Bagaimana pola asuh sesuai dengan tempramen anak?
Bayi Mom's Corner New Mom Parenting

Pola Asuh Berdasarkan Tipe Temperamen Anak

Pertanyaan:

Ibu Raisya Hayyu

Hallo SOP,

Saya seorang Ibu dari anak berusia 16 bulan. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara menangani anak dengan berbagai karakter, misalnya ada 4 karakter anak seperti koleris, melankolis dan lain sebagainya?

Terima Kasih

Jawaban:

Hallo Parents,

Pembagian tipe temperamen ke dalam 4 kelompok melankolis, plegmatis, koleris, dan sanguins merupakan pengembangan dari teori Empedokretus yang dikembangkan oleh Hippocrates-Galenus. Saat ini, dasar ilmiah dari pendekatan tersebut dirasa kurang mumpuni dan kerap dipertanyakan validitasnya. Meski demikian, teori ini sudah dikenal luas dan diterima ke dalam kelompok psikologi populer. Karena pembagian tipe temperamen tersebut kurang valid untuk kondisi saat ini, saya belum bisa memberikan saran seperti yang Ibu Raisya minta.

Tipe temperamen pada anak umumnya dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu easy, slow to warm, dan difficult. Temperamen ini berkaitan dengan karakteristik dasar individu yang mencakup atensi, emosi, dan kontrol diri. Temperamen seseorang biasanya sudah ditunjukkan sejak mereka lahir.

Bayi dengan tipe easy mempunyai ciri-ciri yaitu pola makan dan tidur yang teratur, mudah beradaptasi dengan lingkungan, dan ketika frustasi cepat ditenangkan. Lalu, bayi dengan tipe slow to warm membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk menyesuaikan pola makan dan tidur, beradaptasi dengan lingkungan, dan menenangkan bayi saat stress. Terakhir, bayi dengan tipe difficult mempunyai pola makan dan tidur yang tidak teratur, butuh waktu yang sangat lama untuk beradaptasi dengan lingkungan, dan susah ditenangkan saat frustasi.

Untuk pola asuh anak, Ibu Raisya sebaiknya lebih berpedoman pada tiga pembagian temperamen tersebut. Demikian jawaban dari saya, semoga membantu ya, Bu. Mari terus belajar menjadi orangtua yang lebih baik.

Paskalia Marlina Lumban Batu, S.Psi, M.Psi

Artikel terkait:

  1. Anak Mudah Menangis = Cengeng?
  2. Memahami Situasi yang Diam-Diam Membuat Anak Menangis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *