang akan memancing emosi orang tua, kemarahan timbul, dan jelas ini tidak akan sehat bagi komunikasi orang tua dan anak.  

Lalu bagaimana cara menghentikan “peperangan” tanpa hasil seperti ini? 
  • Cobalah untuk Tetap Tenang

Jangan sampai orang tua hilang kendali dan berakhir dengan marah-marah atau berteriak. Langkah pertama adalah mencoba untuk tetap setenang mungkin. Sekalipun anak mulai menunjukkan wajah cemberut saat diminta bikin PR.

Jika Anda frustasi, mulai berteriak dan menjerit pada anak Anda, ini akan menimbulkan reaksi negatif dan kemungkinan tidak akan membuat anak jadi lebih rajin mengerjakan PR.

  • Tetapkan “Gol”, yang Jelas Soal Waktu Mengerjakan PR. 

Jelaskan pada anak-anak bahwa Parents mengharapkan mereka menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sesuai kemampuan mereka; yang paling penting adalah mereka mencoba yang terbaik. 

Tetapkan waktu yang sama setiap sore atau menjelang malam hari bagi mereka untuk mengerjakan PR. Pahami bahwa masing-masing anak berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan rumah. 

Jika si sulung merasa PR Bahasa Inggris mudah, bisa jadi ia merasa sangat frustasi saat mengerjakan PR matematika. Begitu pun dengan si Bungsu. Jika si Bungsu mungkin jagoan dalam PR sains, tetapi tidak memiliki kesabaran dalam hal menulis. 

Penting untuk memahami anak Anda: kekuatan dan perjuangan mereka, dan bagaimana mereka belajar. Sebagian anak juga butuh istirahat atau jeda saat mengerjakan PR, sementara anak lain bisa langsung mengerjakan semua PR tanpa perlu istirahat. Pahami pula tentang hal ini, agar anak Anda tidak stress jika anda menolak memberinya istirahat padahal ia membutuhkan itu. 

  • Mainkan Peran yang Paling Sesuai Bagi Anak Anda. 

Beberapa anak membutuhkan pelatih; yang lain membutuhkan “pengawas,” sementara yang lain lagi membutuhkan lebih banyak panduan untuk menyelesaikan tugas. 

Cobalah untuk mencocokkan bantuan yang Parents berikan dengan apa yang paling dibutuhkan anak. Ingat juga bahwa anak Anda mengerjakan PR sebagai tugas sekolah. Guru pada akhirnya akan menilai seberapa baik atau buruk, benar atau salahnya pekerjaan itu. Bukan orang tua yang harus bertanggung jawab atas pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab Parents adalah untuk membimbing anak ban bukan untuk mengerjakan PR anak. 

Berikan saran jika dibutuhkan, tapi jangan mengambil alih tanggung jawab anak. 

  • Mulai Sejak Dini 

Mulailah sejak dini dengan anak-anak soal “jam buat PR”. Bantu mereka menciptakan rutinitas yang mirip dengan saat mengerjakan PR, sekalipun hanya membaca buku selama 20 menit setiap malam misalnya . Hingga nantinya anak akan terbiasa dan tidak mengeluhkan soal waktu khusus untuk PR. 

  • Jadilah “Pembuka Jalan” 

Beberapa anak membutuhkan apa yang kita sebut sebagai “Pembuka Jalan”. Semisal anak Anda akan menghadapi ulangan matematika, tetapi tampaknya masih bingung harus belajar dari mana. 

Parents dapat membantu dengan memberinya beberapa soal untuk dipecahkan. Atau Parents bisa saja bertukar pikiran dengan anak remaja untuk membantunya memilih topik untuk makalah yang harus ia tulis. 

Parents tidak mengambil alih tanggung jawab anak, namun sebaliknya, membantu mereka untuk menyelesaikannya sehingga tugas tersebut tidak tampak menakutkan.

cara bantu anak kerjakan PR

  • Berikan Dukungan. 

Jika anak Anda benar-benar berjuang, berikan mereka dukungan, bimbingan dan tunjukkan empati. Anak-anak diharapkan melakukan pekerjaan yang sulit, dan anak Anda mungkin berjuang sekuat tenaga. Sebaiknya jangan mengomeli atau menunjukkan kekecewaan ketika ia gagal mengerjakan hal itu. Berikan dukungan dengan tulus, ia akan kembali dengan usaha dan tekad yang lebih kuat. 

  • Gunakan “Hadiah”

Memberikan hadiah agar anak rajin mengerjakan PR mungkin akan jadi bumerang bagi orang tua. Alih-alih hadiah berupa barang atau mainan kesukaan, tawarkan quality time bersama sebagai “hadiah”. 

Misal jika PR-nya selesai tepat waktu, di akhir pekan Parents bisa mengajaknya membuat popcorn di dapur, dan ia boleh menentukan rasa popcornnya. 

Hal-hal ini dapat menjadi lebih bermakna bagi sebagian besar anak-anak dan mereka dapat merasakan orang tua mereka dalam peran yang penuh kasih, mendukung, dan memperkuat.

PR memang bukan hal yang akan membuat semua anak bersemangat, dan bagi banyak anak PR masih akan selalu menjadi “momok” di hari-hari sekolah mereka. Memang akan lebih mudah jika kita punya anak yang dengan senang hati mengerjakan PR atau termotivasi sendiri.

Namun seperti yang pernah ditulis James Lehman seorang pemerhati pendidikan, “Kita perlu belajar menjadi orang tua dari anak yang kita miliki – bukan anak yang kita inginkan.” 

Peran kita adalah untuk membimbing anak-anak kita, mendukung mereka menghadapi dan menyelesaikan tugas-tugas yang menantang, dan dengan begitulah mereka akan belajar tentang “Tanggung jawab”

Baca Juga:

  1. PR Anak Sekolah: Masih Jaman Nggak Sih?
  2. 10 Cara Mendorong Anak Rajin Mengerjakan PR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *