Banner Header Komunitas SOP

Nak,Teman yang Baik Itu Begini Loh..

Browse By

Tahukah Anda siapa saja teman anak? Atau pernahkah Anda bertanya ada berapa teman yang ia miliki di sekolah atau mungkin di tempat les? Meskipun banyak yang mengatakan anak-anak boleh berteman dengan siapa saja, namun ada kalanya orangtua perlu membimbing anak menemukan teman yang baik untuknya. 

Bukan berarti kita menghalangi anak untuk berteman dengan siapa saja dan bukan berarti mengkotak-kotakan teman anak.

Membantu anak memilih teman yang baik untuknya justru bisa membuat ia nyaman menjalani masa kecil dan nyaman berinteraksi sosial dengan temannya. 

Tentunya Anda tidak ingin melihat anak ditinggalkan oleh teman-temannya karena mungkin anak sebenarnya juga kurang nyaman berteman dengan merek.

Maka dari itu, Parents bisa membantu anak memilih teman baik untuknya. Baik di sini bisa diartikan bahwa anak dan temannya bisa cocok dan nyambung ,serta tidak saling memberi pengaruh buruk.

Bagaimana Fase Pertemanan Anak?

Pada dasarnya anak-anak mulai membangun persahabatan yang bermakna sekitar usia 4-5 tahun. Persahabatan ini biasanya terjalin antar teman sekelas, tetangga, sepupu, atau koneksi melalui pertemanan orangtua.  

Pertemanan anak terjadi melalui keterlibatan orangtua, yaitu saat orangtua menunjukkan hubungan dengan teman-temannya sendiri, bagaimana orangtua berkomunikasi dengan teman-temannya, dan bagaimana orangtua berbagi dengan teman-temannya sendiri. 

Melalui contoh perilaku yang Anda tunjukkan kepada anak-anak, maka mereka mampu memahami bagaimana cara berteman yang baik dan bagaimana seharusnya seorang teman memperlakukan teman lainnya.  

Namun, tak cukup hanya memberinya contoh perilaku saja, orangtua perlu membimbing anak memilih teman yang cocok dengannya. Beberapa cara berikut patut Anda coba loh!

  • Jelaskan bahwa teman artinya saling mendukung suka dan duka

Teman adalah seseorang yang selalu ada untuk kita dan selalu mendukung di kala suka dan duka. Inilah yang perlu Anda jelaskan pada anak. 

Katakan bahwa saat ia menjadi teman, maka kita harus saling mendukung dan tidak boleh menyakiti apalagi mengejek jika teman tertimpa musibah. 

Namun, saat teman sedang bahagia karena ia berhasil meraih sesuatu, maka katakan pada anak untuk merayakannya juga. Jangan lupa, bantu anak untuk mengatasi rasa irinya pada kesuksesan teman. Tunjukan pada anak bagaimana ia harus merasa bahagia saat melihat temannya sukses meraih sesuatu. Melalui penjelasan ini, diharapkan anak mampu mencari teman yang baik untuknya. 

  • Teman artinya tidak saling menggosip di belakang teman lain

Menjadi teman berarti berbagi loyalitas, dan membangun kejujuran satu sama lain. Maka dari itu, menjadi teman artinya tidak saling membicarakan teman (bergosip) di belakang teman lain. Anda bisa jelaskan hal ini pada anak dan memintanya untuk tidak bergosip di belakang temannya. Hal ini berlaku juga saat ia mencari seorang teman. 

Saat anak memahami hal ini, maka ia akan mencari teman yang loyal, jujur dan tidak bergosip di belakangnya. Kemungkinan besar anak akan mulai memilah mana yang baik dijadikan teman dan mana yang dirasa kurang baik dijadikan teman.

  • Jelaskan bahwa teman artinya saling mendengarkan 

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak mencari teman yang baik adalah dengan menjelaskan bahwa teman yang baik berarti teman yang saling mendengarkan satu sama lain. Jelaskan juga pada anak bahwa teman artinya saling berbagi perasaan dan pengalaman tentang berbagai hal. 

Misalnya pengalaman menyedihkan saat teman kehilangan hewan peliharaannya atau pengalaman bahagia saat seorang teman mendapat juara lomba olahraga di sekolah dan lain sebagainya. 

  • Jelaskan bahwa teman artinya saling memaafkan

Kita perlu menjelaskan pada anak bahwa teman seharusnya saling memaafkan apabila teman lainnya berbuat sesuatu yang salah. Terlebih jika hal tersebut tidak sengaja diperbuat. 

Beri anak pemahaman bahwa perdebatan antar teman memang sering terjadi, jadi wajar jika kadang teman kita marah. Namun, jangan biarkan kemarahan tersebut berlarut-larut. Sebaiknya saling minta maaf dan memaafkan agar pertemanan terjalin dengan baik. 

cara bantu anak memilih teman baik

  • Jelaskan teman artinya tidak saling meninggalkan teman lain

Hal lain yang perlu Anda jelaskan pada anak tentang pertemanan adalah bahwa teman itu tidak saling meninggalkan teman. Boleh-boleh saja tergabung dan bergaul dengan teman-teman lainnya. Namun, yang perlu anak ingat adalah anak sebaiknya tidak meninggalkan teman lamanya. 

Apa yang perlu dilakukan orangtua dalam mendorong anak berteman?

  1. Tunjukkan beberapa kelebihan anak untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menjalin pertemanan. 
  2. Latihlah anak untuk melakukan perkenalan sederhana yang bisa digunakan untuk menjalin komunikasi dengan teman barunya.
  3. Bantu anak menemukan permainan yang bisa digunakan untuk bermain dengan teman barunya.
  4. Pertimbangkan untuk mengikutsertakan anak pada kelas-kelas seni atau olahraga di sekolah atau di luar sekolah agar ia bisa bertemu dengan anak-anak yang memiliki minat yang sama.
  5. Tanyakan pada guru tentang pertemanan yang dibentuk oleh anak Anda. tujuannya agar ia terhindar dari pertemanan yang tidak sehat dan tidak baik. Misalnya pertemanan yang mengarah pada pembentukan geng.

Penting bagi orangtua untuk membantu anak terhubung dengan teman-teman yang baik padanya. Untuk mewujudkannya, orangtua perlu berperan aktif menjelaskan pada anak tentang bagaimana bentuk pertemanan yang baik dan sehat. 

Baca juga:

  1.  Kenapa Anakku Tidak Punya Teman? Cara Atasi Anak yang Dijauhi Teman
  2. Perlukah Orangtua Membatasi Pertemanan Anak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *