Reparenting Yourself : Perjalanan Mengasuh Ulang Jiwa Kecil

02 Desember 2021

Masalah masa kecil kita biasanya berakar dari orang tua kita. Orang tua kita adalah orang pertama yang berinteraksi dengan kita ketika kita tumbuh dewasa. Bahkan, hingga sekitar 6 bulan, seorang bayi mengira orang-orang lain adalah orang yang sama dengan orang tuanya. Orang tua adalah koneksi pertama seorang anak ke seluruh dunia.

Seorang anak belajar dari orang tua. Bagaimana ia menghadapi dunia, sebagian besar bergantung kepada jenis pengasuhan yang ia terima. 

Orang tua mungkin mengasuh anak dengan cara terbaik yang mereka tahu, tetapi kerap tidak memahami bagaimana pola asuh itu nantinya akan berdampak kepada anak. Tingkat kesadaran diri mereka mungkin terbatas, dan banyak orang tua berpikir bahwa mereka sudah memberi Anda yang terbaik yang mereka bisa.

Maka, saat anak tumbuh dewasa dan menemui dirinya memiliki luka batin,sebenarnya ini adalah manifestasi dari masa kecilnya. Luka ini, akan mempengaruhi pemikiran dan perilaku anak. 

Seperti apa pola asuh yang bisa melukai inner child anak ?

  • Orang tua yang selalu mengkritik dan tidak setuju

Orang tua yang kerap mengkritik, misalnya selalu menganggap hal yang dilakukan anak keliru dan selalu ingin anak melakukan segalanya dengan sempurna.  Orang tua juga kerap tidak setuju pada hal yang diperbuat anak dan menganggap semuanya tidak cukup baik. 

Kritik dan ketidaksetujuan orang tua yang terus-menerus ini , akan menumbuhkan anak yang merasa bahwa mereka selalu kurang baik karena apa pun yang mereka lakukan tidak akan pernah cukup untuk orang tua. Dan anak akan menjadi orang dewasa yang dengan mudah menyabotase diri sendiri karena mereka percaya bahwa mereka tidak pantas mendapatkan hal-hal yang baik.

  • Orang tua yang abai 

Orang tua yang kerap meninggalkan–bukan hanya secara fisik namun juga emosional– dan abai membuat anak-anak tidak mampu memahami dan mengekspresikan emosi. Ketika seorang anak ditinggalkan oleh orang tuanya, mereka mengembangkan rasa takut ditinggalkan yang konstan dan punya kecenderungan untuk bertahan pada hubungan yang toxic, karena mereka takut membayangkan ditinggalkan lagi.

Seorang anak yang kerap  yang ditinggalkan bisa pula tumbuh menjadi orang dewasa yang meniru perilaku orang tuanya. Mereka kerap mengancam untuk meninggalkan pasangannya dan ini menyebabkan hubungan yang sangat tidak sehat.

  • Orang tua Pengontrol 

Orang tua yang terlalu ketat  (strict parents) dan suka mengontrol sering kali menyebabkan anak memberontak. Ketika seorang anak merasa bahwa mereka tidak memiliki kebebasan sama sekali, mereka akan lebih cenderung memberontak untuk menjadi lebih mandiri. 

Anak yang dibesarkan dengan terlalu banyak aturan dan kontrol, kerap kali tumbuh menjadi orang dewasa yang kurang menghargai aturan dan disiplin. Mereka melihat aturan dan struktur sebagai hal yang menyesakkan dan berusaha untuk menjauh dari hal tersebut.

  • Memanjakan orang tua

Orang tua yang terlalu memanjakan anak adalah kebalikan dari orang tua pengontrol. Ketika orang tua memanjakan anak atau selalu memberikan apa yang diminta, anak ini bisa menjadi sangat manja, kurang disiplin dan enggan mengikuti aturan. Anak-anak ini kelak dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang ingin selalu dipenuhi keinginannya dan tidak bisa menerima penolakan. 

  • Orang tua yang menggunakan rasa bersalah

Beberapa orang tua membuat anak mereka merasa bersalah dengan menunjukkan kepada mereka seolah-olah mereka adalah penyebab masalahnya. Dalam kasus perceraian, misalnya, orang tua membuat anak merasa bahwa orang tuanya berpisah karena kesalahan anak, atau sebaliknya, ketika orang tua bertahan dalam pernikahan yang toxic, ada yang menggunakan alasan bertahan karena anak. Anak ini akhirnya menjadi orang dewasa yang terus-menerus takut membebani orang lain dan merasa selalu ingin menyenangkan orang lain. 

Baca Juga :

1. Kuis : Apa Inner Childku Terluka?

2. Kuis : Apa Tipe Inner Child Saya?

Atau sebaliknya, bisa juga menjadi orang dewasa yang menggunakan rasa bersalah sebagai senjata juga dan biasanya akan memanipulasi orang lain untuk merasa bersalah dan kesulitan menetapkan batasan.

Empat Pilar Reparenting 

1. Pilar pertama reparenting adalah pengaturan emosi

Ini berarti keterampilan untuk mengendalikan emosi kita dengan baik. Regulasi emosi adalah kemampuan kita untuk mengatasi stres dengan cara yang fleksibel, toleran, dan adaptif.

2. Pilar kedua adalah mencintai disiplin. 

Pilar ini berarti membuat batasan dengan diri kita sendiri yang bisa dipertahankan secara berkelanjutan. Disiplin adalah bagian penting dari proses penyembuhan dan menumbuhkannya membantu kita memahami diri kita sendiri. Kita melakukan ini dengan membuat dan menepati janji-janji kecil dan mengembangkan rutinitas dan kebiasaan sehari-hari. 

3. Pilar ketiga adalah perawatan diri (self care)

Self care bukan berarti memanjakan diri sendiri. Self care atau perawatan diri yang sebenarnya—mendukung kebutuhan dan menghargai nilai Anda—tidak memanjakan sama sekali, dan itu mendasar bagi kesehatan holistik. Perawatan diri berarti belajar untuk mengidentifikasi dan merawat keinginan dan kebutuhan fisik dan emosional Anda, terutama yang ditolak di masa kanak-kanak.

3. Pilar keempat adalah kebahagiaan

Salah satu tujuan akhir dari reparenting ini, adalah untuk menemukan kembali rasa bahagia kita seperti anak kecil. Keadaan ini terdiri dari kombinasi kreativitas dan imajinasi, kegembiraan dan spontanitas, dan, tentu saja, keceriaan. Sebagai orang dewasa, penting bagi kita untuk memprioritaskan hal-hal dalam hidup kita yang membuat kita bahagia, bukan karena keuntungan semata.

Bagaimana kita bisa melalui perjalanan untuk mengasuh ulang jiwa kecil kita? Bagaimana mengenali luka-luka masa lalu kita ? 

Mari pahami di buku Re-Parenting Journey. Klik di sini untuk melakukan pemesanan buku. 

 

Bagaimana Menurut Anda?
+1
14
+1
3
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket