Para New-Mom Pasti Merasakan 5 Tantangan Ini!

Browse By

Menjadi seorang Ibu baru atau new-mom tidak pernah mudah. Banyak hal yang harus dihadapi. Mulai dari berkutat dengan rasa sakit setelah persalinan, dilema karena ASI belum banyak keluar, hingga berat badan yang tak kunjung turun setelah melahirkan. Semua perasaan itu rasa-rasanya cukup bisa membuat new-mom depresi dan mengalami baby blues. Lalu, apa saja sih tantangan yang akan dihadapi oleh para new-mom dan bagaimana cara menghadapinya?

Tantangan Seorang New-Mom

? Perjuangan Menyusui

Nah, tantangan pertama yang akan Anda hadapi setelah menjadi new-mom adalah proses menyusui. Pengalaman ini akan menjadi hal yang menyenangkan sekaligus mengkhawatirkan bagi sebagian new-mom. Ya, mengkhawatirkan karena ada sebagian  new-mom yang kesulitan saat proses menyusui ini. Beberapa hambatan yang kerap dialami adalah sedikitnya jumlah ASI yang keluar, hingga rasa sakit karena puting yang lecet dan lain sebagainya.

Nah, bagi Anda yang mengalami kesulitan saat proses menyusui, sebaiknya mintalah bantuan pada perawat atau bagian laktasi di RS tempat bersalin. Perawat atau bagian laktasi akan memberikan beberapa saran sehingga proses menyusui menjadi lebih lancar. Usahakan untuk menggunakan saran tersebut setidaknya dalam satu bulan pertama. Namun, jika Anda masih menghadapi beberapa masalah terkait kurangnya jumlah ASI yang dihasilkan, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin menyarankan memberi si kecil susu formula tertentu.

? Timbulnya Rasa “Jengkel” Pada Suami

Inilah hal yang cukup menantang setelah menjadi new-mom. Ya, munculnya perasaan “jengkel” terhadap suami. Perasaan “jengkel” ini dianggap normal, sebab new-mom merasa suami tidak dapat memahami betapa sulitnya merawat seorang bayi 24 jam penuh. New-mom mungkin merasa iri karena suami bisa bebas bekerja di luar rumah tanpa harus berkutat dengan proses menyusui yang menyakitkan, menyelesaikan pekerjaan rumah seperti mencuci baju bayi yang sangat melelahkan, belum lagi selalu terbangun di tengah malam untuk menyusui. Hal inilah yang bisa menimbulkan rasa “jengkel” dengan suami.

Padahal, suami juga mengalami masa sulit setelah menjadi new-dad atau ayah baru lho. Suami harus fokus terhadap pekerjaannya agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan khususnya kebutuhan si kecil yang cukup banyak. Untuk mengatasi rasa “jengkel” ini, new-mom perlu menyadari bahwa suami juga melakukan hal terbaik yang bisa dilakukan. Ketahuilah bahwa merawat bayi memang bukan pekerjaan mudah. Sehingga, new-mom harus mulai membicarakan pembagian pekerjaan rumah bersama dengan suami.

Katakan pada suami bahwa Anda membutuhkan perannya untuk merawat anak dan untuk melakukan beberapa pekerjaan rumah. Buatlah daftar pekerjaan rumah dan mulailah lakukan pembagian bersama dengan suami.

? New-Mom Merasa Gemuk

Banyak new-mom yang merasa tidak percaya diri ketika melihat bentuk tubuh setelah melahirkan. Menjadi lebih gemuk dan berisi sebenarnya hal yang biasa setelah melahirkan. Namun, tak sedikit new-mom yang ingin bentuk tubuhnya kembali seperti semula segera setelah melahirkan. Apalagi jika melihat beberapa ibu baru yang lain tetap memiliki tubuh yang proporsional bahkan setelh melahirkan. Kondisi seperti ini bisa saja membuat Anda stress dan mempengaruhi hubungan Anda dengan suami dan bayi.

Nah, untuk mengatasi hal ini, Anda perlu memahami beberapa hal. Pertama, tidak semua new-mom bisa mengalami penurunan berat badan segera setelah melahirkan. Kedua, untuk mendapatkan berat badan seperti sedia kala Anda harus teratur berolahraga dan melakukan beberapa diet seimbang. Sebaiknya, lakukan olahraga ringan setelah melahirkan, seperti berjalan santai di taman. Tapi, lebih penting daripada itu, usahakan untuk tetap terhubung dengan suami. Suami bahkan mungkin tidak terlalu peduli dengan lonjakan berat badan Anda. Jadi jangan terlalu memikirkannya.

? Tidak Tahu Apa yang Harus Dilakukan dengan Pekerjaan Anda

Keputusan untuk kembali bekerja mungkin menjadi hal yang paling membuat dilema. New-mom mungkin akan berpikir berkali-kali untuk kembali bekerja atau justru menjadi Ibu rumah tangga. Di satu sisi new-mom ingin mendapatkan kembali kehidupannya untuk bersosialisasi dengan teman-teman kantor. Namun, di sisi lain, juga akan merasa bersalah jika meninggalkan bayinya dengan pengasuh.

Untuk mengatasi hal ini, new-mom harus membuat keputusan yang tepat. Kebanyakan new-mom berpikir bahwa setiap keputusan yang diambil harus dijalani selamanya. Tapi sebenarnya keputusan tersebut bisa juga lho diubah setiap saat. Misalnya jika Anda memutuskan untuk kembali bekerja, namun ditengah perjalanan si kecil membutuhkan Anda lebih banyak di rumah. Maka, Anda bisa berkonsultasi dengan pihak kantor untuk mengambil pekerjaan paruh waktu. Atau, melakukan pekerjaan dari rumah.

? Berpikir Menjadi Ibu yang Sempurna

Tantangan lain menjadi new-mom adalah berpikir bahwa seorang Ibu harus sempurna. Anda mungkin berpikir harus membuat si kecil selalu bahagia, membereskan semua pekerjaan rumah tepat waktu, hingga membuat suami merasa selalu nyaman berada di rumah. Berpikir seperti ini tentunya akan membuat Anda semakin stress.

Alih-alih berpikir menjadi Ibu yang sempurna, sebaiknya Anda mulai menjalani peran sebagai Ibu sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan terlalu merasa terbebani. Tidak perlu merasa bersalah jika mendengar si kecil kadang menangis, karena hal tersebut wajar terjadi. Mungkin beberapa tetangga atau anggota keluarga lain akan mengkritik Anda tentang berbagai hal, namun jangan terlalu terpengaruh. Toh, anda tahu bahwa anda sudah melakukan yang terbaik.

Menjadi new-mom memang tidak mudah. Banyak tantangan baru yang akan dihadapi. Namun, jangan mudah menyerah. Sebaliknya lakukan langkah awal untuk mengatasi segala tantangan bagi new-mom, agar kehidupan baru menjadi seorang Ibu jauh lebih bahagia. Beberapa langkah di atas bisa Anda gunakan untuk mengatasi segala tantangan yang timbul setelah menjadi new-mom.

Artikel terkait:

  1. Peer Pressure Para Ibu
  2. Masih Dilema Tentang Ibu yang Bekerja
  3. Jadi “Ibu Peri” untuk Para Ibu Baru, Para Ayah Juga Bisa, Loh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *