Banner Header Promo Oktober

Pondasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Browse By

Peribahasa “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” adalah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan hubungan anak dengan orangtua.

Karakter dan perilaku anak banyak dibentuk dari pendidikan orangtuanya.

Di sini, jelas, pembangun pondasi karakter anak-anak adalah orangtua. Jika orangtua memperlakukan anak dengan penuh kasih sayang, anak akan tumbuh menjadi sosok yang tulus. Sebaliknya, jika anak dididik dengan cara banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasib dirinya.

Seburuk apa pun lingkungannya pada saat mereka dewasa nanti, jika ia dibekali dengan pendidikan karakter yang kuat dan positif, kemungkinan besar anak tidak akan terbawa arus negatif. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi suatu hal yang sangat penting yang harus orangtua ajarkan kepada anak-anaknya sedini mungkin.

Di lingkungan masyarakat, anak yang cerdas belum cukup untuk diterima oleh masyarakat. Anak yang cerdas, tetapi tidak memiliki karakter yang bagus, bisa menjelma menjadi monster yang merugikan banyak orang. Sebaliknya, anak dengan karakter yang bagus sekalipun tidak cerdas akan bermanfaat untuk keluarga dan lingkungannya.

Inilah yang semakin mendukung alasan mengapa pendidikan karakter sangat penting bagi anak-anak.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Pendidikan Karakter?

Tidak seperti pendidikan sekolah yang mengharuskan anak untuk duduk diam dan mendengarkan pelajaran, pendidikan karakter berlangsung sangat alami. Proses tersebut berlangsung ketika anak-anak berinteraksi setiap hari dengan orangtuanya. Cara orangtua memperlakukan anak adalah apa yang dipelajari anak berhubungan dengan karakter. Kebiasaan kecil seperti berdoa sebelum makan, datang ke sekolah tepat waktu juga akan mempengaruhi karakter anak-anak. Jadi, kapan waktu yang tepat memulai pendidikan karakter? Jawabannya adalah saat anak sudah mulai bisa berinteraksi dengan orangtuanya dan orang-orang di sekitarnya.

Bagaimana Cara Memulai Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini?

Sejak dini, orangtua harus mulai mengajarkan hal seperti sopan santun, kedispilinan, kejujuran dan kebaikan hati kepada anak. Sedini mungkin. Bagian dari karakter positif ini bisa dimulai dengan cara-cara yang sederhana dan dilakukan secara terus menerus. Berikut ini adalah beberapa cara untuk memulai pendidikan karakter pada anak usia dini.

1.      Mengucapkan Maaf, Terima kasih, Tolong, serta Salam

Maaf, Terima kasih, dan tolong adalah tiga kata “ajaib” yang harus dibiasakan kepada anak sejak usia dini. Tiga kata ajaib ini berhubungan erat dengan sopan santun. Orang tua dapat memberikan contoh penggunaannya setiap hari. Ketika hendak meminta anak untuk melakukan sesuatu, cobalah anak berkata ‘tolong’. Lalu, setelah anak melakukan permintaan Anda, jangan pernah lupa untuk mengatakan ‘terima kasih’. Ketika Anda berbuat sesuatu yang salah, jangan pernah ragu untuk mengatakan maaf. Dari kebiasaan sederhana ini, anak-anak akan belajar untuk mempunyai sikap sopan kepada siapa pun.

Sementara salam juga sama ajaibnya dengan tiga kata di atas. Ada banyak sekali salam yang bisa kita ucapkan kepada orang lain sebagai wujud penghargaan kepada mereka, misalnya mengucapkan salam ketika bertemu dengan teman atau saudara di jalan, mengucapkan salam ketika masuk atau keluar rumah, mengucapkan salam ketika hendak pulang dari rumah teman, dan lain-lain. Anak-anak juga harus diajarkan untuk terbiasa mengucapkan salam. Ketika hendak memasuki rumah, ajarkan anak untuk mengucapkan salam, begitupun ketika Anda masuk ke kamar anak-anak.

2.      Duduk Saat Makan

Membiasakan duduk saat makan juga menjadi salah satu pelajaran penting dalam pendidikan karakter. Ini melatih disiplin anak. Meski sangat susah meminta anak untuk duduk saat makan, hal ini baiknya harus tetap Anda usahakan. Untuk anak usia batita orangtua bisa melakukannya dengan menyiapkan booster seat atau highchair yang aman untuk anak.

3.      Etika Makan

Saat anak-anak sudah bisa makan teratur tanpa drama, saatnya mengajarkan etika makan kepadanya. Mengajarkan etika makan pada si kecil sangat penting. Pelajaran ini akan menjadi bekal penting anak nanti ketika ia sudah dewasa dan bersosialisasi dengan koleganya. Bagaimanapun, ia harus tahu bagaimana etika makan yang baik. Pelajaran sederhana seperti cuci terlebih dahulu, berdoa sebelum makan, makan dengan tenang harus diajarkan sejak dini.

4.      Menghormati orang yang lebih tua

Anak-anak harus belajar bahwa mereka tidak bisa memperlakukan orang yang lebih tua layaknya pada teman-teman mereka. Sedekat apa pun ayah-ibu kepada anaknya, mereka tetap harus menjadi sosok yang dihormati oleh anak-anak. Untuk itu, harus ada batasan-batasan yang jelas. Misalnya, tidak sembarangan masuk kamar orangtua, menggunakan kata-kata yang baik ketika berbicara dengan orangtua, dan banyak hal lainnya. Tak hanya dengan orangtua, anak-anak juga harus belajar menghormati orang-orang yang lebih tua darinya. Jangan segan untuk menegur anak ketika mereka berlaku tidak sopan.

Seiring dengan perkembangan usianya, pendidikan karakter anak pun berkembang. Untuk anak-anak usia dini, beberapa hal di atas menjadi yang paling penting yang harus diajarkan kepada anak. Semoga bermanfaat ya, Parents!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *