Banner Header Komunitas SOP

Memahami Situasi yang Menyebabkan Anak Diam-Diam Menangis

Browse By

Anak menangis memang bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Setiap anak kecil pasti pernah menangis. Beberapa di antaranya mungkin sangat sering menangis. Akan tetapi, yang menjadi persoalan sebenarnya adalah ketika anak-anak diam-diam menangis sendirian. Apa yang menyebabkan anak-anak menangis secara diam-diam? Ini yang perlu dipahami oleh para orang tua.

Terkadang, orang tua sering tidak sadar bahwa sikapnya bisa membuat anak-anak merasa sedih dan menangis sendirian. Selain mempunyai sisi kekanakan yang ceria, sebenarnya anak-anak juga punya sisi sensitif yang bisa membuatnya menangis. Dalam beberapa kasus, apabila anak sering diam-diam menangis, ini bisa menjadi pertanda baik. Anak-anak tersebut akan cepat tumbuh menjadi orang dewasa.

Tak selalu positif, anak-anak yang cenderung sering diam-diam menangis juga dapat berpengaruh pada sisi psikologisnya. Anak bisa depresi dan cenderung menutup diri jika terjadi masalah. Terlebih jika masalah yang membuat mereka menangis datangnya dari keluarga sendiri. Anak pasti akan bingung bagaimana cara mengungkapkannya.

Kondisi-kondisi yang menyebabkan anak sering menangis secara diam-diam adalah sebagai berikut.

  • Mengetahui kabar buruk

Kabar tentang anggota keluarga yang sakit, meninggal, ataupun musibah lainnya sering kali membuat anak diam-diam menangis. Ketika orang tua punya masalah, anak-anak juga sering ikut menangis diam-diam. Kepeduliannya kepada orang-orang di sekelilingnya akan membuatnya seolah-olah menanggung beban tersebut. Ia pun ikut merasa sedih dan menangis. Anak-anak yang sudah lebih dewasa memilih menangis sendirian supaya tidak menambah beban bagi orang tuanya.

  • Orang Tua Bertengkar

Tidak ada anak-anak yang merasa baik-baik saja jika melihat kedua orang tuanya bertengkar. Apalagi jika masalah yang diperdebatkan ada hubungannya dengan anak, ia akan merasa sangat sedih dan bersalah. Karena tidak tahu harus berbuat apa-apa, anak-anak pun lebih memilih menangis sendirian.

Perdebatan di lingkungan keluarga memang wajar. Yang menjadi masalah adalah apabila perdebatan tersebut dibarengi dengan teriakan dan makian. Hal semacam ini akan sangat berpengaruh pada sisi psikologis anak bahkan sampai mereka dewasa.

  • Dipukul atau Diejek Orang Tua

Tak sedikit orang tua yang masih menggunakan kekerasan untuk mendidik anaknya. Anak-anak yang sering menerima pukulan akan diam-diam menangis. Anak-anak akan menganggap bahwa diri mereka tidak ada artinya di mata orang tuanya. Pukulan atau ejekan dari orang tua juga sering kali membekas bahkan hingga anak-anak tumbuh dewasa.

  • Bullying dan Kekerasan Seksual

Tidak semua anak mau menceritakan bahwa ia mengalami bullying di sekolah, termasuk pada orang tuanya sendiri. Anak-anak cenderung tidak ingin melibatkan orang tua untuk masalah sekolah. Semakin banyak orang tua terlibat, ia akan makin dibully oleh teman-temannya. Hasilnya, anak lebih memilih menangis diam-diam. 

Supaya anak tidak terlalu sering menangis diam-diam, kita sebagai orang tua harus memberi perhatian ekstra. Langsung meminta maaf jika Anda merasa telah membuat kesalahan pada anak. Ketika melihat perilaku anak yang tidak biasa, segeralah bujuk anak Anda untuk mau bercerita. Dengan begini, kita bisa meminimalisasi dampak negatif dari anak yang sering menangis diam-diam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *