Anak Family Health Parenting

Mengenal Penyakit Autoimun Pada Anak

Pernah dengar penyakit Autoimun? Atau mungkin Anda sudah memahaminya lebih jauh tentang penyakit ini dari kenalan yang memiliki riwayat penyakit Autoimun. Ya, dari namanya saja kita bisa menebak bahwa penyakit ini berkaitan dengan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh.

Apa Sih Autoimun itu?

Autoimun adalah penyakit yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh (imun) justru menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh. Dengan kata lain tubuh tidak bisa mengenali mana ‘kawan’ mana ‘lawan’. Akibatnya tubuh justru akan mulai memproduksi antibodi yang digunakan untuk menyerang dan merusak sel sehat di dalam tubuh.

Apa Saja yang Diserang?

Penyakit Autoimun bisa menyerang hampir di seluruh bagian tubuh. Mulai dari otot, kulit, syaraf, sendi, mata, jantung, otak, paru-paru, ginjal saluran pencernaan, pembuluh darah dan lain sebagainya. Bagian-bagian tubuh yang diserang bisa saja berbeda dari satu anak ke anak lain. Semua bergantung pada jenis penyakitnya.

Ada Berapa Macam Jenis Penyakit Autoimun?

Penyakit Autoimun terdiri dari sekitar 80 jenis penyakit. Namun, beberapa penyakit Autoimun yang dialami oleh anak adalah DM (Diabetes Melitus) tipe 1, Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA), dan penyakit Lupus (Systemic Lupus Erythematosus / SLE).

Seperti telah diketahui bahwa DM tipe 1 adalah penyakit yang disebabkan karena berlebihnya kadar gula dalam darah. Penyakit DM ini bukan hanya menyerang orang dewasa namun sudah banyak sekali mengincar anak-anak. Bagi anak-anak yang terserang DM tipe 1 biasanya bisa terdeteksi sejak anak berusia 4-6 tahun atau saat anak memasuki usia 10-14 tahun. Menurut penelitian dari 10.000 anak, 1-2 anak terserang penyakit DM tipe 1 ini.

Untuk jenis penyakit JIA biasanya akan terdeteksi saat anak berusia 7-12 tahun. Namun tak menutup kemungkinan di bawah atau di atas umur 7-12 tahun, anak-anak sudah terdeteksi menderita JIA.

JIA juga dikenal sebagai penyakit yang menyerang sendi dan membuat penderitanya merasakan badan yang kaku hingga sulit bergerak. Penderita JIA, bahkan bisa beresiko mengalami permasalahan pada tumbuh kembang, rusaknya persendian, dan peradangan pada mata. Berdasarkan penelitian, 1 dari 10.000 anak menderita penyakit JIA ini.

Sedangkan untuk penyakit Lupus yang banyak menyerang perempuan, biasanya mulai terdeteksi saat anak berusia sekitar 12 tahun. Penyakit lupus disebabkan karena sistem imun menyerang sel, jaringan atau organ tubuh penderita.

Bagaimana Gejala Penyakit Autoimun?

Banyak orang tua yang tidak sadar bahwa anaknya terserang salah satu penyakit Autoimun. Hal ini dirasa wajar, karena gejala yang ditimbulkan bisa dibilang seperti gejala penyakit biasa. Gejala Autoimun bisa berupa

  • Demam berkepanjangan dan tampak pucat (gejala Lupus)
  • Gejala pada organ tubuh tertentu
  • Sesak napas atau nyeri dada
  • Nyeri sendi atau nyeri otot
  • Pusing kepala
  • Kehilangan banyak berat badan
  • Mata dan mulut yang kering

Gejala yang ditimbulkan penyakit Autoimun bisa bermacam-macam bergantung pada organ mana saja yang diserang oleh penyakit ini. Banyak orang tua yang menganggap gejala di atas adalah gejala yang wajar terjadi pada anak. Namun, Anda perlu berhati-hati jika gejala di atas :

  • Berlangsung lama.
  • Gejala yang timbul konstan
  • Gejala timbul berkali-kali dalam sehari

Bagaimana Mendiagnosis Penyakit Autoimun?

Penyakit Autoimun memang cukup sulit didiagnosis oleh orang-orang awam. Bantuan dari dokter memang perlu untuk mendiagnosa penyakit ini. Namun, orang tua bisa mengumpulkan berbagai macam data terkait gejala yang dialami oleh anak. Hal ini akan sangat membantu dokter dalam melakukan pemeriksaan secara intensif.

Beberapa hal yang bisa sangat membantu dalam mendiagnosa penyakit Autoimun ini adalah terkait bagian tubuh mana saja yang mengalami sakit atau nyeri. Termasuk perasaan seperti tertekan atau berdenyut-denyut. Bantulah ahli medis dengan mengatakan gejala lain yang bisa saja tiba-tiba timbul atau muncul belakangan.

Sebagai permulaan silakan kunjungi dokter umum untuk berkonsultasi terkait gejala Autoimun yang dialami oleh anak. Barulah setelah dokter menyarankan mengunjungi dokter spesialis, Anda bisa menemui dokter spesialis yang ditunjuk.

Apakah Ibu Hamil yang Menderita Autoimun, Memiliki Anak Penderita Autoimun?

Secara garis besar, Ibu hamil yang mengalami Autoimun tidak berpengaruh pada bayi yang dikandung. Namun demikian, dokter perlu mengetahui penyakit Autoimun yang Anda derita dan riwayat penyakit keluarga Anda. Hal ini karena beberapa alasan:

  1. Ibu hamil penderita Autoimun perlu beberapa obat tambahan untuk mengatasi Autoimun yang diderita.
  2. Dokter perlu mengetahui jenis Autoimun yang Anda derita untuk melakukan pencegahan dan persiapan. Untuk kasus Autoimun yang menyerang trombosit dapat menyebabkan masalah pendarahan pada bayi. Itulah mengapa operasi caesar perlu dilakukan saat persalinan.
  3. Riwayat penyakit Autoimun yang diderita keluarga bisa meningkatkan resiko terjangkitnya penyakit Autoimun yang sama pada bayi. Namun mungkin dengan gejala yang berbeda.

Apa Saja Yang Dibutuhkan Anak-anak Untuk Menghadapi Penyakit Autoimun ini?

Beberapa hal harus Anda lakukan untuk membantu anak-anak menghadapi penyakit Autoimun ini adalah

  1. Mendiagnosa dan mengatasi penyakit Autoimun ini seumur hidup
  2. Membantu anak mengatasi ketegangan dalam hidup. Penelitian menyebutkan masalah dalam hidup anak misalnya dampak psikologis akibat perceraian orang tua bisa memperparah penyakit Autoimun ini.
  3. Bantu anak mengatasi teman sebaya yang mungkin saja melakukan bullying. Beberapa anak yang mengalami penyakit Autoimun seperti DM tipe 1 biasanya memiliki gangguan sering buang air kecil. Gejala inilah yang bisa menimbulkan efek bullying di sekolah anak.

Penyakit Autoimun bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Gejala yang dialami bisa bermacam-macam tergantung jenis penyakit yang dialami anak.

Jangan abaikan gejala-gejala apa saja yang timbul pada anak. Yang terpenting adalah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau pusat-pusat kesehatan terdekat.

Artikel terkait :

  1. Hati-Hati, Diabetes Mengincar Anak Kita
  2. Impetigo: Penyakit Kulit yang Berbahaya Bagi Bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *